Perbedaan Akulturasi dengan Dekulturasi Berdasarkan Dari Pengertian Contohnya

Dampak globalisasi membuat terbukanya sebuah negara untuk menerima pengaruh kerjasama di bidang sosial, dan otomatis juga membuka pintu bagi seni dan budaya untuk masuk. Orang asing yang datang akan serta merta membawa seni budaya dari tempatnya berasal dan juga kebiasaan-kebiasaan yang mereka lakukan di negaranya. Dan kemudian tanpa disadari akan terjadi perbedaan antara akulturasi dan asimilasi dan dekulturasi pada masyarakat setempat.


Perbedaan akulturasi dan dekulturasi dari pengertiannya

Apa itu akulturasi dan dekulturasi? Apakah perbedaan akulturasi dengan dekulturasi? Ini dia uraiannya:

Akulturasi adalah proses sosial pada suatu kelompok masyarakat ketika sebuah kebudayaan asing masuk. Ketika kelompok masyarakat itu dapat menerima kebudayaan asing tersebut untuk menjadi kebudayaan baru dalam kelompoknya, namun dengan tanpa menghilangkan kebudayaan lokal kelompok masyarakat tersebut.
Dekulturasi adalah salah satu unsur proses terjadinya akulturasi. Pada proses dekulturasi, masuknya budaya asing mampu menghilangkan budaya lokal yang telah ada karena dianggap lebih praktis dan bermanfaat.
Perbedaan akulturasi dan dekulturasi berdasarkan contohnya

Contoh akulturasi adalah kain asli Indonesia yaitu batik. Jika dulu batik hanya dibuat sebagai jarik, maka dengan masuknya budaya barat maka batik kini dibuat menjadi kemeja, blouse, gaun malam dan sebagainya.
Contoh dekulturasi adalah menghilangnya andong sebagai alat transportasi di Indonesia, digantikan oleh sepeda, motor dan mobil.
Dari kedua uraian dan contoh diatas dapat dilihat bahwa perbedaan akulturasi dan dekulturasi adalah pada hasil akhirnya. Jika dalam akulturasi kebudayaan lama masih ada, sedangkan pada dekulturasi kebudayaan lama menghilang.

Proses Percampuran Dua Kebudayaan

Proses akulturasi maupun dekulturasi dalam sebuah kelompok masyarakat akan berlangsung lama. Karena kelompok masyarakat tersebut akan selektif terhadap kebudayaan asing yang datang, melalui proses seleksi inilah kemudian sebuah kebudayaan akan diterima sepenuhnya atau ditolak sepenuhnya atau bercampur dengan kebudayaan lama. Agar lebih jelas tentang mekanisme percampuran dua kebudayaan yang berbeda, berikut uraiannya:

Unsur kebudayaan yang baru mudah diterima oleh masyarakat karena wujudnya yang nyata, misalnya adalah barang-barang elektronik, peralatan rumah tangga dan sebagainya.
Unsur kebudayaan yang baru mudah diterima karena sangat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat, misalnya traktor,  kendaraan bermotor, truk dan sebagainya.
Unsur kebudayaan baru mudah disesuaikan dengan penggunanya, misalnya internet, telepon genggam, listrik dan lain sebagainya.
Unsur kebudayaan baru sulit diterima oleh masyarakat karena tidak berwujud seperti contohnya ideologi bangsa.
Unsur kebudayaan baru sulit diterima karena dinilai tidak penting atau nilanya kecil bagi kehidupan kelompok tersebut, seperti misalnya tata cara meminum teh.
Unsur kebudayaan baru sulit disesuaikan dengan keadaan masyarakat setempat, contohnya adalah kendaraan roda empat akan sulit diterima oleh masyarakat di pegunungan karena medannya sulit.
Unsur kebudayaan lama sulit diganti karena fungsi luas atau sudah ditanamkan sejak kecil, misalnya kekerabatan matrilineal di Sumatra Barat.
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel