Membahas Materi Hubungan Nilai Norma Beserta Moral yang Saling Berkaitan Terlengkap

Penduduk kita ini kadang kala tampak kacau, Contohnya ketika adanya kerusuhan massa, atau kala tersedia histeris tergesa-gesa berasal dari krisis yang akan datang: tapi langsung ketertiban dipulihkan dan masyarakat terasa bergerak. Memang alur daripada kekacauan adalah keputusan dunia. Tatanan sosial layaknya yang disebut diperoleh melalui pengaturan tabiat manusia cocok bersama standar tertentu. Semua masyarakat sediakan standar ini untuk memutuskan tabiat yang pantas dan tidak pantas. Standar yang mengatur tabiat udah disebut norma sosial. Konsep norma adalah yang sentral di dalam sosiologi layaknya contoh norma hukum.
 
Membahas Materi Hubungan Nilai Norma Beserta Moral yang Saling Berkaitan Terlengkap


Arti Nilai Sosial


Dalam sosiologi, perhatian kami adalah pada nilai-nilai sosial. Nilai sosial adalah standar budaya yang perlihatkan kebaikan umum yang dianggap di inginkan untuk kehidupan sosial yang terorganisir. Ini adalah pemikiran apa yang benar dan perlu bagi masyarakat. Mereka memberikan makna dan legitimasi tertinggi untuk pengaturan sosial dan tabiat sosial. Mereka adalah sentimen abstrak atau cita-cita. Contoh nilai sosial yang perlu adalah, “persamaan kesempatan”. Ini secara luas dianggap sebagai obyek yang di inginkan di dalam dirinya sendiri.

Pentingnya nilai layaknya itu di dalam kehidupan sosial nyaris tidak bisa dibesar-besarkan. Nilai sosial berbeda berasal dari nilai individual. Nilai individu dinikmati atau dicari oleh individu yang dicari oleh seseorang untuk dirinya sendiri. Meskipun nilai-nilai ini umumnya dibagikan, mereka tidak jadi nilai sosial. Sebagai berbeda berasal dari nilai-nilai individu, nilai sosial mempunyai kandungan kepedulian pada kesejahteraan orang lain. Nilai-nilai sosial diatur di dalam kepribadian individu. Mereka mengatur pemikiran dan perilakunya.

Proses sosialisasi bertujuan untuk memasukkan nilai-nilai ini di dalam kepribadiannya, etos atau karakteristik mendasar berasal dari budaya apa pun merupakan cerminan berasal dari nilai-nilai dasarnya. Jadi terkecuali budaya Amerika didominasi oleh kepercayaan di dalam kemajuan materi, budaya India ditandai oleh spiritualisme, melewatkan diri sendiri, meninggalkan permohonan pribadi dan penghapusan ambisi.

Moral adalah prinsip intrinsik yang mengatur kehidupan masyarakat.


  • Moral terlebih di dalam hal ‘mendapatkan kekayaan’, ‘kepantasan pernikahan’ dan ‘kecenderungan pada kebaikan atau kekejaman di dalam tabiat kerja’. Jika seseorang menghasilkan kekayaan melalui usaha tulus kami sendiri tanpa menyontek atau mengambil maka kekayaan dianggap benar yang dianggap sebagai nilai ethical yang tinggi.
  • Kedua, terkecuali seseorang menjaga kepatutan pernikahan bersama tulus, setia dan berkomitmen, maka dianggap sebagai pasangan yang saleh, nilai ethical yang tinggi.
  • Ketiga, terkecuali seseorang di dalam jalinan sehari-harinya perlihatkan kecenderungan pada kebaikan ataupengasuhan di dalam tabiat kerja bukannya kekejamanatau eksploitasi, maka itu dianggap nilai ethical yang tinggi. Hidup tidak bermoral adalah dosa dan mengarah pada kejahatan.

Perbedaan nilai-nilai sosial menghasilkan struktur sosial yang berbeda dan pola tabiat yang diharapkan.


Hubungan Norma dan Moral

Norma adalah standar tabiat kelompok:

  1. Karakteristik perlu berasal dari kehidupan grup adalah bahwa ia miliki serangkaian nilai yang mengatur tabiat bagian individu. Seperti yang udah kami lihat, kelompok-kelompok tidak putus bersama jalinan yang stabil antar anggota. Kelompok adalah product jalinan antar individu.
  2. Ketika sejumlah individu berinteraksi, serangkaian standar berkembang yang mengatur jalinan dan cara tabiat mereka. Standar tabiat grup ini disebut norma sosial. B
  3. ahwa saudara laki-laki dan perempuan tidak boleh miliki jalinan seksual, seorang anak mesti tunduk kepada orang tuanya dan seorang paman tidak boleh bercanda bersama keponakan-keponakannya adalah ilustrasi norma-norma yang mengatur jalinan di antara sanak saudaranya.

Norma mencampurkan penilaian nilai moral:

  • ecord dan Buckman menyatakan “Norma adalah standar harapan tabiat yang dimiliki oleh bagian grup yang jadi daerah validitas persepsi dinilai dan kelayakan perasaan dan tabiat dievaluasi.” Anggota grup perlihatkan konsistensi khusus di dalam tabiat mereka.
  • Perilaku ini dianggap di inginkan oleh kelompok. Keteraturan di dalam tabiat semacam itu udah dijelaskan di dalam norma-norma sosial. Norma, di dalam penggunaan populer, bermakna standar. Dalam sosiologi, perhatian kami adalah pada norma-norma sosial, yakni norma yang di terima di dalam suatu kelompok. Mereka mewakili “generalisasi standar” perihal mode tabiat yang diharapkan.
  • Sebagai generalisasi standar mereka adalah rancangan yang udah dievaluasi oleh grup dan memasukkan penilaian nilai. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa norma-norma didasarkan pada nilai-nilai sosial yang dibenarkan oleh standar ethical atau penilaian estetika.
  • Norma adalah batasan pengaturan pola pada tabiat individu. Sebagaimana didefinisikan oleh Broom dan Selznick, ‘Norma adalah cetak biru untuk memutuskan batas tabiat di mana individu bisa melacak cara alternatif untuk mencapai obyek mereka.’ Norma tidak mengacu pada kecenderungan biasanya atau pusat manusia.

Mereka perlihatkan tabiat yang diharapkan, atau lebih-lebih tabiat ideal. Nilai ethical menempel pada mereka. Mereka adalah praktek model. Mereka memutuskan alur normatif grup layaknya contoh pelanggaran norma kesusilaan

Norma mengenai bersama dunia faktual

Mungkin tidak  dianggap bahwa norma-norma berwujud abstrak mewakili konstruksi khayalan. Sosiolog tertarik terlebih pada norma-norma “operatif”, yakni norma-norma yang dijatuhi sanksi sedemikian rupa supaya pelanggar mendapatkan penalti di dalam kelompok. Norma supaya efektif mesti mewakili bersama benar jalinan antara kejadian nyata. Mereka mesti mempertimbangkan kondisi faktual. Aturan yang mewajibkan semua pria untuk miliki dua istri akan tidak bernilai terkecuali rasio tipe kelamin tidak diizinkan. Oleh karena itu, proses normatif, karena dimaksudkan untuk mencapai hasil di dunia faktual, mesti mengenai bersama momen di dunia nyata.

Hubungan Pentingnya Norma

1. Masyarakat tanpa norma adalah mustahil

Norma terlalu perlu bagi masyarakat. Tidak bisa saja membayangkan masyarakat tanpa norma, karena tanpa norma tabiat tidak bisa diprediksi. Standar tabiat yang terkandung di dalam norma memberi perintah supaya jalinan relasi sosial berlangsung lancar terkecuali individu ikuti norma kelompok. Urutan normatif mengakibatkan alur faktual masyarakat manusia mungkin.

Jika tidak tersedia tatanan normatif tidak bisa saja tersedia masyarakat manusia. Manusia membutuhkan tatanan normatif untuk hidup di masyarakat karena organisme manusia tidak memadai komprehensif atau terintegrasi untuk memberikan respon otomatis yang secara fungsional memadai untuk masyarakat.

Manusia tidak bisa hidup sendiri. Ketergantungannya pada masyarakat tidak berasal berasal dari respon bawaan yang selalu pada rangsangan sosial mekanis melainkan berasal dari respon yang dipelajari untuk rangsangan yang berarti. Oleh karena itu ketergantungannya pada masyarakat pada kelanjutannya adalah ketergantungan pada suatu tatanan normatif.

2. Norma memberikan kohesi kepada masyarakat

Kita nyaris tidak bisa membayangkan grup manusia yang terpisah berasal dari norma-norma. Suatu grup tanpa norma akan mengfungsikan kalimat Hobbes, “Menyendiri, miskin, jahat, kasar dan pendek.” Organisme manusia untuk menjaga dirinya mesti hidup di dalam proses sosial yang diatur secara normatif. Sistem normatif memberikan kepada masyarakat suatu kohesi tanpa mana kehidupan sosial tidak mungkin. Kelompok-kelompok yang tidak bisa mengembangkan tatanan normatif dan menjaga pemeriksaan normatif atas bagian mereka gagal bertahan karena kurangnya kerjasama internal.

3. Norma mempengaruhi sikap individu


Norma mempengaruhi sikap individu dan motifnya. Mereka langsung mempengaruhi rancangan diri seseorang. Mereka adalah tuntutan khusus untuk bertindak yang dibuat oleh kelompoknya. Mereka jauh lebih stabil. Mereka miliki kemampuan untuk membungkam setiap sentimen abstrak yang di terima pada mulanya yang bisa saja mereka lawan. Mereka lebih diutamakan daripada sentimen abstrak. Menjadi bagian grup menyiratkan pembentukan sikap di dalam kaitannya bersama norma-norma kelompok. Individu jadi bagian yang baik sejauh ia mematuhi norma-norma.

Norma-norma pilih dan membimbing penilaian intuitifnya pada orang lain dan penilaian intuitifnya perihal dirinya sendiri. Mereka menuntun lo fenomena hati nurani, perasaan membimbing, suka ria dan depresi. Mereka lebih di dalam berasal dari kesadaran. Menjadi bagian kekeliruan terdiri berasal dari internalisasi norma-norma kelompok. Melalui internalisasi mereka jadi bagian berasal dari dirinya secara otomatis digambarkan di dalam perilakunya.

Norma tidak dibentuk oleh semua grup di dalam kaitannya bersama setiap tipe tabiat dan setiap kondisi yang memungkinkan. Mereka terbentuk di dalam hal-hal konsekuensi pada grup tertentu. Yang perlu adalah konsekuensi bagi suatu grup bergantung pada obyek utama dan obyek kelompok, jalinan grup itu bersama grup lain, dan kondisi lain di mana ia beroperasi layaknya norma-norma hukum. Demikian juga, area lingkup tabiat yang diatur oleh norma-norma terlalu banyak variasi di dalam kelompok-kelompok yang berbeda. Sebagai contoh, norma-norma beberapa grup bisa saja berhubungan terlebih bersama kasus etika, pas norma-norma grup lain bisa termasuk bidang kehidupan yang lebih luas termasuk pakaian, wujud hiburan, pendidikan, dan sebagainya.

Lebih lanjut, norma sosial yang beroperasi di dalam satu proses sosial bisa saja tidak beroperasi di proses sosial lainnya. Norma yang serupa tidak berlaku serupa untuk semua bagian masyarakat atau untuk semua situasi. Mereka disesuaikan bersama posisi yang dipegang orang di masyarakat dan pekerjaan yang mereka latih.

Jadi apa yang pantas untuk seorang wanita tidak selalu tepat untuk seorang pria, atau apa yang pantas untuk seorang dokter bisa saja tidak tepat untuk seorang guru. Jadi kesesuaian bersama norma selalu mencukupi syarat di dalam pandangan kondisi yang ditentukan secara sosial di mana mereka berlaku.
Norma menurut definisi menyiratkan rasa kewajiban. Ini memutuskan standar tabiat yang mesti diikuti. Banyak kasus kepribadian dan masyarakat umumnya adalah kasus ketidaksesuaian norma. Kesesuaian bersama norma adalah normal.

Individu sesudah menginternalisasi norma-norma, merasakan suatu hal layaknya keperluan untuk mengatur diri. Hati nuraninya akan mengganggunya terkecuali dia tidak melakukannya. Orang lebih lanjut akan menampik tindakannya terkecuali dia melanggar norma.
Dengan demikian, baik keperluan yang diinternalisasi maupun sanksi eksternal memainkan peran yang efektif di dalam mewujudkan kesesuaian pada norma-norma.

Pelanggar norma menderita sanksi berikut ini:
  1. Pelanggar norma menderita kehilangan hak
  2. Pelanggar dikenakan ejekan, denda, hukuman penjara.

Sebaliknya, mereka yang cocok bersama norma nikmati kerjasama yang diinginkan berasal dari orang lain, menjaga prestise yang baik di dalam grup dan terima penghargaan positif layaknya pujian, bonus dan promosi.
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel