Pengertian Sintaksis Beserta Struktur, Alat, Satuan, Ruang Lingkup Dan Objek Kajiannya Terlengkap

Pengertian Sintaksis

Secara etiomologi, Sintaksis ialah kata yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu “sun” yang berarti dengan dan “tattein” yang berarti menempatkan. Sehingga, secara etimologis sintaksis diartikan menempatkan bersama-sama kata menjadi kelompok kata atau kalimat.

Pengertian Sintaksis Beserta Struktur, Alat, Satuan, Ruang Lingkup Dan Objek Kajiannya Terlengkap

Sintaksis merupakan studi dan aturan dari hubungan kata satu sama lainnya sebagai penyatuan gagasan dan sebagai bagian dari struktur kalimat, studi dan ilmu bangun kalimat.

Lebih singkatnya, Sintaksis adalah studi penghimpunan dan tautan timbal balik antara kata-kata, frase-frase, klausa-klausa dalam kalimat.


Pengertian Sintaksis Menurut Para Ahli

Abdul Chaer
Menurut Abdul Chaer, Sintaksis adalah tatanan linguistik umum yang membicarakan kata dalam hubungannya dengan kata lain atau unsure lain sebagai suatu ujaran.

Ngusman Abdul Manaf
Menurut Ngusman Abdul Manaf, dalam bahasa Indonesia sintaksisi berarti cabang ilmu bahasa bidang gramatikal (tata bahasa) yang mengkaji tata kalimat.

Ramlan (1987:21)
Menurut Ramlan, Sintaksis adalah bagian atau cabang ilmu bahasa yang membicarakan seluk beluk wacana, klaimat, klausa, dan frasa.

Marjusman Maksan
Menurut Marjusman Maksan, Sintaksis adalah bagian atau bidang ilmu bahasa yang mempelajari tentang penyusunan kata, frasa, dan klausa, antara satu dengan yang lain atau antara sesamanya dalam suatu konstruksi yang memandang pengertian.

Verhaar (1981:70)
Menurut Verhaar, Sintaksis adalah menyelidiki semua hubungan antar kelompok kata atau antar frasa dalam suatu sintaksis itu. Sintaksis mempelajari hubungan gramatika di luar batas kata, tapi di dalam satuan yang disebut kalimat.

Struktur Sintaksis

Secara umum, struktur sintaksis terdiri dari subjek (S), predikat (P), objek (O), dan keterangan (K). Menurut Verhaar (1978), fungsi sintaksis terdiri dari unsur S,P,O,K tersebut adalah “kotak-kotak kosong” atau “tempat-tempat kosong” yang tidak memiliki fungsi apa-apa karena kekosongannya. Tempat kosong tersebut di isi oleh sesuatu yang berupa kategori dan mempunyai peran tertentu.

Contoh: Ayah melirik Ibu tadi pagi

Tempat kosong subjek di isi ayah (nomina), tempat kosong predikat di isi kata melirik (verba), tempat kosong objek di isi ibu (nomina), dan tempat kosong keterangan di isi oleh frase tadi pagi (nomina). Fungsi tersebut berupa kategori sintaksis yang memiliki peran-peran sintaksis. Ayah memiliki peran pelaku (agentif), melirik memiliki peran aktif, ibu memiliki peran sasaran dan kata tadi pagi memiliki peran waktu.

Susunan fungsi sintaksis tidak harus berurutan SPOK, karena keempat fungsi tersebut tidak harus selalu ada dalam setiap struktur sintaksis. Peran-peran yang ada dalam setiap struktur sintaksis berkaitan dengan unsur gramatikal yang dimiliki setiap sintaksis. Makna gramatikal unsur-unsur leksikal yang mengisi fungsi sintaksis sangat bergantung pada tipe atau jenis kategori kata yang mengisi fungsi predikat dalam sintaksis tersebut.

Alat Sintaksis
Alat sintaksis berfungsi untuk menunjang eksistensi struktur sintaksis terkecil. Adapun alat sintaksis diantaranya yaitu:

Bentuk Kata
Derajat bentuk kata dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Latin tidak sama. Dalam Bahasa Latin bentuk kata berperan mutlak sedangkan dalam Bahasa Indonesia tidak. Dalam bahasa latin urutan kata hampir tidak memiliki peran. Sedangkan dalam Bahasa Indonesia memiliki peranan penting.

Contoh:
(i) Ibu menyapu lantai
(ii) Ibu disapu lantai
(iii) Ibu tersapu (oleh) lantai

Konektor
Biasanya, konektor berupa morfem atau gabungan morfem yang secara kuantitas merupakan kelas yang tertutup. Konektor berfungsi untuk menghubungkan satu konstituen dengan konstituen lain baik yang berada dalam maupun diluar kalimat. Ada 2 jenis konektor diantaranya yaitu:

Konektor Koordinatif, yaitu konektor yang menghubungkan dua konstituen yang sama kedudukannya atau sederajat. Contohnya: dan, atau, tetapi.
Konektor Subordinatif, yaitu konektor yang menghubungkan dua buah konstituen yang kedudukannya tidak sederejat. Contohnya: kalau, meskipun dan karena.

Intonasi
Perbedaan modus kalimat Bahasa Indonesia ditentukan oleh intonasi daripada komponen segmentalnya. Batas antara subek dan predikat dalan Bahasa Indonesia ditandai dengan intonasi berupa nada naik dan tekanan.

Contoh kalimat: “Kucing makan tikus mati.”

(i) Kucing/ makan tikus mati
(ii) Kucing makan tikus? Mati
(iii) Kucing/ makan// tikus/ mati

Keterangan:
/: batas subjek predikat
//: batas klausa

Urutan Kata
Urutan kata adalah letak kata atau posisi kata yang satu dengan yang lain dalam suatu kontruksi sintaksis. Dalam Bahasa Indonesia urutan kata sangat penting. Perbedaan urutan kata menimbulkan perbedaan makna. Contohnya kontruksi tiga jam memiliki makna yang tidak sama dengan kontruksi urutan tiga jam. Namun ada bagian lain dari kalimat Bahasa Indonesia yang tidak bias dipindahkan tempatnya tanpa mengubah makna gramatikal kalimat tersebut.

Contoh:
(i) Tadi pagi Kakak menyapu Halaman
(ii) Kakak menyapu Halaman tadi pagi

Satuan Sintaksis
Berikut ini satuan-satuan sintaksis, diantaranya yaitu:

Kata
Kata adalah satuan terkecil dalam sintaksis. Kata berperan sebagai pengisi fungsi sintaksis, penanda kategori sintaksis dan penyatuan satuan atau bagian dari satuan sintaksis. Kata bisa dibedakan menjadi:

Kata Tugas (functionword), yaitu kata yang secara leksikal tidak memiliki makna, tidak mengalami proses morfologi, merupakan kelas tertutup, dan didalam penuturannya tidak bisa berdiri sendiri. Contohnya: dan, meskipun

Kata Penuh (fullwond), yaitu kata yang secara leksikal memiliki makna, memiliki kemungkinan untuk mengalami proses morfologi, merupakan kelas terbuka, dan bisa berdiri sendiri sebagai satuan tuturan.

Contohnya: kata-kata yang termasuk kategori nomina, verba, adjektiva, adverbial dan numeralia. Kata-kata tersebut bermakna leksikal dan bisa mengalami proses morfologis, sehingga bisa mengisi fungsi-fungsi sintaksis.

Frase
Frase adalah satuan gramatikal berupa gabungan kata yang bersifat non-predikatif atau gabungan kata yang salah satu fungsi sintaksis dalam kalimat. Contohnya: tanah tinggi, belum makan, kamar tidur dan lain sebagainya. Karena frase mengisi salah satu fungsi sintaksis, maka salah satu unsur frase bida di pindahkan sendirian.

Berikut ini jenis-jenis frase, diantaranya yaitu:

Frase Endosentrik, yaitu frase yang salah satu unsur/komponennya memiliki perilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya. Artinya salah satu komponennya bisa menggantikan kedudukan secara keseluruhan.

Frase Eksosentrik, yaitu frase yang komponennya tidak memiliki perilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya. Frase ini terbagi dua yaitu:

a. Frase eksosentrik yang direjtif/ frase preposional yaitu frase yang komponen pertamanya berupa preposisi dan komponen keduanya berupa preposisi atau kelompok kata (biasanya nomina)
b. Frase eksosentrik yang nondirektif, yaitu frase yang komponen pertamanya berupa artikulus (si, sang, yang, para, kaum) daan komponen keduanya berupa kelompok kata berkategori nomina, ajektiva atau verba.

Frase Apesitif, yaitu frase koordinatif yang kedua komponennya saling merujuk sesamanya sehingga urutan komponennya bisa dipertukarkan.

Frase Koordinatif, yaitu frase yang komponen pembentuknya terdiri dari dua komponen atau lebih yang sama dan sederajat dan secara potensial bisa dihubungkan oleh konjungsi koordinatif, baik tunggal maupun terbagi.

Klausa
Klausa adalah satuan sintaksis berupa runtutan kata-kata berkonstruktif predikatif. Klausa berpotensi menjadi kalimat tunggal karena didalamnya sudah ada fungsi sintaksis wajib yaitu, subjek dan predikat. Selain itu, klausa juga berpotensi untuk menjadi kalimat mayor.

Contohnya: Kakek membaca koran tadi pagi.

Contoh dalam kalimat majemuk koordinatif yang terdapat dua buah klausa: Nenek membaca majalah.

Contoh klausa yang terletak ditengah kalimat karena disisipkan sebagai keterangan tambahan : Gadis itu bukan cucu nenek

Jenis-Jenis Klausa

Berdasarkan strukturnya, klausa dikelompokkan menjadi:

a. Klausa Bebas, yaitu klausa yang memiliki unsur-unsur lengkap minimal subjek dan predikat, karena itu mempunyai potensi untuk menjadi kalimat mayor. Contohnya: Ibuku masih cantik.

b. Klausa Terikat, yaitu klausa yang memiliki struktur yang tidak lengkap. Unsur yang ada dalam klausa ini mungkin hanya subjek saja/objek saja/keterangan
saja. Contoh : Konstruksi “tadi pagi” yang bisa menjadi kalimat jawaban untuk kalimat tanya “Kapan kakek membaca koran?”

Berdasarkan kategori unsur segmental yang menjadi predikatnya, klausa dibedakan menjadi:

1. Klausa Verbal, yaitu klausa yang predikatnya berkategori verba. Misalnya: adik mandi, matahari terbit. Adapun tipe-tipe klausa verba, diantaranya yaitu:

a. Klausa Transitif, yaitu klausa yang predikatnya berupa verba transitif. Contohnya: Ibu menulis surat.
b. Klausa Intrasitif, yaitu klausa yang predikatnya berupa verba intransitif. Contohnya: Adik menangis ibu sedang memasak.
c. Klausa Refleksif, yaitu klausa yang predikatnya berupa verba refleksif. Contohnya: Kakak sedang berdandan.
d. Klausa Resiprokal, yaitu klausa yang predikatnya berupa verba resiprokal. Contohnya: Mereka bertengkar sejak kemarin

2. Klausa Nominal, yaitu klausa yang predikatnya berupa nomina/frase nominal. Contohnya: (Petani) Ayahnya petani di desa itu.

3. Klausa Ajektifal, yaitu klausa yang predikatnya berkategori ajektifa baik berupa kata maupun frase. Contohnya Ibu guru itu cantik sekali

4. Klausa Adverbial, yaitu klausa yang predikatnya berupa adverbial. ContohnyaL Nakalnya teramat sangat.

5. Klausa Preposisional, yaitu klausa yang predikatnya berupa frase yang berkategori preposisi. Contoh : Bibi ada di kamar, dia datang dari Bandung dan Paman pergi ke pasar

6. Klausa Numeral, yaitu klausa yang predikatnya berupa kata/frase numeralia. Contoh : Gajinya adalah tiga juta sebulan, anaknya ada tiga orang, dan taksinya ada sepuluh buah.

Kalimat
Kalimat adalah satuan sintaksis yang disusun dari konstituen dasar, yang biasanya berupa klausa, dilengkapi dengan konjungsi bila diperlikan, serta disertai dengan intonasi final.

Berikut ini jenis-jenis kalimat diantaranya yaitu:

Kalimat inti dan kalimat non inti.

Kalimat inti disebut juga kalimat dasar, yaitu kalimat yang dibentuk dari klausa inti yang lengkap bersifat deklaratif, aktif atau netral dan afirmatif.

Kalimat tunggal dan kalimat majemuk

Kalimat tunggal yaitu kalimat yang klausanya hanya satu, kalimat majemuk yaitu kalimat yang memiliki klausa lebih dari satu.

Macam-macam kalimat majemuk, diantaranya yaitu:

Kalimat majemuk koordinatif.
Kalimat majemuk subordinatif
Kalimat majemuk kompleks.

Kalimat mayor dan kalimat minor

Kalimat mayor adalah kalimat yang klausanya lengkap, minimal mempunyai subjek dan predikat dan kalimat minor adalah kalimat yang klausanya tidak lengkap, hanya terdiri dari S/P/O/K saja.

Kalimat verbal dan kalimat non verbal
Kalimat bebas dan kalimat terikat.

Wacana
Wacana adalah satuan bahasa yang lengkap sehingga dalam hirarki gramatikal merupakan satuan gramatikal tertinggi atau terbesar. Berdasarkan sarananya, wacana dibagi menjadi 2 yaitu Wacana lisan dan Wacana tulisan.

Objek dan Ruang lingkup Kajian Sintaksis
Objek kajian sintaksis merupakan struktur internal kalimat. Dalam sintaksis dikaji struktur frase, klausa, dan kalimat. Frase merupakan objek kajian sintaksis yang terkecil dan kalimat merupakan objek kajian sintaksis yang terbesar. Berkaitan dengan frase dikaji struktur frase, unsur pembentuk frase. Relasi antara unsur frase, proses pembentukan frase dan jenis frase.Berkaitan dengan klausa mengkaji struktur klausa, unsur pembentuk klausa, relasi antar klausa, proses pembentukan klausa dan jenis klausa. Berkaitan dengan kalimat mengkaji strukur kalimat, unsur pembentuk kalimat, relasi antar unsure kalimat dan jenis kalimat.
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel