Proses Metamorfosis Kupu-Kupu Dan Penjelasannya Terlengkap

Proses Metamorfosis Kupu-Kupu Dan Penjelasannya Terlengkap - Hewan yang satu ini sering disebut hewan yang indah dilihat dari segi warnanya. Pada kenyataannya kupu-kupu termasuk kedalam serangga yang sayapnya bersisik. Pada daur hidup kupu-kupu, mulanya spesies ini ialah ulat yang menetas dari telur, sebelum menjadi kepompong dan berubah menjadi kupu-kupu. Seperti apa sebenarnya proses siklus hidup dan metamorfosis kupu-kupu?

Proses Metamorfosis Kupu-Kupu Dan Penjelasannya Terlengkap


Pengertian metamorfosis

Ialah sebuah proses perkembangan biologi pada hewan yang melibatkan perubahan penampilan fisik dan atau struktur setelah kelahiran atau penetasan. Kupu-kupu merupakan satu dari banyak contoh hewan yang memperlihatkan metamorfosis sempurna.

Kalian pasti banyak yang tau kan bagaimana proses metamorfosisnya kupu-kupu, dimulai dari telur, selanjutnya berubah jadi ulat dan kemudian berubah kepompong sebelum menjadi kupu-kupu. Namun mungkin banyak yang belum tahu penjelasan secara detail dilihat dari sisi ilmiahnya.

Observasi metamorfosis kupu-kupu sebenarnya dapat diamati langsung. Kupu-kupu sendiri dapat ditemui pada habitat di sekitar kita seperti di kebun, taman atau hutan. Nah kali ini akan dijelaskan proses daur hidup kupu-kupu mulai awal sampai menjadi kupu-kupu dewasa.

Metamorfosis Kupu-Kupu

Proses siklus hidup kupu-kupu dimulai dari fase telur. Setelah menetas, telur akan menjadi ulat atau larva. Setelahnya, ulat akan berubah menjadi kepompong. Masa ini berlangsung selama berhari-hari. Jika sudah sempurna, kupu-kupu akan keluar dari kepompong.

Kupu-kupu ini lah yang kita kenal sebagai kupu-kupu pada umumnya. Kupu-kupu akan berkembang biak dengan cara bertelur. Dari telur tersebut, maka proses metamoforsis kupu-kupu kembali dimulai lagi.

1. Fase Telur
Fase pertama kupu-kupu adalah fase telur. Kupu-kupu berkembangbiak dengan cara bertelur dengan menaruh telurnya pada tanaman, biasanya di bagian ujung daun. Tiap kupu-kupu biasanya memiliki tanaman favorit untuk menaruh telurnya, artinya tidak asal pilih.

Telur kupu-kupu berukuran kecil dan biasanya berwarna putih. Dalam interval waktu 4 sampai 5 hari telur akan menetas dan kemudian menjadi ulat atau larva.

2. Fase Ulat/Larva
Fase kedua adalah fase ulat atau larva. Telur yang menetas menjadi ulat. Ulat biasanya makan daun-daunan yang menjadi tempat diletakkan telur sebelumnya. Pertumbuhan ulat cenderung cepat dan sering melakukan pergantian kulit secara alami. Hal tersebut disebut sebagai proses molting.

Ulat bisa berganti kuli tsampai 6 kali sebelum akhirnya menjadi kepompong. Saat ukuran tubuh ulat sudah cukup besar, maka ulat akan berhenti makan dan beristirahat sekitar 10 hari. Ia akan mencari tempat berlindung dan berubah menjadi kepompong yang merupakan fase berikutnya.

3. Fase Kepompong/Pupa
Fase berikutnya adalah fase kepompong atau pupa. Kepompong merupakan lanjutan dari fase ulat atau larva sebelumnya. Umumnya kepompong memiliki lapisan kulit yang lembut dan biasanya berwarna hijau atau cokelat. Corak pupa menyerupai bentuk kamuflase hewan sesuai dengan lingkungannya sehingga tak mudah dikenali.

Kepompong akan berdiam diri dan beristirahat, meski di dalamnya sebenarnya sedang terjadi proses pembentukan kupu-kupu. Durasi lama tahap kepompong pun bervariasi tergantung banyak faktor, biasanya paling cepat 7 hari sampai 20 hari.

4. Fase Kupu-Kupu
Fase terakhir proses metamorfosis kupu-kupu adalah menjadi kupu-kupu dewasa. Kupu-kupu akan keluar dari kepompong setelah perubahannya sudah sempurna. Awalnya sayap kupu-kupu akan tampak kusut dan kecil serta masih basah karena sebelumnya berada dalam kepompong.

Terdapat pula cairan hemolymph pada kupu-kupu agar ia bisa membentangkan sayapnya dan menumbuhkan tubuhnya. Saat pertama keluar, kupu-kupu akan merangkak ke dahan agar menjadi kering. Setelahnya kupu-kupu akan belajar untuk terbang dan hidup di luar kepompong.

Kupu-kupu akan mencari makan layaknya hewan lain. Makanan favorit kupu-kupu adalah sari atau nektar yang terdapat pada bunga. Interaksi kupu-kupu dan bunga juga menjadi salah satu contoh simbiosis mutualisme. Kupu-kupu akan berkembangbiak dengan cara bertelur. Telur ini kemudian menjadi tahap awal pada proses metamorfosis dari awal lagi.

Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel