Mengenal Alat Musik Ritmis Lebih Dalam dan Melihat Contoh Alat Musik Ritmis

Contoh alat musik ritmis paling umum yang bisa kamu lihat adalah drum set yang sering digunakan oleh pemain band. Selain drum, sebenarnya masih ada beberapa contoh lain. Alat musik daerah juga banyak yang masuk dalam instrumen ritmis.

Banyak orang yang agak sedikit bingung dalam membedakan alat musik ritmis dan melodis. Sebenarnya untuk membedakannya cukup mudah. Alat musik melodis biasanya memiliki nada-nada tertentu, sedangkan alat musik ritmis lebih berfokus dalam menghasilkan beat.
Untuk mengetahui lebih dalam tentang alat musik ritmis dan contoh alat musik ritmis, mari kita kupas tuntas dengan pembahasan berikut.

Mengenal Alat Musik Ritmis Lebih Dalam dan Melihat Contoh Alat Musik Ritmis


Pengertian dan Manfaat Alat Musik Ritmis


Pada dasarnya alat musik ritmis adalah alat musik yang tidak menghasilkan nada. Irama yang dihasilkan mengandalkan pada perbedaan bunyi. Perbedaan bunyi didapatkan dari keras atau lembutnya pukulan dan juga dari ukuran alat musik yang dimainkan.

Mari kita lihat contoh alat musik ritmis yang paling umum yaitu drum. Pada drum set terdapat snare, bass, tom, floor, hihat, dan cymbal. Saat dipukul, setiap bagian ini memiliki karakter bunyi yang berbeda-beda. Dengan cara memukul bagian-bagian yang tepat, akan dihasilkan irama yang nyaman didengar telinga.

Pada komposisi musik memang tidak mewajibkan untuk menggunakan alat musik ritmis. Contoh yang cukup populer adalah duo Endah n Rhesa yang hanya mengandalkan gitar dan bass untuk menghasilkan musik. Ada juga komposisi musik klasik yang hanya sekedar menggunakan instrumen piano.

Itulah kelebihan alat musik melodis. Meski berdiri sendiri, alat musik melodis bisa menghasilkan komposisi musik karena memiliki nada.

Tapi jika dimasukan dalam sebuah komposisi musik, alat musik ritmis sangat berguna sebagai sebagai pengiring lagu dan pengatur tempo. Tempo adalah lambat atau cepatnya musik. Alat musik ritmis ini biasanya yang memegang peranan untuk menjaga tempo tetap stabil. Penggunaan alat musik ritmis juga bisa membangun atmosfer tertentu.

Ciri-Ciri Alat Musik Ritmis


Untuk ciri-ciri yang paling kelihatan, alat musik ritmis biasanya dimainkan dengan cara dipukul atau dikocok. Untuk alat musik yang dipukul, bisa dipukul menggunakan tangan atau menggunakan alat bantu.

Contoh alat musik ritmis yang dipukul menggunakan tangan adalah gendang, ketipung, rebana, konga dan lain-lain. Untuk alat musik ritmis yang dipukul menggunakan bantuan alat adalah drum set, perkusi set, triangle, dan lain-lain.

Contoh alat musik ritmis yang dimainkan dengan cara dikocok salah satu contohnya adalah marakas.

Seiring berkembangnya kreatifitas manusia, sekarang berbagai hal yang menghasilkan bunyi juga bisa digunakan sebagai alat musik ritmis. Ember, besi, meja, jika dipukul dengan cara tertentu bisa juga dimanfaatkan sebagai alat musik ritmis.

Contoh Alat Musik Ritmis

Selain drum set, ada beberapa contoh alat musik ritmis lainnya. Berikut beberapa contohnya
  • Gendang
    Gendang banyak ditemui sebagai pengiring kesenian tradisional seperti tari jaipongan, tari kuda lumping dan lain-lain. Gendang berbentuk tabung, terbuat dari kayu yang dilengkapi membran dari kulit di kedua ujung bagiannya.

    Jenis kayu yang biasanya digunakan untuk membuat gendang adalah kayu mahoni. Untuk membrannya, biasanya menggunakan kulit kerbau untuk bagian yang lebih besar (bagian yang menghasilkan suara ‘bam’) dan kulit kambing untuk bagian yang yang lebih kecil (bagian yang menghasilkan suata ‘chang’).
  • Ketipung
    Bagi penggemar dangdut, alat musik ini tentu tidak asing. Contoh alat musik ritmis ini berbentuk tabung, terdiri dari 2 bagian. Satu bagian yang besar dan satu bagian lebih kecil. Kedua bagian ini disatukan dan dimainkan secara bersamaan oleh satu penabuh.

    Vibe suara ketipung sudah sangat identik dengan musik dangdut terutama dangdut koplo.

    Ada contoh alat musik ritmis lain yang berasal dari India yang bentuknya menyerupai ketipung ini. Alat musik ini disebut Tabla. Bentuknya agak berbeda, tapi konsepnya hampir sama, ada 2 tabung dengan membran yang dipukul. Cara memainkannya pun memiliki sedikit kemiripan, meski kabarnya tabla membutuhkan teknik yang lebih rumit.
  • Tifa
    Tifa adalah contoh alat musik ritmis yang berasal dari Papua dan Maluku. Tifa bentuknya hampir sama seperti gendang. Berbentuk tabung dan dipasang membran yang dipukul untuk menghasilkan bunyi.

    Yang membedakan adalah bentuknya yang agak sedikit lebih ramping di bagian tengah. Selain itu, sisi yang dipasangi membran juga hanya satu sisi. Sisi yang berdiameter lebih besar dipasang membran, dan sisi berdiameter kecil dibiarkan berlubang.
  • Rebana
    Rebana sangat kental dikenal sebagai alat musik yang islami. Bentuknya membulat dan pipih. Bingkainya terbuat dari kayu dan terdapat membran pada satu sisinya. Pada alat musik ini juga terdapat lempengan logam yang dipasang pada sela-sela bingkai kayu.

    Rebana yang digunakan untuk musik hadroh dan qasidah memiliki beberapa bentuk. Tiap bentuk ini menghasilkan suara yang bervariasi. Ada yang lebih rendah bunyinya, ada juga yang lebih tinggi.

    Selain digunakan sebagai pengiring musik kasidah dan hadroh oleh orang Indonesia, rebana juga diguanakan sebagai pengiring untuk pertunjukan tari Zapin di Brunei, Malaysia dan juga Singapura.

    Di Eropa, bentuk alat musik semacam rebana ini juga dikenal sebagai tamborine.

  • Konga
    Konga bentuknya hampir mirip dengan gendang. Berbentuk tabung yang memanjang dengan bahan dasar kayu. Pada salah satu sisinya dipasang membran yang terbuat dari kulit binatang atau bisa juga dari plastik khusus.

    Jika gendang dimainkan pada posisi melintang, konga  dimainkan dalam posisi vertikal. Digunakan penyangga besi untuk menahan konga supaya bisa berdiri. Cara memainkannya dengan dipukul menggunakan tangan.

    Konga biasanya masuk dalam perkusi set.
  • Marakas
    Ini dia contoh alat musik ritmis yang cara memainkannya dengan cara digoyang atau dikocok. Suara yang dihasilkan seperti suara gemericik. Suara ini dihasilkan oleh butiran biji-bijian yang saling beradu dengan dinding marakas./

    Marakas bisa dibuat dari bahan plastik atau dari batok kelapa.
  • Triangle
    Alat musik ini sangat simple bentuknya. Terbuat dari besi yang berbentuk segitiga dan berbunyi “ting”. Untuk bisa menghasilkan bunyi, kamu tidak boleh memegang bagian tubuh dari triangle ini. Pada bagian atasnya biasanya terdapat pegangan khusus.

    Meski terkesan sederhana ternyata memukul triangle juga memiliki teknik.  Saat memainkan musik secara biasa, bagian yang dipukul adalah bagian sisi luar. Tetapi saat irama musik butuh perubahan cepat, kamu harus memukul pada sisi dalamnya untuk menghasilkan suara yang lebih keras.

    Triangle umumnya digunakan pada orkestra.
  • Cajon
    Alat musik ini saat ini tengah trend. Alat ini sering digunakan sebagai pengganti drum saat sebuah band sedang bermain dalam akustik set. Cajon terbuat dari kayu berbentuk seperti box. Pada sisi bagian depan, dilengkapi dengan snare yang membuat bunyinya lebih berirama.

Itu dia beberapa contoh alat musik ritmis. Meski tidak memiliki nada, alat musik ritmis memiliki kegunaan tersendiri sebagai pengiring komposisi musik. Alat musik ritmis tidak bisa dikesampingkan fungsinya sebagai pengatur tempo.
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel