Pengertian Ekosistem, Struktur, Komponen, Jenis, Pentingnya Menjaga Ekosistem dan Hal-hal Yag Merusah Ekosistem

Bumi adalah sebuah planet dalam tata surya yang di dalamnya terdapat kehidupan. Salah satu kehidupan itu merupakan kehidupan manusia. Manusia adalah spesies yang mengelola kehidupan di planet Bumi. Dalam mengelola kehidupannya, manusia tidak dapat berdiri sendiri tapi saling berinteraksi dengan lingkungan sekitar tempat hidupnya yang membentuk suatu ekosistem.

Pengertian Ekosistem, Struktur, Komponen, Jenis, Pentingnya Menjaga Ekosistem dan Hal-hal Yag Merusah Ekosistem

Apa yang dimaksud dengan Ekosistem?

Pengertian Ekosistem

Ada beberapa pengertian ekosistem dari sumber pustaka yang dapat kita jadikan acuan untuk menarik kesimpulan dari pengertian ekosistem.
  • Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
    Ekosistem adalah keanekaragaman suatu komunitas dan lingkungannya yang berfungsi sebagai suatu satuan ekologi dl alam.
  • Menurut UU Lingkungan Hidup tahun 1997
    Ekosistem adalah tatanan kesatuan cara yang utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang memiliki pengaruh antara yang satu dan yang lainnya. Unsur-unsur lingkungan hidup baik itu unsur biotik maupun abiotik, baik itu makhluk hidup maupun benda mati, semuanya tersusun sebagai satu kesatuan dalam ekosistem yang masing-masing tidak dapat berdiri sendiri, tidak dapat hidup sendiri, melainkan saling berhubungan, saling mempengaruhi, saling berinteraksi, sehingga tidak bisa dipisah-pisahkan.
  • Menurut Wikipedia
    Dalam ensiklopedia bebas, ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
    Dari beberapa pengertian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa ekosistem adalah komunitas mahluk hidup yang berinteraksi dengan benda-benda tak hidup yang ada di lingkungan sekitar tempat mereka tinggal sebagai suatu kesatuan yang tak terpisahkan. 

Ekosistem merupakan satu kesatuan dari mahluk hidup dan lingkungan, oleh karena itu, ekosistem memiliki suatu struktur sehingga membentuk satu kesatuan tersebut.

Apa sajakah yang termasuk ke dalam struktur ekosistem? Mari kita simak pembahasan berikut.

Struktur Ekosistem

Pada tingkat fungsional dasar, ekosistem umumnya terdiri dari produsen utama, biasanya adalah tanaman, yang mampu mengambil energi matahari melalui proses fotosintesis sehingga menghasilkan oksigen dan sari pati. Energi ini kemudian mengalir melalui rantai makanan.

Energi tersebut dimakan oleh konsumen primer, yaitu mahluk hidup pemakan tumbuhan atau yang kita sebut sebagai herbivora. Kemudian energi yang ada pada herbivora dimakan oleh konsumen sekunder, yaitu mahluk hidup pemakan daging atau yang kita sebut sebagai karnivora.

Atau bisa saja energi dari tumbuhan langsung dimakan juga oleh mahluk pemakan tumbuhan dan daging yang kita sebut sebagai omnivora. Lalu setelah ketika jenis mahluk tersebut mati, maka tubuhnya sebagai energi dimakan oleh mahluk dekomposer sekaligus memecah bahan organik kembali menjadi unsur organiknya yang dapat digunakan lagi oleh produsen.

Energi yang mengalir melalui rantai makanan yaitu dari produsen ke konsumen ke dekomposer selalu tidak efisien. Itu berarti lebih sedikit energi tersedia di tingkat konsumen sekunder daripada di tingkat produsen utama. Tidak mengherankan tetapi jumlah energi yang dihasilkan dari tempat ke tempat bervariasi banyak karena jumlah radiasi sinar matahari dan ketersediaan nutrisi dan air.

Setelah kita membaca struktur ekosistem, dapat kita lihat adanya komponen ekosistem yang membentuknya. Apa sajakah yang termasuk ke dalam komponen ekosistem? Mari kita baca pembahasan selanjutnya.

Komponen Ekosistem

Komponen-komponen yang membentuk ekosistem antara lain:
  • Abiotik
    Abiotik merupakan komponen tak hidup berupa komponen fisik dan kimia sebagai medium tempat berlangsungnya kehidupan, atau sebagai lingkungan tempat hidup. Komponen ini bervariasi dalam ruang dan waktu.

    Komponen abiotik dapat berupa bahan organik, senyawa anorganik, dan faktor yang mempengaruhi distribusi mahluk hidup, seperti air, suhu, garam, cahaya matahari, tanah, dan iklim.
  • Biotik
    Biotik merupakan komponen mahluk hidup. Berdasarkan peran dan fungsinya, makhluk hidup dibedakan menjadi:
    • Autotrof, makhluk hidup yang dapat menyediakan bahan organik sendiri melalui proses fotosintesis atau yang telah disebutkan sebelumnya sebagai produsen.
    • Heterotrof, makhluk hidup yang mengambil bahan organik dari makhluk hidup lain dan tidak dapat membentuk bahan organik sendiri atau yang telah disebutkan sebelumnya sebagai konsumen.
    • Pengurai, mahluk hidup yang menguraikan bahan organik yang berasal dari mahluk hidup yang telah mati atau yang telah kita sebutkan sebelumnya sebagai dekomposer.
Lalu apakah ekosistem itu sendiri mempunyai tipe atau jenis tertentu? Pertanyaan tersebut akan terjawab pada pembahasan di bawah ini.


Jenis Ekosistem
 
Berdasarkan cara terbentuknya, jenis ekosistem adalah sebagai berikut:

1. Ekosistem Alami
Ekosistem alami merupakan suatu hubungan timbal balik yang terjadi di suatu wilayah tanpa adanya campur tangan manusia. Ekosistem alami terbagi menjadi:
  • Ekosistem Air atau Ekosistem Akuatik
    Ekosistem akuatik yang lingkungan fisiknya sebagian besar terdiri dari air. Yang termasuk ke dalam ekosistem akuatik antara lain:

    • Ekosistem Air Tawar
      Contohnya adalah Ekosistem Kolam, Ekosistem Sungai, Ekosistem Danau, Ekosistem Estuari (muara sungai).
    • Ekosistem Air Laut
      Contohnya adalah Ekosistem Pantai, Ekosistem Lamun (seagrass), Ekosistem Terumbu Karang, Ekosistem Air Dangkal, Ekosistem Air Dalam.

2. Ekosistem Darat atau Ekosistem Terestrial

Ekosistem terestrial yang lingkungan fisiknya sebagian besar terdiri dari daratan. Yang termasuk ke dalam ekosistem terestrial antara lain:
  • Ekosistem Hutan hujan tropis
  • Ekosistem Hutan Gugur
  • Ekosistem Tundra
  • Ekosistem Gurun Pasir
  • Ekosistem Sabanah
  • Ekosistem Tiagra

3. Ekosistem Buatan
Ekosistem buatan merupakan suatu hubungan timbal balik yang terjadi di suatu wilayah yang dengan sengaja dibuat oleh manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Ekosistem buatan diantaranya adalah ekosistem pemukiman, ekosistem kolam, ekosistem sawah, ekosistem bendungan, ekosistem hutan tanam produksi, ekosistem perkebunan, dan yang lainnya.


Pentingnya Menjaga Ekosistem
 
Banyaknya ekosistem di Bumi merupakan suatu hal yang dapat dimanfaatkan dengan sebaiknya oleh manusia demi keberlangsungan kehidupan manusia itu sendiri. Tetapi seiring berjalannya waktu, ekosistem yang ada di masa lampau dan ekosistem di masa kini telah mengalami perubahan, yang dapat mengakibatkan perubahan ekosistem di masa depan.

Bila perubahan itu adalah perubahan yang baik maka akan menguntungkan bagi kehidupan manusia, tetapi bila perubahan itu adalah perubahan yang kurang bahkan tidak baik maka akan merugikan bagi keberlangsungan manusia di Bumi.

Oleh karena itu, ada hal-hal yang menyebabkan perubahan ekosistem yang kurang baik sehingga merugikan manusia. Apa saja yang membuat perubahannya? Kita simak kembali sebelum menuju ke akhir pembahasan di bawah ini.


Hal-hal yang Dapat Merusak Ekosistem
 
Suatu ekosistem dapat dihancurkan atau hilang akibat dari
  • Terjadinya suatu perubahan alam contohnya kenaikan suhu, kenaikan permukaan air laut, atau perubahan iklim.
  • Akibat perbuatan manusia seperti penggundulan hutan, urbanisasi, pembukaan lahan pertanian dengan membakar hutan, atau efek rumah kaca.
  • Akibat kegiatan alam seperti banjir, badai, tsunami, gempa atau letusan gunung berapi.
Hal- hal tersebut di atas dapat mempengaruhi keseimbangan alam dan dapat membahayakan atau menghancurkan ekosistem.

Dahulu, ekosistem terbentuk dan berkembang di Bumi tanpa adanya campur tangan manusia. Ekosistem sebagai tempat untuk kelangsungan kehidupan mahluk hidup.

Kini, dengan adanya lonjakan populasi manusia di Bumi yang hampir mendekati 8 miliar jiwa, menjadi salah satu masalah keberlangsungan ekosistem dikarenakan ketersediaan dan kelestariannya sudah banyak diubah atau dirusak oleh ulah manusia.

Oleh karena itu perlu diadakan suatu usaha pelestarian ekosistem agar keberlangsungannya dapat terus bermanfaat demi kehidupan manusia tidak hanya di masa kini tapi juga di masa depan.
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel