Membahas Materi Pengertian Mudharabah Beserta Sifat, Syarat, Rukun, Macam Jenis dan Skema Mudharabah Terlengkap

Membahas Materi Pengertian Mudharabah Beserta Sifat, Syarat, Rukun, Macam Jenis dan Skema Mudharabah Terlengkap - Menurut bahasa, Mudharabah berasal berasal dari kata dharb yang artinya memukul atau berjalan. Menurut istilah, Mudharabah adalah akad kerjasama bisnis pada dua pihak yaitu pemilik dana sebagai pihak pertama penyedia semua dana dan pihak pengelola dana sebagai pihak ke-2 yang mengelola dana dan keuntungan bisnis dibagi cocok kesepakatan semua pihak sedang kerugian finansial di tanggung oleh si pengeola dana.

Membahas Materi Pengertian Mudharabah Beserta Sifat, Syarat, Rukun, Macam Jenis dan Skema Mudharabah Terlengkap


Mudharabah adalah bentuk kerja mirip pada dua atau lebih pihak di mana pemilik modal (shahibul amal) mempercayakan sejumlah modal kepada pengelola (mudharib) bersama dengan perjanjian di awal. Bentuk kerja mirip ini memastikan kerja mirip bersama dengan kontribusi 100% modal berasal dari pemilik modal dan keahlian berasal dari pengelola.

Pengertian Mudharabah Menurut Para Ahli

Imam Hanafi
Menurut Imam Hanafi, Mudharabah adalah akad syirkah didalam keuntungan, satu pihak pemilik modal dan satu pihak kembali pemilik jasa.

Imam Maliki
Menurut Imam Maliki, Mudharabah adalah akad perwakilan, dimana pemilik harta mengeluarkan sebagian hartanya untuk dijadikan modal kepada orang lain sehingga modal selanjutnya diperdagangkan dengan pembayaran yang sudah ditentukan (mas dan perak).

Mazhab Hanabilah
Menurut Mazhab Hanabilah, Madharabah adalah pmilik harta mengeluarkan sebagian hartanya dengan ukuran spesifik kepada orang lain untuk diperdagangkan dengan bagian dari keuntungan yang sudah diketahui.

Mazhab Syafi’i
Menurut Mazhab Syafi’i, Madharabah adalah akad yang pilih seseorang menyerahkan hartanya kepada orang lain untuk diperdagangka.

Mazhab Hambali
Menurut Mazhab Hambali, Mudharabah adalah dukungan modal spesifik dengan kuantitas yang menyadari secara total dan semaknanya kepada orang yang sudi melakukan usaha dengan beroleh bagian spesifik dari hasil keuntungannya.


Sifat Utama Mudharabah

Adapun pembawaan Mudharabah yaitu:

A. Berdasarkan prinsip bagi hasil dan berbagi risiko
  • Keuntungan dibagi berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak
  • Kerugian finansial menjadi beban pemilik dana tetapi pengelola tidak mendapatkan imbalan atas usaha yang dilakukan.
B. Pemilik dana tidak diperbolehkan mencampuri pengelolaan usaha sehari-hari Mudharabah dijalankan oleh dua orang yang membawa maksud yang mirip tapi kapasitas yang berbeda, antara lain :
  • Pemilik modal yang tidak mampu mengelola modalnya atau tidak miliki sementara untuk mengelolanya
  • Orang yang tidak miliki modal tapi miliki keahlian didalam mengelola modal supaya mampu membuahkan keuntungan yang nantinya dapat dibagi hasil sesuai akad/perjanjian awal. 

Syarat Mudharabah

Adapun syarat yang wajib dipenuhi suatu akad mudharabah yaitu:
  • Masing-masing pihak mencukupi beberapa syarat kecakapan wakalah.
  • Modal (ra’s al-mal) wajib sadar jumlahnya. Bukan berbentuk barang dagang, bermakna wajib berbentuk harga ubah (tsaman) dan penyerahan wajib tunai seluruhnya kepada pengusaha.
  • Sebelum terdapatnya jatah keuntungan milik bersama, presentase keuntungan dan sementara jatah wajib disepakati dengan dan dinyatakan dengan jelas.
  • Modal yang sudah diserahkan pemodal bakal dikelola pebisnis dan memiliki hak tanpa campur dari pihak pemodal.
  • Kerugian ditanggung seluruhnya oleh pemodal. Pihak pekerja termasuk mengalami kerugian kendati bukan dari modal, tapi dari hasil kerjanya. 


Rukun Mudharabah

Suatu akad mudharabah bakal terlaksana jikalau mencukupi rukun-rukun selanjutnya ini:

a. Pelaku (pemilik modal maupun pelaksana usaha)
Rukun akad mudharabah serupa bersama rukun jual beli, disempurnakan nisbah keuntungan. Transaksi dalam bakal mudharabah melibatkan dua pihak. Pihak pertama sebagai pemilik modal (shahibul maal) dan pihak ke-2 sebagai pengelola usaha (mudharib atau amil). Jadi, tanpa dua pihak selanjutnya tidak bakal terlaksana akad mudharabah.

b. Obyek mudharabah (modal dan kerja)
Pihak shahibul maal menyerahkan modal sebagai object mudharabah dan keahlian (kerja) diserahkan pelaksana usaha sebagai object mudharabah.

c. Persetujuan ke-2 belah pihak (ijab-qabul)
Persetujuan dari ke-2 pihak adalah konsekuensi komitmen sama-sama mau (an-taroddin minkum). Artinya, ke-2 pihak perlu setuju untuk bersama mengikatkan diri dalam bakal mudharabah. Pemilik modal setuju sebagai penyedia dana, dan pelaksana usaha setuju bersama tanggung jawab menyerahkan keahlian kerjanya.

d. Nisbah keuntungan
Nisbah atau bagian keuntungan ini merupakan ciri khas yang tersedia pada mudharabah gara-gara nisbah tidak tersedia dalam akad jual beli. Nisbah mencerminkan imbalan yang berhak di terima oleh pihak yang tentang dalam akad mudharabah. Imbalan untuk pemodal atas penyertaan modal dan imbalan kepada mudharib atas kontribusi kerjanya. Dengan Nisbah atau bagian keuntungan ini yang dikatakan dapat menghambat terjadinya perselisihan salah satu keduanya.

Macam-Macam Mudharabah

Dari faktor transaksi antara pemilik dan pekerja, para ulama fikih membagi akad mudharabah ada 2 yaitu Mudharabah Mutlaqah dan Mudharabah Muqayyadah.

Mudharabah Mutlaqah

Mudharabah mutlaqah adalah penyertaan modal tanpa syarat. Pengusaha (mudharib) bebas melakukan bisnis apa saja dan mengelola modal cocok dengan keinginannya asalkan mampu mendatangkan keuntungan.

Teknik mudharabah mutlaqah dalam bank yaitu kerjasama antara bank dengan mudharib atau dalam hal ini nasabah yang mampu mengelola suatu bisnis yang produktif dan halal atau yang punyai keahlian atau keterampilan lainnya. Hasil atau keuntungan yang diperoleh dari pemanfaatan dana dibagi berdasarkan nisbah yang udah disepakati.

Contoh product mudharabah mutlaqah diantaranya Tabungan Mudharabah dan Depostio Mudharabah.

Mudharabah Muqayyadah
Mudharabah muqayyadah adalah penyertaan modal bersama dengan syarat tertentu, bermakna tidak semua bisnis sanggup ditunaikan bersama dengan modal tersebut, jadi hanya bisnis yang telah ditentukan yang boleh dikelola.

Teknis mudharabah muqayyah di dalam bank yakni akad kerjasama antara shahibul maal bersama dengan bank. Modal yang di terima dari shahibul maal dikelola bank untuk diinvestasikan ke di dalam proyek yang ditentukan pemilik modal. Hasil keuntungan yang didapatkan dibagi sesuai nisbah yang telah disepakati bersama.

Berikut ini, misal product Mudharabah Muqayyadah, diantaranya:
  • Mudharabah Muqayyadah On Balance Sheet (investasi terikat) yakni pengelolaan dana yang punyai syarat agar mudharib hanya melaksanakan mudharabah di bidang, waktu, cara dan tempat tertentu. Jenis mudharabah ini merupakan simpanan khusus (restricted investment) yang bermakna pemilik dana memilih syarat yang perlu dipatuhi pihak bank. Contohnya, disyaratkan untuk bisnis khusus atau nasabah tertentu.
  • Al Mudharabah Muqayyadah Of Balance Sheet yakni jenis mudharabah yang penyerahan dana mudharabah langsung pada pelaksana bisnis dan bank hanya bertugas sebagai perantara yang mempertemukan antara pemilik dana bersama dengan pelaksana usaha. 


Skema Mudharabah

Berikut ini ialah skema al mudharabah:

Membahas Materi Pengertian Mudharabah Beserta Sifat, Syarat, Rukun, Macam Jenis dan Skema Mudharabah Terlengkap

0 Response to "Membahas Materi Pengertian Mudharabah Beserta Sifat, Syarat, Rukun, Macam Jenis dan Skema Mudharabah Terlengkap"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Loading...