Membahas Materi Pengertian Lelang Beserta Fungsi, Syarat, Ketentuan, Macam dan Contoh Lelang Terlengkap

Membahas Materi Pengertian Lelang Beserta Fungsi, Syarat, Ketentuan, Macam dan Contoh Lelang Terlengkap - Lelang adalah sistem membeli dan menjual barang atau jasa bersama cara menawarkan terhadap penawar, menawarkan tawaran harga lebih tinggi, selanjutnya menjual barang terhadap penawar harga tertinggi.

Membahas Materi Pengertian Lelang Beserta Fungsi, Syarat, Ketentuan, Macam dan Contoh Lelang Terlengkap


Sedangkan pengertian lelang menurut Undang-Undang No. 19 tahun 2000 Pasal 1, Lelang adalah penjualan barang atau jasa di wajah umum yang penawarannya dilakukan secara lisan atau tertulis melalui bisnis pengumpulan peminat atau calon pembeli.

Lembaga yang perihal bersama sistem lelang , diantaranya Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL); Balai Lelang, pengertian balai lelang adalah Badan Hukum Indonesia bersifat Perseroan Terbatas (PT) yang spesifik didirikan untuk melakukan aktivitas bisnis di bidang lelang; Pejabat lelang; Pemandu lelang.

Pengertian Lelang Menurut Para Ahli

Prof. Polderman
Menurut Prof. Polderman, Lelang adalah lat untuk mengadakan perjanjian atau persetujuan yang menguntungkan bagi bagi si penjual bersama cara mengumpulkan para peminat.

Mr. Wennek
Menurut Mr. Wennek, Auction is a system of selling to the public a number of individual iteme, one at a time commencing at a set time or a set day. The auctionser conducting the auction inrites offere of price for the item from the attenders.

Aqcultural Univesity of Negeringen
Menurut Aqcultural Univesity of Negeringen, Auctions are intermediary berneer buyers plus sailers . Their main objective is price discovery.

Fungsi Lelang

Ada 2 kegunaan lelang, diantaranya yaitu: kegunaan pribadi dan kegunaan publik.

Fungsi Privat Lelang
Fungsi pribadi lelang terbentuk sebab lelang merupakan salah satu cara mempertemukan customer dan penjual suatu barang atau jasa. Penjual atau calon customer didalam pelelangan sanggup bergabung secara sukarela bersama obyek untuk mendapatkan keuntungan.

Fungsi Publik Lelang
Fungsi ini tebentuk waktu lelang digunakan sebagai instrumen mobilisasi tugas umum pemerintah oleh aparatur negara. Kebijakan pemerintah memiliki tujuan untuk mencukupi kebutuhan/kepentingan umum. Berikut ini beberapa kegunaan publik lelang, diantaranya:
  • Penanganan aset yang dikuasai negara untuk menaikkan efisensi dan tertib administrasi dan pengelolaannya.
  • Memberikan pelayanan penjualan barang yang aman, cepat, tertib bersama harga wajar.
  • Menambah penghasilan negara berasal dari bea lelang.

Syarat dan Ketentuan Lelang

Adapun syarat dan ketentuan lelang, diantaranya:
  • Dilakukan dimuka umum
  • Dilakukan berdasarkan hukum yang berlaku
  • Dilakukan dihadapan pejabat
  • Dilakukan bersama bisnis pengumpulan minat atau calon pembeli
  • Dilakukan bersama penawaran harga
  • Ditutup bersama berita acara


Dasar Hukum Lelang di Indonesia

Adapun basic hukum lelang di Indonesia, diantaranya:
  • Undang-Undang Lelang (Vendu Reglement, Ordonantie 28 Februari 1908 Staatsblad 1908: 189 sebagaimana sudah beberapa kali diubah paling akhir bersama Staatsblad 1941:3);
  • Instruksi Lelang (Vendu Instructie, Staatsblad 1908: 190 sebagaimana sudah beberapa kali diubah paling akhir bersama Staatsblad 1930:85);
  • Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 27/PMK.06/2016 berkenaan Petunjuk Pelaksanaan Lelang

Macam-Macam Jenis Lelang

Berikut ini macam-macam tipe lelang, diantaranya:

Lelang Berdasarkan Hukum
Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 450/KMK 1/2002 dan sebagaimana sudah diubah bersama Peraturan Menteri Keuangan Nomor 40/PMK 07/2006, lelang sanggup diklasifikasikan menjadi:

1. Lelang Eksekusi
Lelang Eksekusi adalah lelang yang diselenggarakan untuk melakukan putusan atau eksekusi pengadilan atau dokumen lain, sesuai bersama peraturan perundang-undangan yang berlaku. Contoh lelang eksekusi diantaranya lelang harta pailit, lelang eksekusi hak tanggungan, lelang aset fiducia, lelang barang yang tidak dikuasai atau dikuasai negara, lelang eksekusi barang rampasan kejahatan, lelang eksekusi pajak dan lain sebagainya.

2. Lelang Non Eksekusi
Lelang non eksekusi adalah lelang yang tidak terjalin bersama putusan atau eksekusi pengadilan oleh pemerintahan. Ada 2 tipe lelang non eksekusi, yaitu:

a. Lelang Non Eksekusi Sukarela
Lelang non eksekusi sukarela adalah lelang atas barang atau jasa milik individu, pihak swasta, badan hukum, atau milik badan bisnis yang dilakukan secara sukarela. Contoh lelang non eksekusi sukarela diantaranya pelelangan lukisan, barang antik, barang langka dan lain sebagainya.

b.  Lelang Non Eksekusi Wajib
Lelang Non Eksekusi Wajib adalah lelang untuk mobilisasi penjualan (biasanya dilakukan oleh BUMN, BUMD, atau instansi pemerintah non PNS) yang diwajibkan oleh Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku untuk dijual melalui lelang. Contoh lelang non eksekusi diantaranya lelang barang milik negara/daerah, lelang barang milik BUMN/BUMD, Lelang kayu dan hasil hutan lainnya berasal dari tangan pertama, Lelang aset Bank Indonesia dan lain sebagainya.


Berdasarkan Cara Penawarannya

Adapun tipe lelang menurut cara penawarannya, yaitu:

1. Lelang Konveksional
Lelang konveksional adalah lelang yang dilakukan dihadapan pejabat lelang secara langsung.

2. Lelang Online
Lelang online adalah lelang yang dilakukan bersama dipasang di web spesifik dan peserta lelang sanggup mengikuti acara lelang secara online bersama koneksi internet. Lelang ini terasa terlihat sejak internet berkembang pesat.

Sistem Penawaran dan Pembayaran Lelang

Sistem penawaran harga suatu barang didalam pelelangan sanggup dilakukan bersama lisan, tertulis, dan tertulis dan lisan (jika penawaran tertinggi belum mencapai nilai batasnya).

Sedangkan didalam sistem pembayaran lelang, customer yang sudah ditetapkan sebagai pemenang terhadap barang atau jasa spesifik mesti untuk membayar: harga lelang, bea lelang (Pajak), uang miskin dan pungutan lain yang diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan yang belaku.

Pembayaran lelang sanggup dilakukan secara tunai selambat-lambatnya 3 hari kerja setelah pelelangan berakhir. Pembeli terhitung sanggup menunda atau menangguhkan pembayarannya lebih berasal dari 3 hari kerja kecuali mencukupi syarat spesifik dan mendapatkan izin berasal dari Direktur Jenderal Piutang dan Lelang Negara.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Membahas Materi Pengertian Lelang Beserta Fungsi, Syarat, Ketentuan, Macam dan Contoh Lelang Terlengkap"

Posting Komentar