Pengertian Karbon Monoksida, Penyebab dan Dampak dari Keracunan Karbon Monoksida

Pengertian karbon monoksida atau CO adalah gas yang tidak berbau, tidak berwarna dan tidak berasa yang dapat membunuh Anda.

Pengertian Karbon Monoksida, Penyebab dan Dampak dari Keracunan Karbon Monoksida

Setiap tahun, banyak orang meninggal akibat keracunan karbon monoksida atau CO secara tidak disengaja yang tidak terkait dengan musibah kebakaran, bahkan lebih banyak lagi orang yang datang ke ruang gawat darurat atau dirawat di rumah sakit.

Faktor Penyebab Munculnya Karbonmonoksida

Karbon Monoksida atau CO dapat ditemukan dimana?
Karbon monoksida dapat terbentuk di dalam ruangan dan dapat meracuni orang atau hewan yang menghirupnya.

Karbon monoksida atau CO dapat Anda temukan pada.
  • Proses pembakaran bahan bakar misalnya seperti pada bahan bakar bensin, propana, minyak tanah dan gas alam
  • Asap knalpot kendaraan bermotor
  • Asap rokok
  • Cerobong asap yang tersumbat
  • Pembakaran bahan bakar dalam ruang tertutup
  • Mesin berbahan bakar bensin
  • Kompor minyak tanah
  • Lentera minyak tanah
  • Alat pemanggang dengan arang kayu
  • Perapian atau tungku kayu
  • Alat pemanas ruangan atau pemanas air dengan sumber energi menggunakan gas elpiji atau gas alam
  • Air conditioner atau kulkas

Dampak Negatif Karbon monoksida atau CO

Karbon monoksida merupakan gas yang dihasilkan dari proses pembakaran yang tidak sempurna yang berasal dari berbagai macam gas, minyak, kayu, atau batubara. Gas ini jika terhirup akan menggantikan oksigen atau O2 dalam darah karena gas ini memiliki sifat yang lebih mudah terikat dengan hemoglobin atau Hb dibandingkan oksigen atau O2.

Jika karbon monoksida dalam darah Anda telah terikat dengan hemoglobin maka akan membuat kandungan oksigen berkurang. Dampaknya adalah sel-sel tubuh Anda akan mengalami kekurangan oksigen sehingga sel-sel tubuh Anda akan mati yang akan membuat organ tubuh Anda berhenti bekerja. Hal inilah yang disebut dengan keracunan karbon monoksida.

Gejala keracunan Karbon monoksida atau CO

Secara umum, gejala keracunan karbon monoksida atau CO adalah sakit kepala, pusing, lemah, sakit perut, muntah, nyeri dada, dan kebingungan. Gejala keracunan karbon monoksida atau CO sering terlihat seperti "mirip flu".

Karbon monoksida dapat membuat Anda pingsan atau bahkan terbunuh jika terhirup dalam jumlah yang banyak. Orang yang tertidur atau mabuk dapat langsung meninggal karena keracunan karbon monoksida sebelum terlihat gejala keracunan.

Cara Mengobatinya Keracunan Karbon monoksida atau CO

Hal terbaik yang efektif untuk dilakukan adalah dengan melakukan terapi oksigen. Karena dengan menghirup oksigen murni, dapat membuat kadar oksigen dalam darah And kembali normal.

Dengan melakukan pengobatan secara cepat, orang yang mengalami keracunan karbon monoksida dapat sembuh hanya dalam jangka waktu beberapa hari. Tetapi, di kemudian hari, masih mungkin muncul efek jangka panjang. Pastikan bahwa Anda segera menghubungi dokter jika mengalami gejala gangguan penglihatan, koordinasi gerakan, atau perilaku beberapa minggu setelah anda melakukan terapi oksigen tersebut.

Faktor Risiko Terkena Karbon monoksida atau CO

Siapa yang berisiko terkena keracunan karbon monoksida atau CO?
Semua orang berisiko keracunan karbon monoksida. Bayi, orang tua, orang yang memiliki penyakit jantung kronis, penderita anemia, atau orang yang memiliki masalah pernapasan lebih beresiko terkena dampak dari karbon monoksida.

Selain itu, orang yang bekerja sebagai petugas pemadam kebakaran, tukang cat yang menggunakan cat berbahan dasar metilin klorida, dan perokok, juga memiliki resiko tinggi terkena dampak keracunan karbon monoksida.

Penggunaan AC (air conditioner) atau pendingin ruangan di dalam rumah, gedung atau kendaraan bermotor secara terus menerus juga dapat memberikan resiko tinggi terkena dampak keracunan karbon monoksida.

Keluarga yang di rumahnya memiliki perlengkapan rumah tangga yang tidak dipasang atau digunakan sesuai dengan standar dapat membentuk tingkat gas karbon monoksida yang tinggi.

Cara Mencegah Keracunan Karbon Monoksida Atau CO di Rumah

Pasang alat pendeteksi karbon monoksida yang memiliki cadangan baterai atau yang dioperasikan dengan baterai di rumah Anda. Periksa atau ganti baterai secara berkala. Tempatkan detektor di luar di dekat kamar tidur Anda. Beli detektor yang sudah menggunakan sistem digital. Detektor berfungsi untuk memberikan informasi kepada Anda tentang tingkat konsentrasi karbon monoksida di rumah Anda. Ganti detektor Anda setiap lima tahun.
  • Miliki sistem pemanas ruangan, pemanas air, dan peralatan pembakaran yang menggunakan energi gas, minyak, atau batu bara yang dilayani oleh teknisi berkualitas setiap tahun.
  • Jangan gunakan pemanas kimia flameless portabel di dalam ruangan.
  • Jika mencium bau gas dari lemari es Anda, hubungi teknisi ahli untuk menanganinya. Bau gas dari kulkas Anda bisa berarti kebocoran karbon monoksida.
  • Ketika membeli peralatan gas, belilah peralatan yang disegel dari lembaga pengujian nasional, seperti Laboratorium Penjamin Emisi.
  • Pastikan pipa atau sambungan pipa dari peralatan gas dipasang keluar dengan benar. Pipa ventilasi horizontal untuk peralatan tersebut seperti pemanas air, harus agak naik ketika diarahkan ke luar ruangan. Hal ini untuk mencegah dari kebocoran karbon monoksida.
  • Periksa atau bersihkan cerobong asap Anda setiap tahun. Bila tidak dibersihkan biasanya cerobong dipenuhi oleh sisa-sisa pembakaran kayu sebelumnya. Hal ini dapat menyebabkan adanya kandungan karbon monoksida di dalam rumah Anda.
  • Jangan menambal pipa ventilasi dengan selotip, permen karet, atau yang lainnya. Tambalan ini dapat menyebabkan adanya kandungan karbon monoksida di dalam rumah Anda.
  • Jangan gunakan kompor gas atau oven sebagai alat pemanas ruangan karena dapat menyebabkan tingginya konsentrasi karbon monoksida di dalam rumah Anda.
  • Jangan membakar arang di dalam ruangan karena jenis arang apapun dapat menghasilkan karbon monoksida.
  • Jangan menggunakan kompor gas portabel di dalam ruangan karena dapat menghasilkan karbon monoksida di dalam rumah Anda.
  • Jangan menggunakan generator di dalam rumah, ruang bawah tanah, atau garasi yang diletakkan dengan jarak yang kurang dari 6 meter dari jendela, pintu, atau lubang angin.
  • Saat menggunakan generator, gunakan detektor karbon monoksida yang memiliki baterai cadangan atau dioperasikan dengan baterai.
Cara Mencegah Keracunan Karbon Monoksida atau CO di Kendaraan Bermotor

  • Keluar dari mobil yang suhu di dalamnya sedang panas, buang napas dan hirup udara di luar.
  • Minta montir memeriksa sistem pembuangan di kendaraan bermotor Anda setiap tahun. Kebocoran kecil di sistem pembuangan dapat menyebabkan tingginya konsentrasi karbon monoksida di dalam mobil.
  • Jangan menyalakan kendaraan bermotor Anda di dalam garasi yang letaknya berada di dalam satu bangunan dengan rumah walaupun dengan pintu garasi terbuka. Lebih aman bila Anda memiliki garasi terpisah dari bangunan rumah sehingga jika Anda menyalakan kendaraan bermotor tidak akan menyebabkan karbon monoksida masuk ke dalam rumah, tetapi tetap buka pintu garasi agar udara segar dapat masuk.
  • Ketika mengendarai kendaraan bermotor, saat Anda membuka bagasi, buka ventilasi atau jendela untuk memastikan udara dapat keluar masuk. Karena karbon monoksida yang berasal dari knalpot dapat masuk ke dalam kendaraan bermotor.
Itulah informasi mengenai pengertian karbon monoksida hingga dampak dan cara mencegahnya. Semoga manambah wawasan anda. Terimakasih.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel