Contoh Resume Karangan, Pengertian, Jenis Dan Contoh Resume Karangan Ilmiah

Contoh resume bisa  temukan untuk kebutuhan dunia kerja dan dunia pendidikan. Di dunia pendidikan, resume biasanya digunakan oleh mahasiswa atau dosen untuk membuat sebuah ringkasan dari suatu karya ilmiah. Resume dalam dunia pendidikan memiliki banyak bentuk. Bentuknya bisa berupa buku, jurnal, makalah maupun karya ilmiah lainnya.

Contoh Resume Karangan, Pengertian, Jenis Dan Contoh Resume Karangan Ilmiah

Selain di dunia pendidikan, ada juga contoh resume yang digunakan dalam dunia kerja atau dunia karir. Secara fungsi, resume hampir sama seperti CV, digunakan oleh pelamar kerja untuk menunjukan identitas dan latar belakangnya. Tapi secara bentuk, resume lebih ringkas daripada CV.
Berikut akan dibahas lebih mendalam mengenai resume karangan untuk kepentingan pendidikan.

Pengertian Resume


Resume di dunia pendidikan berarti sebuah ringkasan dari sebuah karangan panjang. Tulisan panjang tersebut dipangkas dan diambil beberapa bagian penting yang masuk dalam pokok pembahasan.
Contoh resume karangan ilmiah di dunia pendidikan biasanya digunakan Mahasiswa atau dosen sebagai cara efektif menjelaskan suatu inti karangan. Dengan bantuan resume ini, orang lain bisa memahami pokok karangan tanpa harus membaca keseluruhan tulisan yang panjang.

Resume bermula dari karangan yang panjang, kemudian dipangkas, diambil pokok-pokoknya saja. Bagian ilustrasi dan perincian dibuang. Resume harus tetap mempertahankan pikiran dari pengarang asalnya, dan tetap mempertahankan pendekatan aslinya.

Contoh resume yang banyak digunakan biasanya menggunakan bahasa yang lebih ringan. Hal ini karena tujuan dari pembuatan resume adalah untuk memberikan penjelasan dengan sederhana.

Jenis Resume


Ada beberapa jenis resume atau ringkasan yang umum digunakan. Berikut beberapa jenis resume yang umum ditemui.
  • Abstrak. Jenis ini merupakan ringkasan yang sangat singkat dan juga padat. Pada pembuatan karya ilmiah, abstrak umumnya akan diletakan di awal sebelum masuk materi utamanya. Pada karangan karya ilmiah, abstrak adalah ringkasan yang menunjukan gambaran besar dari karangan tersebut. Jika contoh resume yang umum menggunakan bahasa yang sederhana, pada penulisan abstrak gaya bahasanya harus sama dengan karangan aslinya, berikut sudut pandangnya. Penilaian pada abstrak juga harus disesuaikan dengan penilaian karangan aslinya. Sederhananya, abstrak adalah contoh resume yang hanya boleh memendekan teks, tidak boleh merubah bahasa maupun sudut pandangnya.
  • Ringkasan stricto sensu. Contoh resume Jenis ini merupakan hasil pencarian dari isi sebuah tulisan, wujud tulisan dari ringkasan menggunakan kata-kata sendiri. Ringkasan jenis ini hanya melakukan rangkuman pada pikiran utama, contoh-contoh, detail, ilustrasilustrasi, dan hal-hal spesifik lain dikesampingkan. Jenis ini harus mengikuti proporsi dan juga urutan dari naskah aslinya, tidak boleh menyertakan pandangan pribadi. Dengan kata lain, semua hal diluar naskah asli tidak boleh dimasukan dalam resume. Jenis ini banyak digunakan untuk kebutuhan sekolah.
  • Ikhtisar. Contoh resume Jenis ini memberikan kebebasan pada pembuat ringkasan untuk mengikuti tatanan dari karangan asli maupun meringkas menggunakan tatanan sendiri. Penggunaan bahasanya juga lebih fleksibel. Intinya, bentuk tulisan disesuaikan gaya pembuat resume. Keleluasaan ini tentu punya batasan. Pokok pikiran harus tetap sesuai dengan karangan aslinya. 

Cara Membuat Resume


Untuk memudahkan  untuk memahami tentang resume, berikut akan diuraikan cara membuat resume baik resume karangan berikut contoh resume karangan ilmiah.
Ada beberapa tahap yang bisa  ikuti untuk membuat resume karangan. Disini akan diulas 4 langkah yang bisa  terapkan untuk membuat contoh resume karangan ilmiah. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
  • Baca dengan seksama karya aslinya. Pahami dengan baik isi dari karangan tersebut. Lakukan secara berulang-ulang hingga  bisa mendapatkan pemahaman maksimal. Jika terdapat istilah yang sulit dimengerti, berilah tanda pada kata tersebut dan carilah penjelasan atau arti dari kata tersebut.
  • Setelah membaca dengan seksama, carilah gagasan utama dari karangan tersebut. Carilah pokok-pokok pikiran yang ingin disampaikan melalui karangan tersebut. Buatlah catatan dalam poin-poin untuk memudahkanmu. Pada karangan ilmiah yang panjang, kebanyakan berisi data-data dan kutipan-kutipan, carilah dengan seksama paragraf yang berisi pikiran pokok.
  • Mulai membuat contoh resume. Setelah semua poin yang berisi pokok pikiran dan gagasan utama dari karangan ilmiah, mulailah untuk menyusunnya.  tidak perlu mengikuti susunan seperti karangan aslinya. Gunakan bahasamu sendiri, hindari untuk copy paste dari naskah aslinya. Biasanya bahasa dari karangan ilmiah terlalu kaku, dengan bahasamu sendiri, naskah resume bisa dibuat lebih sederhana dan mudah dimengerti.
  • Setelah resume disusun, baca kembali. Pastikan tidak ada typo, kesalahan tanda baca, dan tata bahasanya sesuaikan dengan EYD. 
Contoh Resume Karangan Ilmiah

Resume bisa diaplikasikan untuk meringkas jurnal maupun buku. Berikut adalah contoh resume jurnal sederhana.

***
Judul Jurnal:

Implementasi Model Cooperative Learning .......
Peneliti:
Trimurti
Sumber Jurnal:
Jurnal Kependidikan Vol.39 ...... Universitas Negeri Semarang

Resume:

Saat proses pembelajaran sedang berjalan, seringkali ada banyak mahasiswa yang enggan bertanya pada dosen saat dirinya merasa kurang paham terhadap materi yang sedang dipelajari. Hal ini membuat suasana kelas menjadi pasif. Strategi pengajar (dosen) supaya mahasiswa bisa aktif adalah dengan melibatkan mereka dalam sebuah diskusi. Sayangnya strategi ini belum bisa terealisasikan dengan sempurna karena hanya beberapa mahasiswa saja yang menonjol dan berani mengemukakan pendapat. Sebagian lainnya hanya bisa menyimak diskusi. Suasana kelas perlu dirancang supaya seluruh mahasiswa bisa berinteraksi satu dengan yang lain untuk memecahkan masalah dari pengajar (dosen).

Cooperative Learning  adalah strategi pembelajaran yang menggunakan kelompok-kelompok kecil yang heterogen. Strategi ini bisa mencapai hasil yang maksimal dengan cara menerapkan lima unsur pokok yaitu saling ketergantungan yang positif, tanggung jawab secara individual, interaksi antar personal, keahlian dalam bekerja sama, dan proses kerja kelompok. Dalam model Cooperative Learning, mahasiswa diminta  menggunakan media komputer dalam proses pembelajaran. Hal ini supaya mahasiwa tidak hanya sekedar menguasai materi tapi juga berproses secara ketrampilan. Hasil belajarnya diperoleh mengunakan tes tertulis, tes lisan, tes observasi serta tugas kelompok dan tugas individu.

Dilihat hasil analisisnya, ada sebanyak 56% mahasiswa masuk kategori terampil, 22% cukup terampil, 19% sangat terampil dan hanya sebanyak 3% saja yang masuk kategori tidak terampil dalam menggunakan media komputer. Hasil ini dinilai cukup maksimal. Keterampilan berproses ini dinilai dari bagaimana cara presentasi dan hasil dari tugas kelompok mahasiswa.

Proses belajar akan menjadi efektif jika situasi kondusif bisa terwujud saat proses pembelajaran sedang berlangsung. Situasi kondusif ini terbentuk saat interaksi antara dosen dan mahasiswa berjalan dengan positif. Mahasiswa akan menjadi tertantang untuk bertanya, mengemukakan gagasan, dan menanggapi sesuatu karena mahasiswa merasa tidak takut berbuat kesalahan di dalam proses belajar. Hasil uji banding antara model Cooperative Learning dengan model pembelajaran konvensional didapatkan bahwa model Cooperative Learning lebih efektif meningkatkan hasil belajar dari mahasiswa.

Ada 3 manfaat yang bisa didapatkan oleh mahasiswa dengan penggunaan model Cooperative Learning, yaitu; penghargaan pada kelompok yang berhasil, meningkatkan tanggung jawab masing-masing anggota kelompok dan juga adanya kesamaan kesempatan untuk bisa berhasil.
***
Itu dia penjelasan mengenai resume karangan ilmiah dan contoh resume sederhana. Dengan penjelasan yang sudah diberikan diatas, diharapkan bisa sedikit memberikan pemahaman dan gambaran bagaimana untuk membuat resume.
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel