Peristiwa-Peristiwa Sekitar PROKLAMASI Kemerdekaan

1. Berita Kekalahan Jepang
Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di kota Hiroshima (6 Agustus 1945) dan Nagasaki (9 Agustus 1945), sehingga Jepang menyerah kepada Sekutu pada tanggal 15 Agustus 1945. Berita kekalahan Jepang itu didengar oleh golongan muda dari siaran radio BBC London. Soekarno-Hatta tiba kembali di tanah air.

Kedatangan mereka disambutoleh Sutan Sjahrir yang lalu menyarankan agar Ir. Soekarno secepatnya memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia. Usul ini kemudian ditolak. Bung Karno menyatakan bahwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia harus dibicarakan dulu dalam rapat PPKI 18 Agustus 1945. Pendapat ini tak diterima oleh Sjahrir dan para pemuda sebab mereka masih berpendirian bahwa PPKI ialah badan buatan Jepang.

Akibat penolakan Soekarno-Hatta, para pemuda yang tak mau menyerah begitu saja, pada malam hari tanggal 15 Agustus 1945 mengadakan rapat di ruang Laboratorium Mikrobiologi di Pegangsaan Timur. Rapat dihadiri oleh tokoh-tokoh pemuda, seperti Soekarni, Jusuf Kunto, Syodanco Singgih, dan Chaerul Saleh.

Rapat yang dipimpin oleh Chaerul Saleh ini memutuskan guna sekali lagi membujuk supaya Soekarno-Hatta melepaskan ikatan dengan Jepang dan mengadakan musyawarah dengan mereka. Darwis dan Wikana diutus menemui Soekarno-Hatta untuk menyatakan kemauan golongan pemuda. Akan namun, Soekarno-Hatta tak menyetujui kemauan golongan muda sehingga timbul suasana tegang.

2. Peristiwa Rengasdengklok
Oleh karena terdapatnya perbedaan pendapat, kemudian gologan pemuda melakukan rapat kembali di Asrama Baperpi, Jalan Oikini 71 Jakarta pada dini hari tanggal 16 Agustus 1945. Rapat memutuskan untukmembawa

Bung Karno dan Bung Hatta ke luar kota agar tak terkena pengaruh Jepang. Tugas itu diserahkan kepadaSoekami, Jusuf Kunto, dan Syodanco Singgih. Pada dini hari tanggal 16 Agustus 1945, Soekarno-Hatta diamankan dan dipindahkan ke Rengasdengklok.

Pada sore harinya Ahmad Soebarjo menyusul ke Rengasdengklok dan setelah memberi jaminan kepada para pemuda bahwa selambat-lambatnya esok hari tanggal 17 Agustus 1945 Soekarno-Hatta akan memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia maka Cudanco Subeno, Komandan kompi tentara Peta di Rengasdengklok, memperbolehkan Soekarno-Hatta kembali ke Jakarta.

3. Perumusan Teks Proklamasi
Setelah tiba di Jakarta, segera diadakan pembicaraan antara anggota PPKI (golongan tua) dan para pemuda. Atas jasa Ahmad Soebarjo pertemuan tersebut diadakan di rumah Laksamana Muda Maeda di Jalan Imam Bonjol No. 1 Jakarta.

Menjelang pagi tanggal 17 Agustus 1945 teks Proklamasi dirumuskan oleh Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, serta Ahmad Soebarjo, serta saksi antara lain B.M. Diah, Sayoeti Melik, Miyoshi, Soekarni, dan Sudiro. Naskah Proklamasi yang ditulis tangan oleh Soekarno lalu didengarkan oleh seluruh peserta rapat yang telah menunggu.

Setelah mendapat persetujuan dan siapa yang menandatangani teks tersebut, lalu diketik oleh Sajoeti Melik dengan beberapa perubahan yang lalu ditandatangani oleh Soekarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia.

4. Upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Tepat pada hari Jumat tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB acara dimulai. Bung Karno dengan didampingi Bung Hatta tampil di depan mikropon. Setelah berpidato sejenak, Bung Karno pun membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Setelah membacakan teks Proklamasi dilanjutkan dengan pengibaran Sang Merah Putih yang diiringi lagu Indonesia Raya, ciptaan W.R. Soepratman oleh para hadirin. Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia berlangsung dalam waktu yang amat begitu singkat. Namun, peristiwa tersebut sebenarnya adalah titik kulminasi dari perjuangan panjang bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaan.

Demikian penjelasan mengenai PERISTIWA-PERISTIWA SEKITAR PROKLAMASI KEMERDEKAAN, semoga bisa bermanfaat.
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel