Membahas Materi Pengertian Bea Cukai Beserta Ciri, Aspek, Tugas dan Fungsi Bea Cukai Terlengkap

Membahas Materi Pengertian Bea Cukai Beserta Ciri, Aspek, Tugas dan Fungsi Bea Cukai Terlengkap - Istilah bea cukai tertuang dalam UU No. 17 Tahun 2006 kepabeanan tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 tahun 1995.

Bea adalah pungutan negara yang dikenakan terhadap barang-barang yang dimpor dan diekspor. Sedangkan cukai adalah pungutan negara yang dikenakan terhadap barang-barang khusus yang membawa sifat ataupun karakteristik yang ditetapkan dalam udang-udang.

Membahas Materi Pengertian Bea Cukai Beserta Ciri, Aspek, Tugas dan Fungsi Bea Cukai Terlengkap


Bagi yang memberi tambahan pengawasan dan mengurus tentang bea cukai disebut bersama Kepabeanan. Atau lebih jelasnya, pengertian kepabeanan adalah segala suatu hal yang terkait bersama pengawasan lalu lintas barang yang masuk atau terlihat area pabean dan pemungutan bea masuk.

Ciri-Ciri Cukai

Cukai merupakan pungutan negara yang dikenakan terhadap narang khusus bersama beraneka pertimbangan yang miliki sifat atau karakteristik. Berikut beberapa ciri cukai diantaranya:
  • Konsumsi perlu dikendalikan
  • Peredarannya diawasi
  • Penggunaannya dapat menimbulkan pengaruh negatif bagi penduduk ataupun dalam lingkungan hidup.
  • Penggunannya membutuhkan pembebanan pungutan negara demi terciptanya keadilan dan keseimbangan (barang yang dicirikan sebagai barang mewah atau bernilai tinggi) dikenai cukai.

Cukai merupakan keliru satu type pajak tidak langsung, tapi cukai miliki perbedaan yang memadai mendasar bersama pajak tidak segera lainnya. Perbedaan cukai dan pajak yaitu cukai dikenakan terhadap barang khusus secara selektif dan pengenaan cukai setiap type barang berbeda, sedang pajak umumnya dikenakan secara umum dan miliki satu tarif untuk semua object cukai.


Aspek Kepabeanan

Adapun aspek-aspek kepabeanan yaitu:

Aspek Keadilan
Aspek keadilan, berarti kewajiban bagi kepabeanan yang cuma terhadap anggota penduduk yang jalankan suatu aktivitas kepabeanan dan terhitung terhadap mereka yang dibutuhkan dalam hal situasi yang sama.

Pemberian insentif
Pemberian intensif khususnya bagi investor dan produsen. Insentif ini dapat disebutkan layaknya Tempat Penimbunan Berikat, Gudang Berikat yang dibedakan pembebasan dan/atau keringanan dalam impor mesin dan terhitung bahan baku dalam rangka terlaksananya suatu ekspor dan pertolongan persetujuan impor barang sebelum saat adanya pelunasan bea masuk yang dikerjakan (pre notification). Meskipun miliki sifat yang bertahap dan waktu waktu, tapi diinginkan dapat memberi tambahan manfaat dan membantu adanya perkembangan perekonomian nasional.

Netralitas
Netralitas disimpulkan sebagai wujud tidak adanya diskriminasi dalam layanan kepabeanan dan dalam pemungutan bea masuk untuk menjauhkan distori yang dapat menggangu perekonomian nasional.

Kelayakan Administrasi
Kelayakan administrasi ini dikerjakan secara tertib, sederhana, transparan dan terhitung terkendali. Tertib administrasi akan berikan pengaruh yang berfungsi atas pengurangan penyimpangan yang mungkin dapat terjadi dan berisiko lewat kehadiran keputusan yang menyadari dan penegakan hukum.


Tugas Bea Cukai

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Keuangan dan dipimpin oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai. Direktoral Jenderal Bea dan Cukai bertugas dalam menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan yang tersedia di bidang pengawasan dan terhitung penegakan hukum, tentang layanan dan terhitung tentang optimalisasi penerimaan negara yang tersedia di bidang kepabeanan dan cukai yang cocok bersama ketentuan keputusan perundang-undangan.

Fungsi Bea Cukai

Adapun manfaat Bea Cukai yaitu:

a. Melakukan perumusan tentang kebijakan yang berada dibidang penegakan hukum, layanan dan pengawasan optimalisasi penerimaan negara yang berada di bidang kepabeanan dan cukai.

b. Melaksanakan kebijakan yang berada di bidang pengawasan, penegakan hukum, layanan dan optimalisasi penerimaan negara yang berada di bidang kepabeanan dan cukai

c. Menyusun norma, standar, prosedur dan persyaratan yang tersedia di bidang pengawasan, penegakan hukum, layanan dan optimalisasi penerimaan negara yang berada di bidang kepabeanan dan cukai

d. Memberikan bimbingan tehnis dan supervisi dibidang pengawasan, penegakan hukum, layanan dan optimialisasi penerimaan suatu negara di bidang kepabeanan dan cukai

e. Melakukan pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai

f. Melaksanaan manfaat lainnya diberikan kepada Menteri Keuangan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel