Inilah Materi Pengertian Badan Hukum, Ciri, Bentuk, Jenis dan Teori Badan Hukum Menurut Para Ahli Terlengkap

Inilah Materi Pengertian Badan Hukum, Ciri, Bentuk, Jenis dan Teori Badan Hukum Menurut Para Ahli Terlengkap - Badan hukum ialah organisasi atau perkumpulan yang didirikan bersama akta yang otentik dan didalam hukum diperlakukan sebagai orang yang miliki hak dan kewajiban atau disebut termasuk bersama subyek hukum yang bisa bersifat orang atau badan hukum.



Pengertian badan hukum yang lain, badan hukum adalah subjek hukum (pelaku) yang tidak berwujud, atau wujudnya tidak nampak seperti manusia biasa tetapi miliki hak dan kewajiban melaksanakan perbuatan hukum seperti orang privat (natural person).

Pengertian Badan Hukum Menurut Para Ahli

E. Utrecht
Menurut E. Utrecht, Badan Hukum (rechtpersoon) adalah badan yang berkuasa atau berwenang menurut hukum jadi pendukung hak yang tidak berjiwa atau lebih tepatnya bukan manusia.

R. Subekti
Menurut R. Subekti, Badan Hukum adalah suatu badan atau bisa terhitung disebut dengan perkumpulan yang punyai hak untuk bisa jalankan kelakuan seperti manusia dan punyai kekayaan sendiri, bisa menggugat atau digugat di depan hakim.

R. Rochmat Soemitro

Menurut R. Rochmat Soemitro, Badan hukum (rechtpersoon) adalah suatu badan yang bisa punyai harta, hak dan juga kewajiban seperti orang (manusia) pribadi.

Maijers

Menurut Maijers, Badan Usaha adalah sesuatu yang jadi pendukung hak dan kewajiban.

Logemann
Menurut Logemann, Badan Usaha adalah suatu personifikasi atau sutu perwujudan hak dan kewajiban. Hukum organisasi pilih susunan intern personifikasi tersebut.

Ciri-Ciri Badan Hukum

Adapun tanda-tanda atau karakteristik badan hukum yang bisa menjadi subyek hukum yaitu:
  • Memiliki kekayaan yang menggerakkan kegiatan didalam badan hukum
  • Memiliki hak dan kewajiban yang terpisah dari orang yang menggerakkan badan hukum
  • Terdaftar sebagai badan hukum
  • Cakap didalam melaksanakan tingkah laku hukum
  • Memiliki akte notaris pada pendiriannya 


Bentuk Badan Hukum

Menurut E. Utrecht/Moh. Soleh Djidang di dalam pergaulan hukum, bentuk badan usaha dikelompokan jadi beberapa tipe yaitu:

a. Perhimpunan (vereniging) yaitu sebuah perkumpulan yang dibentuk dengan sukarela dan sengaja oleh orang-orang yang miliki obyek untuk memperkuat kedudukan atau kapabilitas ekonomis mereka, mengurus masalah sosial dan pelihara kebudayaan. Contohnya layaknya Perusahaan Negara, Perseroan Terbatas (PT) dan joint venture.

b. Persekutuan orang (gemmenschap van mensen) yaitu bentuk badan hukum yang dibentuk oleh aspek kemasyarakatan dan politik dalam sejarah. Contohnya layaknya desa, kabupaten, provinsi dan negara.

c. Organisasi yang didirikan berdasarkan undang-undang tapi tak sekedar dua tipe badan hukum di atas.

Jenis Badan Hukum

Adapun jenis-jenis badan hukum, diantaranya yaitu:

a. Badan Hukum Publik
Badan Hukum Publik (publiekrecht) adalah badan hukum yang didirikan berdasarkan hukum publik atau badan hukum yang sesuaikan jalinan pada negara dan/atau aparatnya dengan warga negara yang menyangkut keperluan umum/publik, seperti hukum pidana, hukum tatanegara, hukum tata usaha negara, hukum world dan lain sebagainya. Contoh Badan Hukum Publik seperti Negara, Pemerintah Daerah, Bank Indonesia.

b. Badan Hukum Privat
Badan Hukum Privat (privaatrecht) adalah badan hukum yang didirikan atas basic hukum perdata atau hukum sipil atau perkumpulan orang yang mengadakan kerja serupa atau membentuk badan usaha dan merupakan satu kesatuan yang memenuhi syarat yang ditentukan hukum. Badan Hukum Privat yang bertujuan Provit Oriented contohnya seperti Perseroan Terbatas atau Non Material, contohnya seperti Yayasan.

Teori Badan Hukum

Berikut ini sebagian teori badan hukum, diantaranya:

a. Teori Fiksi (Fictie Theorie)
Menurut Teori berasal dari Von Savigny badan hukum sebatas buatan negara saja. Badan hukum sebatas fiksi, yaitu sesuatu yang sesungguhnya tidak ada, tetapi orang menghidupkannya didalam bayangan sebagai subjek hukum yang sanggup melaksanakan tingkah laku hukum layaknya manusia.

b. Teori Harta Kekayaan Bertujuan (doel vermogents theorie)
Teori ini timbul berasal dari colltiviteitstheorie dan dikemukakan oleh sarjana Jerman A. Brinz, dan diikuti oleh Van der Hayden didalam bukunya yang berjudul Lehrbuch der Pandecten. Teori ini menyatakan bahwa badan hukum sebatas sebagai badan bersama dengan keperluan tertentu, dan manusialah yang jadi subyek murni berasal dari hukum.

c. Teori Kekayaan Bersama (Propriete Collective Theorie)
Teori ini dikemukakan oleh sarjana jerman Rudolf von Jheering yang kemudian diikuti oleh Molengraaft, Marcel Planiol, dan Apeeldorn. Teori ini menyatakan bahwa badan hukum tidak lain merupakan perkumpulan manusia yang memiliki hak dan kewajiban masing-masing, teori ini tidak menganggap badan hukum sebagai abstraksi maupun organisme, untuk itu apa yang merupakan hak dan kewajiban badan hukum merupakan hak dan kewajiban anggotanya bersama, begitu terhitung kekayaan badan hukum itu terhitung punya bersama, tidak boleh dibagi.

d. Teori Organ
Menurut teori ini, badan hukum bukan abstrak (fiksi) dan terhitung bukan kekayaan (hak) yang tidak bersubjek, tetapi badan hukum adalah sesuatu organisme riil yang benar-benar menjelma didalam pergaulan hukum yang sanggup membentuk keinginan sendiri bersama dengan perantara alat yang ada padanya layaknya pengurus dan anggota-anggotanya.

e. Teori Kenyataan Yuridis (juridishe realiteitsleere)
Teori ini dikemukakan oleh sarjana Belanda E.M Meijers dan dianut oleh Paul scolten. Menurut teori ini, Badan hukum adalah wujud riil dan kongkrit layaknya halnya manusia, meskipun tidak sanggup diraba, ini menekankan bahwa hendaknya didalam mempersamakan badan hukum bersama dengan manusia terbatas sampai pada bidang hukum saja.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel