Pengertian Sejarah Kerajaan Islam Di Indonesia, Teori, Sumber Sejarah Luar Negeri dan Dalam Negeri

Dalam mempelajari suatu ilmu, kita harus mempelajarinya secara komprehensif atau menyeluruh agar pengetahuan yang kita dapatkan tidak sepotong-sepotong. Begitu juga dengan mempelajari Sejarah. Khususnya pada artikel ini adalah tentang sejarah kerajaan Islam di Indonesia.

Pengertian Sejarah Kerajaan Islam Di Indonesia, Teori, Sumber Sejarah Luar Negeri dan Dalam Negeri

Oleh karena itu, sebelum kita masuk ke pembahasan tentang  sejarah kerajaan Islam, lebih baik kita mengetahui sedikit tentang bagaimana cara agama Islam masuk ke Indonesia.

Teori Masuknya Islam

Pada umumnya, ada tiga teori utama, yaitu:
  • Teori Gujarat
    Disebutkan bahwa agama Islam masuk ke Indonesia melalui orang-orang Gujarat (India). Mereka menyebarkan agama Islam di daerah pesisir pantai melalui jalan dagang antara Indonesia – Gujarat – Timur Tengah.
  • Teori Persia
    Disebutkan bahwa agama Islam masuk ke Indonesia melalui orang-orang Persia pada abad ke-7 M. Teori ini didukung oleh Hoesein Djajadiningrat berdasarkan beberapa bukti sebagai berikut

    • Adanya peringatan Asyura pada tanggal 10 Muharram.
    • Adanya kesamaan ajaran Syekh Siti Jenar dengan ajaran Sufi Iran al-Hallaj.
    • Adanya catatan dari Tiongkok yang didalamnya menyebutkan terdapat koloni pedagang Islam di lokasi Tashih, Sumatra Barat.
  • Teori Arab
    Disebutkan bahwa agama Islam masuk ke Indonesia melalui para pedagang Arab pada abad ke-7 M. Mereka mengajarkan agama Islam kepada penduduk lokal sambil berdagang di daerah-daerah Indonesia.

    Teori ini didukung oleh Haji Abdul Malik Karim (HAMKA). Teori ini juga didukung oleh catatan Dinasti Tang, Tiongkok. Dan berdasarkan bukti adanya perkampungan Arab Islam di Pantai Barat Sumatra pada abad ke-7 M.
Teori-teori di atas didukung oleh bukti-bukti dan catatan-catatan sebagai sumber sejarah masuknya Islam ke Indonesia yang akan kita bahas selanjutnya.

Sumber Sejarah Masuknya Islam

Terdapat dua sumber sejarah, yaitu.

Sumber dari luar negeri

  • Berita dari Tiongkok melalui catatan Ma-Huan, sekitar tahun 1400 M, yang menyebutkan adanya para pedagang Islam yang tinggal di pantai utara Pulau Jawa.
  • Berita dari Arab, sekitar abad ke-7 M, yang menyebutkan para pedagang Islam yang berasal dari Timur Tengah telah berdagang di Sribuza, Zabay, dan Zabag (sebutan untuk Sriwijaya).
  • Berita dari Eropa melalui catatan Marcopolo dan catatan Tome Pires.
  • Marcopolo menuliskan ketika ia singgah di Perlak, sekitar abad ke-13 M, ia menemukan masyarakat setempat yang beragama Islam dan terdapat banyak pedagang Gujarat yang menyebarkan Islam.
  • Tome Pires, menuliskan dalam bukunya, Suma Oriental, bahwa sebagian besar raja-raja di Sumatra beragama Islam.
  • Berita dari India yang menyebutkan terdapat para pedagang Gujarat yang berdagang dan menyebarkan agama Islam di daerah pesisir pantai. 

Sumber dari dalam negeri

  • Adanya batu nisan Fatimah binti Maemun yang tertulis tahun 745 Hijriah (1082 M) di Leren, Gresik, Jawa Timur.
  • Adanya batu nisan Sultan Malik Al-Shaleh yang tertulis tahun 696 Hijriah (1297 M)yang merupakan raja dari kerajaan Samudra Pasai.
  • Adanya rangkaian batu nisan Islam yang tertulis dari tahun 1376-1611 M di sekitar Trowulan dan Trolaya, Jawa Timur, di dekat situs Majapahit.
  • Adanya makam Syekh Maulana Malik Ibrahim yang tertulis tahun 1419 M, didatangkan dari Gujarat, dan berisi tulisan-tulisan Arab.
  • Adanya batu-batu nisan Sultan Pledir, Muzafar Syah yang tertulis tahun 1497 M dan Makruf Syah yang tertulis tahun 1511 M.
  • Adanya batu nisan Sultan Aceh, Ali Mughayat Syah yang tertulis tahun 1530 M.
  • Setelah kita mengetahui sekilas informasi tentang teori-teori dan sumber-sumber sejarah masuknya agama Islam ke Indonesia, sekarang kita mulai pada pembahasan tentang kerajaan-kerajaan Islam yang ada di Indonesia.


Pengertian Kerajaan Islam dan Mengenal Kerajaan-kerajaan Islam

  • Kesultanan Peureulak (Perlak)
    Terletak di Pulau Sumatra pada abad ke-9 M hingga abad ke-13 M. Kesultanan ini terdapat dalam catatan Marcopolo yang singgah pada tahun 1292 M. Selain itu juga kesultanan ini terdapat pada naskah karya Abu Ishaq Makaroni Al Fasi dan naskah karya Sayid Abdullah ibn Saiyid Habib Saifudin.

    Raja-raja yang memerintah seperti Sultan Alaidin Saiyidin Maulana Abdul Azis Syah (846-864), dan Sultan Makhdum Alaidin Malik Muhammad Amin Syah Jouhan (1225-1263).
  • Kerajaan Samudera Pasai
    Terletak di Pulau Sumatra dan didirikan oleh Sultan Malik Al Saleh yang membuat kerajaan ini mengalami kejayaan dengan dibukti mampu memperluas wilayahnya dan menjalin hubungan perdagangan dengan orang-orang Arab, menjadi pusat studi Islam di Asia, dan sebagai pusat perdagangan dan pelabuhan besar.

    Raja lainnya adalah Sultan Ahmad Malik aI Tahir yang pada masanya ada kunjungan dari Ibnu Battutah yang melakukan perjalanan dari India ke Cina. Perpecahan di dalam kerajaan menyebabkan kemunduran politik dan perdagangan. Selain itu, dengan berdirinya Kerajaan Malaka yang letaknya lebih strategis.
  • Kerajaan Aceh
    Kerajaan ini adalah kelanjutan dari Kerajaan Samudera Pasal, didirikan oleh Sultan Ibrahim. Raja-raja yang memerintah seperti Sultan Ali Mughayat Syah (1514-1528), Sultan Salaluddin, Sultan Iskandar Muda (1607-1636) yang membuat kerajaan ini mengalami masa kejayaannya, dan Sultan Iskandar Thani yang pada masanya kerajaan mengalami kemunduran disebabkan adanya pertikaian antara bangsawan dan ulama, banyak daerah yang melepaskan diri, dan munculnya kekuatan Belanda di Selat Malaka tahun 1641 M.
  • Kerajaan Demak
    Terletak di tepi pantai utara Pulau Jawa dan didirikan oleh Raden Patah. Kerajaan ini menjadi pusat persebaran agama Islam di Pulau Jawa yang dilakukan oleh para wali dengan cara mengadakan perluasan wilayah di daerah pesisir pantai dan kemudian diIslamkan melalui pendek atan politik, sosial, dan budaya.

    Raja-raja yang memerintah seperti Raden Patah (1475-1518), Pati Unus (1518-1521), dan Sultan Trenggono (1521-1546) yang membuat kerajaan ini mengalami masa kejayaannya.
  • Kerajaan Banten
    Terletak di Jawa Barat dan didirikan oleh Sunan Gunung Jati. Raja pertama, Sultan Hasanudin, berhasil memperluas pengaruh agama Islam di Banten. Pada masa pemerintahan Panembahan Yusuf dan Maulana Muhamad, kerajaan ini berkembang pesat karena mempunyal komoditas ekspor yang penting, sebagai pelabuhan penting di Selat Sunda, sebagai pusat politik.

    Kerajaan Banten mengalami kemunduran karena kehilangan peranannya dalam memiliki pelabuhan bebas dalam Penjanjian Banten akibat adanya campur tangan VOC.
  • Kerajaan Mataram Islam
    Kerajaan ini adalah kelanjutan dari kerajaan Demak, didirikan oleh Sutawijoyo yang bergelar Panembahan Senopati Ing Alogo Sayidin Panotogomo, yang bercita-cita menjadikan Mataram sebagai pusat budaya Jawa dan agama Islam dengan cara melakukan ekspansi wilayah kekuasaan di seluruh Pulau Jawa, kecuali daerah Banten, Blambangan, dan Batavia.

    Kerajaan ini menjadikan Yogyakarta sebagai pusat kerajaan dan mengalami masa kejayaannya pada masa  Sultan Agung. Sepeninggal Sultan Agung, Mataram Islam mengalami kemunduran yang disebabkan oleh perang saudara dan pemberontakan.
  • Kerajaan Cirebon
    Didirikan oleh Fatahiliah atau Sunan Gunung Jati yang pada masanya kerajaan dapat berkembang pesat, dengan adanya perluasan wilayah, persebaran agama Islam secara pesat, menjadi pusat perdagangan, dan menjalin hubungan perdagangan dengan Cina. Setelah Fatahiliah wafatnya, Panembahan Ratu naik tahta. Dan pada tahun 1681, Cirebon dikuasal VOC dan wiIayahnya dibagi tiga menjadi Kasepuhan, Kanoman, dan Kacirebonan.
  • Kerajaan Gowa Tallo/Kerajaan Makassar
    Terletak di Makassar, didirikan oleh Sultan Alaudin dan Sultan Abduliah yang berhasil menyebarkan pengaruh kekuasaan dan agama Islam di daerah Bima, Sumbawa, Manado, Gorontalo, dan Tomini. Pada masa pemerintahan Sultan Hasanudin, kerajaan ini mengalami masa kejayaan. karena menjadi pusat perdagangan di Indonesia Timur.
  • Kerajaan Ternate dan Tidore
    Terletak di Maluku, berhasil menyebarkan agama Islam melalul pendekatan politik dengan cara perluasan wilayah dan melalui pendekatan ekonomi dengan adanya hubungan perdagangan. Kerajaan ini mengalami kejayaan pada masa Sultan Zainal Abidin.
  • Kerajaan Banjar
    Didirikan oleh Raden Samudra yang setelah masuk Islam dinobatkan sebagai Sultan Banjar dengan gelar Sultan Suryanulah. Kerajaan ini berperan penting dalam penyebaran agama Islam di Kalimantan Selatan, yang didukung dengan Ietaknya di dekat sungai, sehingga banyak para pedagang rempah-rempah dari luar Kalimantan.

Sejarah memberikan kita pelajaran sebagai suatu pengalaman yang berharga. Masuknya Islam ke Indonesia melalui jalur perdagangan secara damai menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia menghargai perbedaan dan keberagaman.

Itulah informasi mengenai sejarah kerajaan islam di Indonesia. Semoga bermanfaat, terimakasih.
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel