Pengertian Daftar Pustaka, Fungsi, Aturan Penulisan, Tujuan dan Contoh Menulis Daftar Pustaka yang Baik dan Benar

Pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai cara membuat dan contoh daftar pustaka yang baik dan benar. Bagi orang-orang yang sudah lama berkutat dalam dunia kepenulisan karya ilmiah atau sebuah buku, pastinya sudah tidak asing lagi dengan istilah daftar pustaka.

Pengertian Daftar Pustaka, Fungsi, Aturan Penulisan, Tujuan dan Contoh Menulis Daftar Pustaka yang Baik dan Benar

Daftar pustaka wajib ada ketika kita membuat suatu karya penulisan ilmiah karena memang salah satu syarat suatu karya penulisan ilmiah memiliki daftar pustaka. Namun, terkadang masih banyak orang yang bingung dan tidak mengetahui tata cara penulisan daftar pustaka dalam suatu karya ilmiah yang baik dan benar itu seperti apa. Bahkan fungsi dan tujuan daftar pustaka saja mereka tidak tahu sebenarnya untuk apa.

Oleh karena itu, pada artikel kali ini kami akan membahas mengenai contoh daftar pustaka dan tata cara penulisan daftar pustaka yang baik dan benar seperti apa. Yuk, langsung saja kita simak ulasannya berikut ini.

Pengertian Daftar Pustaka


Pastinya anda sudah sering menemui daftar pusataka yang ada di setiap buku yang biasanya akan berada pada bagian belakang sebuah buku. Tidak hanya dalam sebuah buku, daftar pustaka juga ada di seluruh jenis karya tulis, misalnya seperti skripsi, makalah, artikel, dan lainnya.

Nah, pertanyaannya adalah apa sih sebenarnya daftar pustaka itu? Jadi, pengertian daftar pustaka itu sendiri adalah suatu tulisan yang disusun dan terdapat di akhir suatu karya tulisan yang mana biasanya akan berisikan mulai dari nama penulis, judul tulisan, penerbit, identitas penerbit, hingga tahun terbit secara lengkap guna untuk dijadikan sebagai bahan rujukan atau sumber dari seorang penulis karya tulis tersebut.

Maksud dari hasil karya tulis tersebut adalah semua jenis karya tulis ilmiah misalnya seperti buku, skripsi, makalah, artikel dan lain sebagainya. Menurut kaidah penulisan, kita sebagai penulis dan pengutip sudah seharusnya mencantumkan sumber dari bacaan tertentu atau yang disebut dengan referensi pada akhir sebuah tulisan dalam bentuk daftar pustaka. Walaupun penulis hanya mengambil kutipan baik cuma beberapa kalimat bahkan paragraf yang berasal dari sumber bacaaan tertentu.

Jenis sumber bacaan yang dapat digunakan oleh penulis pun bermacam-macam sesuai dengan kebutuhan informasi yang ingin didapatkannya misalnya seperti majalah, surat kabar, jurnal buletin, ensiklopedi, hasil penelitian, terbitan berkala, dan yang lain seterusnya.

Masing masing sumber bacaan tersebut biasanya yang sering digunakan oleh orang-orang yang akan atau sedang membuat suatu karya ilmiah. Daftar pustaka biasanya akan diletakkan setelah isi karangan, kemudian ditulis di dalam suatu halaman khusus dan tersendiri pada suatu karya ilmiah.

Fungsi Daftar Pustaka

Kemudian pertanyaa selanjutnya yang ada dalam pikiran anda yakni kenapa daftar pustaka harus dituliskan dan apa fungsi dari daftar pustaka sebenarnya? Nah, untuk mengetahui apa fungsi dafatr pustak dan mengapa harus diletakkan di bagian akhir suatu karya ilmiah, berikut ini beberapa fungsi daftar pustaka dalam suatu karya ilmiah.
  • Daftar pustaka dibuat untuk membuktikan kejujuran penulis jika isi tulisan yang ada di karya ilmiah yang dibuat sepenuhnya bukanlah buah pemikirannya sendiri, akan tetapi ada separuh mengambil dari referensi yang lain;
  • Penulisan daftar pustaka memiliki tujuan sebagai tanda penghargaan serta pengakuan untuk sang penulis yang hasil pemikirannya berupa tulisan diambil untuk sumber referensi;
  • Untuk memudahkan pembaca yang ingin mendalami lebih jauh, misalnya pembaca ingin mengulas buku-buku atau sumber referensi yang dibuat dan lain sebagainya;
  • Memenuhi syarat dan ketentuan serta terpenuhinya kelaziman penulisan karya tulisan.

Aturan Penullisan Daftar Pustaka

Pada umumnya ada cara baku namun tidak mengikat dalam penulisan daftar pustaka. Hal ini karena masing-masing dari sumber karya tulis yang digunakan sebagai referensi berbeda-beda dan bermacam-macam. Adapun beberapa aturan yang digunakan dalam penulisan daftar pustaka pada umumnya adalah sebagai berikut.
  • Pembuatan daftar pustaka dirangkai menurut urutan abjad secara berurutan mulai dari atas hingga bawah,
  • Format penulisan daftar pustaka tidak menggunakan urutan huruf maupun angka.
  • Jarak yang digunakan dalam penyusunan masing masing sumber antara satu dengan yang lainnya lazimnya memakai jarak spasi.

Tujuan Penulisan Daftar Pustaka

Sedangkan pertanyaan mengenai tujuan dari penulisan daftar pustaka dalam suatu karya ilmiah adalah sebagai berikut.
  • Daftar pustaka merupakan suatu arakteristik khas penulisan karya ilmiah
  • Daftar pustaka berisikan kajian, rujukan dan juga sumber Ilmu Pengetahuan yang berkaitan.
  • Adanya daftar pustaka akan menghasilkan kepuasan batin untuk Penulis, Penerbit dan yang lainnya.
  • Dengan adanya daftar pustaka, kita akan mengetahui tempat penerbit atau kota sumber yang digunakan sebagai referensi.
  • Secara tidak langsung, daftar pustaka dapat menumbuhkan sikap kepercayaan pembaca.
  • Adanya daftar pustaka secara otomatis akan mendorong pembaca agar mencari materi bacaan atau ilmu pengetahun yang berhubungan dengan isi karya tulis.

Cara Menulis Daftar Pustaka

Dalam membuat atau menulis daftar pustaka tidaklah sembarangan, ada beberapa hal yang harus diperhatiakan dalam penulisan dan cara membuat daftar pustaka. Adapun beberapa hal tersebut adalah sebagai berikut.
  • Nama penulis
  • Tahun Terbit
  • Judul Buku / Karya
  • Tempat Terbit
  • Nama Penerbit
Diatas merupakan unsur-unsur yang harus ada dalam sebuah daftar pustaka. Sedangkan tata cara penulisannya juga tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Berikut beberapa aturan dari penulisan daftar pustaka yang harus anda perhatikan.

1. Nama penulis baik yang terdiri dari dua kata ataupun lebih. Untuk tata cara penulisannya, anda bisa membalik nama depan dan belakang dengan dipisahkan tanda koma (,);
Contonya, misa nama penulis bukunya adalah Ayu Alvinda, jadi penulisan pada daftar pustakanya dibalik menjadi: Alvinda, Ayu.

Note:

  • Apabila jumlah penulisnya ada dua orang maka, penulis yang dibalik namanya hanyalah pengarang yang pertama, lalu antara nama pengarang pertama dan yang kedua dituliskan kata ‘dan’.
  • Selanjutnya apabilan nama penulisnya terdiri dari tiga orang atau lebih, maka yang dituliskan hanyalah nama pengarang yang pertama dan tetap dibalik jika namanya terdiri dari dua elemen atau lebih diikuto dengan kata ‘dkk’ (dan kawan-kawan).

    Misalnya saja suatu buku yang ditulis oleh 4 orang yakni Debby Paula, Sinta Sintia, Rara Alvira dan Ayu Alvinda. Maka pada penulisan daftar pustaka ditulis: Paula, Debby dkk.

2. Ketika menuliskan nama pengarang atau penulis buku dalam daftar pustaka, maka anda tidak perlu menuliskan atau mencantumkan gelar kebangsawanan, gelar akademis maupun gelar keagamaan. Misalnya Sigit Irawan, S. Pd hanya ditulis: Irawan, Sigit

3. Urutan penulisan daftar pustaka bergerak ke arah samping kanan misalnya nama penulis (dibalik, diakhiri tanda titik), lalu dilanjutkan dengan tahun terbit (jika tidak tersedia, tulis saja ‘Tanpa Tahun’, diakhiri tanda titik), nama kota tempat terbit (diakhiri dengan titik dua), dan terakhir nama penerbit (diakhiri dengan tanda titik).

Misalnya satu buah buku yang judulnya Untuk Wanita yang Sering Datang ke Mimpiku yang dikarang oleh Sigit Irawantoro, M. Pd diterbitkan oleh PT Gramedia, Jakarta, di tahun 2018, maka pada daftar pustaka dicantumkan:
Irawantoro, Sigit. 2018. Untuk Wanita yang Sering Datang ke Mimpiku. Jakarta: PT Gramedia.

4. Judul Karya Tulisan Ilmiah atau judul buka yang dijadikan referensi dan dicantumkan dalam daftar pustaka ditulis miring atau italic.
Contohnya: Irawantoro, Sigit. 2018. Untuk Wanita yang Sering Datang ke Mimpiku. Jakarta: PT Gramedia.

5. Format susunan Penulisan Daftar Pustaka dalam karya ilmiah diurutkan berdasarkan abjad mulai dari A sampai Z sesuai dengan huruf-huruf awal dari Nama pengarang buku.


Contoh Daftar Pustaka

Berikut beberapa contoh daftar pustaka yang dapat anda jadikan referensi.

Contoh Daftar Pustaka dari buku

Format penulisannya:

Nama Pengarang (penulisan nama dibalik, misalnya Sigit Irawantoro, maka menjadi Irawantoro, Sigit). Tahun terbit. Judul buku. Tempat Terbit: Nama Penerbit.

Contoh:

Irawantoro, Sigit. 2018. Untuk Wanita yang Sering Datang ke Mimpiku. Jakarta: PT Gramedia.

Sekian informasi mengenai tata cara penulisan dan contoh daftar pustaka, semoga bermanfaat. Terimakasih.
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel