Contoh Naskah Drama Persahabatan Anak Sekolah Bahasa Indonesia

Contoh naskah drama biasanya dicari-cari oleh anak sekolah yang ingin menampilkan sebuah karya dalam suatu pentas seni. Tentunya anda sudah tidak asing lagi dengan kata drama. Ya, drama merupakan sebuah kegiatan memerankan suatu karakter tertentu hingga mendapatkan alur cerita yang baik serta menarik perhatian para penontonnya.

Contoh Naskah Drama Persahabatan Anak Sekolah Bahasa Indonesia

Nah, pengertian dari drama itu sendiri menurut istilah berasal dari bahasa Yunani yakni Draomai yang mana mempunyai makna seperti berlaku, berbuah dan juga bertindak. Drama merupakan sebuah perjalanan hidup atau kisah maupun sebuah alur hidup yang sengaja untuk di ceritakan kembali dan dapat di perankan oleh orang lain pada saat ini.

Namun, sebelum kita bisa memerankan sebuah karakter atau toko dalam sebuah drama, umumnya tentu kita akan melakukan pembuatan naskah drama terlebih dahulu. Naskah drama yang dibuat ini nantinya bisa dalam bentuk teks yang berisikan komposisi dari drama yang di tulis di atas kertas tersebut atau di ketik.

Dalam artikel ini kami akan memberikan contoh naskah drama yang baik dan benar dua orang tentang anak sekolah. Kami akan memberikan contoh naskah drama tentang sebuah persahabatan yang dimulai dari sekolah. Tentunya contoh naskah drama yang satu ini sangat mudah sekali untuk diperankan karena semuanya pasti pernah mengalaminya. Langsung saja mari kita simak contoh naskah drama anak sekolah berikut ini.

Contoh Naskah Drama Persahabatan Anak Sekolah 3 Orang 


Judul    : Teman Sekolah Baru

Tema    : Sekolah


Tokoh    : Ayu, Alvinda, Bu Ana


Sinopsis:

Ayu adalah siswi pindahan dari SMA lain yang pindah ke SMAN 17. Ayu pindah dari sekolah lamanya karena tidak nyaman dengan kelakuan siswa-siswi di sekolah lamanya tersebut. Ayu sebetulnya ingin homeschooling saja. Namun, orang tuanya tidak mengizinkan, karena orang tua Ayu ingin Ayu bisa sekolah sambil bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Ayu pun akhirnya memutuskan untuk mengikuti keinginan orang tuanya itu. Karena trauma, Ayu pun menjadi siswi yang tertutup di sekolah barunya. Namun, kehadiran Alvinda dan Bu Ana yang merupakan wali kelasnya, telah merubah diri Ayu.

Dialog:

Suatu hari di kelas XI IPS SMAN 17, Bu Ana yang merupakan wali kelas dari kelas XI IPS memperkenalkan kepada murid-muridnya seorang siswi baru bernama Ayu.
Bu Ana: “Halo selamat pagi semuanya. Hari ini kalian akan memiliki teman baru. Ibu akan memperkenalkan siswi baru pindahan dari SMAN lain kepada kalian semua, mohon diam dan diperhatikan ya. Ayo, Ayu, perkenalkan dirimu kepada teman-teman barumu.”

Ayu (dengan Yua datar): “Hai semua, nama saya Ayu. Saya pindahan dari SMAN lain. terima kasih.”
(murid-murid lain tidak bereaksi apapun, selain menatap heran Ayu yang memperkenalkan dirinya dengan Yua suara yang datar)

Bu Ana: “Terima kasih, Ayu. Oke, mulai hari ini dan seterusnya, Ayu akan menjadi bagian dari kelas kita. Ibu mohon kepada kalian supaya kalian memperlakukan Ayu dengan baik. Mengerti?”
Murid-murid: “Iya, Bu Guru.”

Bu Ana: ” Nah, Ayu, ayo silakan duduk. Kamu duduk di sebelah Alvinda ya (sambil menunjuk bangku Alvinda yang ada di sebelah kanan Bu Ana)”

Ayu: “Iya, Bu.” (Ayu pun duduk di bangku yang dimaksud Bu Ana tersebut)

Alvinda: “Hai, Ayu, namaku Alvinda.”

Ayu: “Iya, aku tahu. Kan tadi Bu Ana sudah bilang. ” (Alvinda berbicara dalam hati: Ih, sok ramah sekali anak ini. Nanti juga ujung-ujungnya dia pasti bakal menjahati dan menggosipi aku seperti siswi-siswi lain di sekolahku yang dulu, hmmmm)

Alvinda: Huh, kenapa sih perempuan ini? Diajak kenalan malah ketus jawabannya.

Ayu, Alvinda, dan murid-murid lainnya pun kemudian belajar seperti biasa. Singkat cerita, bel pulang pun berbunyi. Sekarang pelajaran pun telah usai. Murid-murid pun dipersilakan untuk pulang ke rumahnya masing-masing. Pada saat itu saat bel pulang tersebut berbunyi, Alvinda mengajak Ayu untuk pulang bersamanya.

Alvinda: “Yu, rumah kamu dimana? Kita pulang bareng, yuk.”

Ayu: “Kamu nggak usah tahu di mana rumahku. Lagian, aku bisa pulang sendiri.”
Ayu pun kemudian bergegas pergi dari hadapan Alvinda.

Alvinda: Huh, menyebalkan sekali anak itu. Apa harus aku gampar saja ya, biar dia tidak seenaknya begitu padaku? Ah, nggak usahlah! Nanti ujung-ujungnya ada masalah! Mending aku ceritakan saja kelakuannya pada Bu Ana, sekaligus aku tanya beliau soal kelakuannya itu. Kali aja Bu Ana tahu dari orang tua Ayu soal kelakuan anaknya tersebut.

Alvinda pun lalu bergegas ke ruang guru untuk mencari Bu Ana.
Di ruang guru

Alvinda: “Assalamualaikum.”

Bu Ana: “Waalaikumsalam. Eh, Alvinda. Ada apa datang ke sini?”

Alvinda: “Eh, Ibu, kebetulan Ibu di sini. Begini Bu, saya ingin cerita soal perlakuan Ayu ke saya.”

Bu Ana: “Loh, memangnya kenapa vin? apa yang sudah Ayu lakukan ke kamu sampai kamu mengadu ke Ibu?”
Alvinda pun menceritakan semua perlakuan Ayu tersebut kepada Bu Ana.
Bu Ana: “Oh, jadi begitu. Kebetulan, sebelum Ayu Ibu perkenalkan ke kelas, Ibu sempat berbincang sebentar dengan orang tuanya. Kata orang tuanya, Ayu itu pindah ke sini karena di sekolah sebelumnya dia sering diperlakukan tidak baik oleh teman-temannya. Jadi karena itulah, Ayu sekarang menjadi lebih tertutup dan trauma atas kejadian tersebut. Tadinya Ayu ingin di-himeschooling-kan leh orang tuanya. Tapi, orang tuanya tidak mau karena mereka ingin Ayu punya teman dan bisa berbaur dengan lingkungan di sekitarnya. Jadi, saran Ibu buat kamu, kamu jangan marah atau benci sama Ayu. Tapi, kamu justru harus membuat Ayu nyaman di sekolah kita. OK?”

Alvinda: “Oke, Bu.”
Keesokan harinya di kelas pada waktu istirahat.

Alvinda: “Yu, aku mau bicara sesuatu sama kamu. Boleh kan?”

Ayu: “Kamu mau bicara apa?”

Alvinda: “Yu, maaf kalau aku lancang. Yu, aku tahu dari Bu Ana soal alasan kamu pindah ke sekolah ini. Aku tahu itu berat buat kamu lupain, apa yang kamu alami di sekolah bikin kamu jadi waspada dan enggan bergaul sama aku dan yang lain seperti saat ini. Tapi Yu, murid-murid di sini tidak sama seperti di sekolah kamu dulu. Tapi kita berbeda Yu, Insya Allah aku dan teman-teman lainnya tidak akan melakukan apa yang dilakukan oleh teman-teman di sekolah kamu yang dulu. Aku tahu mungkin kamu nggak bakal langsung terbuka sama aku dan teman-teman baru kamu disini. Tapi, kalau kamu ada apa-apa, kamu nggak apa-apa cerita saja kepadaku dna teman-teman lainnya. Kami akan bantu kamu sebisa kami.”

Ayu: “Aku minta maaf ya Vir. Aku takut kalau nanti pada akhirnya kalian juga akan  nge-bully dan ngegosipin aku di belakang dan hanya baik di awal saja seperti yang sudah dilakukan teman-teman di sekolahku dulu. Aku masih trauma, jadi mungkin aku butuh banyak waktu supaya aku bisa terbuka dan percaya sama kalian dan mengatasi perasaan traumaku ini.”

Alvinda: “Ya, gapapa kok Yu, santai aja.”

Dan Alvinda pun memeluk Ayu. Semenjak itu, Ayu pun mulai membuka dirinya kepada Alvinda dan teman-teman lainnya.

Nah, bagaimana sangat menarik sekali bukan contoh naskah drama persahabatan anak sekolah diatas. Ini sangat cocok untuk dijadikan sebuah drama karena menceritakan kisah persahabatan anak sekolah yang memang sudah sering terjadi di sekitar kita. Anda juga bisa menambah tokoh dan karakter sesuai dengan kebutuhan anda. Semoga bermanfaat, terimakasih.
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel