Nilai-Nilai yang Terkandung dalam Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-hari

Nilai-Nilai yang Terkandung dalam Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-hari - Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Bangsa yang berdaulat di atas kakinya sendiri. Bangsa yang keberadaannya udah dianggap sebagai suatu negara oleh semua dunia. Sebagai negara yang berdaulat, tentu saja Indonesia punyai hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di dalamnya guna tercapainya Indonesia yang adil, makmur, tertib, aman, dan sejahtera bagi semua rakyat Indonesia. Hukum dan peraturan perundang-undangan ini terhitung merupakan suatu langkah supaya obyek pembangunan nasional di Indonesia bisa tercapai bersama baik dan berkeadilan di semua wilayah negara kesatuan republik Indonesia ini.

Nilai-Nilai yang Terkandung dalam Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-hari


Kita mengetahui bahwa terkandung peraturan mengenai tata kronologis hukum di dalam hukum dan peraturan perundang-undangan Indonesia menurut Undang-Undang No. 12 Tahun 2011 mengenai pembentukan peraturan perundang-undangan. Di dalamnya disebutkan bahwa terkandung model dan kronologis di dalam peraturan perundang-undangan Indonesia. Urutan pertama yang menjadi dasar dari semua hukum dan peraturan perundang-undangan adalah Undang-Undang Dasar Tahun 1945. Urutan selanjutnya adalah Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat. Urutan ketiga yaitu Undang-Undang atau Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPU), namun kronologis ke-empat yaitu Peraturan Pemerintah. Urutan kelima adalah Peraturan Presiden. Urutan ke-enam dan ketujuh yaitu Peraturan Daerah (tingkat provinsi) dan Peraturan Daerah Kabupaten/Kota.

Dalam hukum tertinggi negeri ini, yaitu UUD 1945, dicantumkanlah sebuah dasar negara yang menjadi pedoman hidup negara ini. Dengan ada ia, maka semua sendi kehidupan negara Indonesia perlu berdasarkan apa-apa yang tercantum di dalamnya. Dasar negara itu adalah Pancasila. Keberadaan Pancasila beserta rumusan tiap silanya disebutkan di dalam pembukaan UUD 1945 alinea ke-empat. Pada kesempatan ini penulis akan memaparkan terhadap pembaca mengenai nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila.

Sejarah dan Kelahiran Pancasila

Pancasila merupakan ideologi dasar dari negara Indonesia. Pancasila berasal dari bhs Sanskerta yaitu panca yang berarti lima dan sila yang berarti asas atau prinsip. Hal ini mencerminkan bahwa Pancasila merupakan wejangan kehidupan berbangsa dan negara bagi setiap warga negara Indonesia. Isi dari Pancasila yaitu:
  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan di dalam permusyawaratan/perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi semua rakyat Indonesia.
Kelima sila ini-lah yang kita kenal kala ini dan mendasari setiap kebijakan publik yang berlaku di tengah masyarakat. Kita bisa mengetahui terhadap peristiwa BPUPKI, yaitu terhadap tanggal 1 Maret 1945, para pendiri negara membentuk suatu badan yang dikenal bersama nama Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Pada pidato pembukaan badan ini, sang ketua, Dr. KRT Radjiman Wedyodiningrat mengajukan pertanyaan terhadap para anggotanya, “apa dasar negara Indonesia yang akan langsung kita wujud ini? Itulah pertanyaan yang mendasari lahirnya Pancasila. Terdapat banyak usulan spesial dari para anggota mengenai dasar negara Indonesia. Yang paling terkenal adalah usulan dari Muhammad Yamin dan Ir. Sukarno. M. Yamin terhadap pidatonya tanggal 29 Mei 1945 memberikan rumusan dasar negara yang beliau namai sebagai Lima Dasar, yang berisi: Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat. Latar belakang dari kelima dasar ini adalah sejarah, agama, peradaban dan tata negara yang udah lama bertumbuh di Indonesia.

Rumusan dasar negara yang berasal dari Ir. Soekarno bernama Pancasila. Rumusan ini disampaikan terhadap pidato berjudul “Lahirnya Pancasila” terhadap 1 Juni 1945 yang nantinya diperingati sebagai hari kelahiran Pancasila dan menjadi hari libur nasional sejak th. 2017. Pancasila yang beliau rumuskan berbunyi: kebangsaan Indonesia, ketuhanan, internasionalisme atau peri kemanusiaan, mufakat atau demokrasi, dasar perwakilan, dasar permusyawaratan, dan kesejahteraan. Setelah melalui banyak rapat dan sidang, BPUPKI melalui unitnya, yaitu panitia sembilan, selesaikan rumusan dasar negara seperti yang kita kenal kala ini dan rumusan dasar negara berikut disetujui di dalam Piagam Jakarta terhadap tanggal 22 Juni 1945. Sejatinya peristiwa pancasila di dalam rentang kala yang singkat, tapi melalui proses panjang perjuangan kemerdekaan. Oleh gara-gara itu, udah seharusnyalah setiap warga negara Indonesia tanpa jika mengetahui nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila.

Arti Terkandung di dalam Pancasila

Kamus Besar Bahasa Indonesia membatasi kata “nilai” di dalam konteks kemanusiaan sebagai hal-hal yang penting atau berfungsi bagi kemanusiaan.  Ketika kita mengupas nilai Pancasila, maka di dalamnya terbagi menjadi dua golongan, yaitu nilai fundamental, nilai instrumental, dan nilai praktis. Arti dari nilai fundamental yaitu bahwa setiap sila di dalam Pancasila berbentuk penting untuk dilakukan. Tidak boleh tersedia perubahan terhadap sila-sila tersebut. Nilai yang kedua, yaitu nilai instrumental, merupakan pelaksanaan dari setiap nilai fundamental. Nilai instrumental ini kebanyakan berbentuk norma-norma di dalam kehidupan masyarakat. Entah berbentuk norma sosial, norma hukum, atau norma lainnya  yang nantinya akan diterapkan terhadap instansi yang sesuai. Nilai ini penting gara-gara ia menjadikan Pancasila relevan di setiap pertumbuhan zaman yang dihadapi oleh Indonesia.

Nilai yang ketiga adalah nilai praktis. Nilai ini mewajibkan kita untuk mewarnai segala apa yang kita laksanakan di dalam kehidupan sehari-hari. Nilai praktis mengindikasikan hidup atau tidaknya nilai fundamental dan nilai instrumental Pancasila di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di tengah masyarakat. Secara singkat, jalinan dari ketiga nilai berikut yaitu nilai dasar direalisasikan di dalam wujud nilai instrumental yang nantinya diterapkan ke di dalam nilai praktis. Selanjutnya kita akan mengupas nilai-nilai yang terkandung di dalam kelima sila. Silakan liat pemaparan selanjutnya, sebagai berikut:

Nilai- Nilai Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa

Sila pertama di dalam Pancasila yang berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa terlalu nampak punyai makna kemerdekaan beragama bagi bangsa Indonesia di dalamnya. Sila ini menjadikan setiap warga negara Indonesia bebas menganut dan menggerakkan ibadah sesuai bersama agama dan keyakinan masing-masing. Secara lebih lanjut, berikut ini adalah nilai-nilai yang terkandung terhadap sila pertama Pancasila:

1. Keyakinan Adanya Tuhan

Keyakinan bangsa ini akan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa beserta sifat-sifat ketuhanan yang menyertainya. Misalnya, Maha Kuasa, Maha Bijaksana, Maha Adil, Maha Pengasih, Maha Pengampun, Maha Penyayang, dan sifat suci lainnya yang cuma dimiliki oleh Tuhan. Keyakinan ini menjadi penting gara-gara jikalau kita melihat terhadap peristiwa yang dimiliki oleh Indonesia terhitung sejak jaman prasejarah, maka udah terlalu lama bangsa ini yakin akan kehadiran Tuhan. Dan menjadi sesuatu yang bertentangan bersama Pancasila jikalau terkandung warga negara yang tidak mempercayai ada Tuhan.

2. Ketakwaan Pada Tuhan

Setiap keyakinan udah semestinya beriringan bersama ketakwaan. Takwa di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia punyai makna yaitu suatu kesadaran diri yang diikuti bersama hasrat untuk menaati segala perintah Tuhan dan menjauhkan segala laranganNya. Dengan bertakwa, maka seseorang akan tenang hidupnya. Ketakwaan yang sejati akan menghadirkan situasi religius yang damai di Indonesia.

3. Toleransi Antar Umat Beragama

Saat ini terkandung enam agama yang dianggap oleh hukum dan peraturan perundang-undangan di Indonesia, yaitu Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Budha, dan Kong Hu Chu. Perbedaan di pada agama dan keyakinan ini dijembatani oleh nilai toleransi antar umat beragama yang dibawa oleh sila ketuhanan Yang Maha Esa. Apabila tidak tersedia toleransi, maka bukan tidak kemungkinan jika berjalan perpecahan di pada penduduk Indonesia. Toleransi mengajarkan kita untuk saling hormat menjunjung di pada umat beragama yang nantinya akan menjadikan persatuan dan kesatuan di Indonesia.

4. Kebebasan Memeluk dan Menjalankan Agama


Sila ketuhanan yang Maha Esa memberikan suatu kebebasan yang bertanggung jawab bagi setiap warga negara Indonesia untuk memeluk agama yang sesuai bersama dirinya masing-masing. Tidak boleh berjalan pemaksaan di dalam hal agama seseorang. Agama merupakan keliru satu hak asasi manusia yang keberadaannya dilindungi oleh hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Maka, memelihara kedamaian di dalam hal agama dan ibadah merupakan keliru satu kewajiban pemerintah dan segenap rakyat Indonesia.

5. Meliputi Nilai-Nilai Sila Kedua Hingga Sila Kelima

Alasan sila ketuhanan yang Maha Esa menjadi sila yang pertama di dalam kronologis kelima sila yaitu sila pertama ini yaitu gara-gara nilai-nilai terhadap sila pertama meliputi semua sila setelahnya. Keempat sila berikut merupakan penjabaran lebih lanjut dari sila ketuhanan Yang Maha Esa. Empat sila paling akhir sebenarnya merupakan dasar di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang bersumber dari sila pertama.

Kelima nilai ini mencerminkan mengisi dari sila pertama Pancasila, dan nantinya nilai-nilai ini menjadi dasar bagi setiap peraturan perundang-undangan yang merupakan anggota dari nilai instrumental Pancasila. Nilai instrumental berikut nantinya diwujudkan bersama nilai-nilai praktis yang diamalkan oleh segenap warga negara Indonesia.

Nilai-Nilai Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Sila ke dua di dalam Pancasila ini mewakili nilai-nilai kemanusiaan. Kita memahami bahwa semua rakyat Indonesia merupakan manusia yang notabene punyai peristiwa kelam mengenai kejahatan kemanusiaan sepanjang ratusan th. supaya sila kemanusiaan yang adil dan beradab menjadi keliru satu hal di dalam dasar negara yang perlu ditaati oleh setiap warga negara Indonesia. Berikut ini merupakan penjabaran nilai-nilai yang terkandung di dalam sila ke dua Pancasila:

1. Kesamaan Derajat di Antara Setiap Warga Negara


Pada jaman lantas bangsa ini mengalami peristiwa panjang yang cukup kelam untuk diingat. Namun peristiwa panjang itu jugalah yang menjadikan kita semua lebih bijaksana di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tentunya kita semua tidak lupa penderitaan akan ketidakadilan dan kebiadaban para penjajah yang menimpa leluhur kita di jaman lalu. Dengan ada sila kemanusiaan yang adil dan beradab, maka dijaminlah kesamaan derajat semua manusia yang di negara ini. Keadilan semestinya bukan sesuatu yang mahal bagi kita. Sila ini memerintahkan segenap bangsa, baik pemerintah maupun rakyat untuk berlaku adil di dalam setiap hal.

2. Simbol Pengakuan Atas Kemanusiaan


Kata beradab yang tercantum di dalam rumusan sila ke dua ini membuktikan sekaligus memperingatkan manusia supaya tetap beradab terhadap setiap kesempatan di dalam hidupnya. Adanya adab kemanusiaan ini akan membuahkan efek positif yaitu rasa saling mencintai di pada sesama manusia dan mengembangkan sikap tenggang rasa supaya ketertiban dan keamanan di tengah penduduk kita. Tenggang rasa terlalu penting dijalankan oleh semua rakyat gara-gara dengannya berjalan rasa saling hormat menjunjung atau sayang menyayangi.

3. Berani Membela Kebenaran

Kebenaran dan keadilan merupakan dua buah kata yang saling melengkapi. Ketika kita memaknai sila kemanusiaan yang adil dan beradab, maka kita diharuskan untuk tetap menegakkan kebenaran dan keadilan di dalam setiap kesempatan. Oleh gara-gara itu, kita tidak boleh semen-mena atau zalim kepada orang lain. Pun ketika orang lain semen-mena terhadap diri kita, maka kita tidak boleh begitu saja menerimanya. Kita perlu tetap membela diri kita. Dengan begitu, kita udah menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

4. Rasa Bangga Bangsa

Menjunjung tinggi kemanusiaan mirip bersama bangsa ini mengangkat harkat martabatnya sendiri. Bangsa kita setara bersama semua bangsa di dunia ini. Tidak tersedia alasan mengapa bangsa Indonesia perlu direndahkan di dalam pergaulan internasional. Sila ini mengajarkan kita bahwa kita perlu bangga terhadap diri kita sendiri. Rasa bangga berikut perlu pula kita kembangkan menjadi sikap saling hormat menjunjung dan siap bekerja mirip bersama bangsa lain di dalam rangka raih obyek pembangunan nasional.

5. Meliputi Nilai-Nilai Sila Ketiga Hingga Kelima


Sila kemanusiaan yang adil dan beradab merupakan keliru satu wujud pengejawantahan sila pertama. Namun, nilai-nilai sila ke dua ini meliputi dan menjadikan nilai-nilai ketiga sila berikutnya.

Dengan mengetahui nilai-nilai terhadap sila kemanusiaan yang adil dan beradab ini, kita dikehendaki untuk tetap menjunjung nilai kemanusiaan dan berani membela kebenaran dan keadilan. Selain itu, adab kita di dalam kehidupan sehari-hari terhitung perlu sesuai bersama sila-sila terhadap Pancasila.

Nilai-Nilai Sila Ketiga: Persatuan Indonesia

Sila ini menjadi keliru satu pengikat di pada warga negara Indonesia. Sebagai suatu negara yang di dalamnya terkandung begitu banyak keragaman di dalam hal suku, agama, ras, adat, wilayah, dan sebagainya, sila ini menjadi angin segar yang bersama indahnya menjadikan persatuan sebagai suatu dasar negara Indonesia. Di bawah ini merupakan uraian lebih lanjut mengenai nilai-nilai yang terkandung di dalam sila ketiga Pancasila:

1. Rasa Persatuan dan Kesatuan

Ratusan juta penduduk Indonesia merupakan kuantitas yang terlalu besar untuk disatukan. Seringkali terkandung egoisme yang udah menjadi sifat dasar manusia yang menjadi penyebab terjadinya perpecahan. Sila persatuan Indonesia mengajarkan kita untuk tetap menjadi spesial yang berlawanan bersama sifat egois tadi. Kita diminta (dan diwajibkan) tetap memasang rasa kesatuan dan persatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa di atas keperluan diri maupun keperluan golongan.

2. Rela Berkorban Demi Bangsa dan Negara

Adanya persatuan di tengah rakyat Indonesia menjadikan kita lebih bisa untuk memperjuangkan keperluan negara ini. Dengan mendengar atau membaca sila ketiga ini, kemungkinan kita langsung teringat akan perjuangan terhadap jaman penjajahan yang bermodalkan persatuan di pada rakyat Indonesia. Maka dari itu, sila ketiga mengajarkan kita kerelaan berkorban demi keperluan bangsa dan negara Indonesia. Jangan bertanya apa yang negara berikan untuk kita, tapi tanyakan terhadap diri ini, apa yang bisa kau berikan terhadap negara?

3. Cinta Tanah Air


Persatuan Indonesia mengindikasikan bahwa persatuan yang menjadi kunci maju dan sejahteranya Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari fakta bahwa keliru satu nilai dari sila ketiga ini adalah cinta terhadap tanah air tumpah darah kita, Indonesia. Kecintaan terhadap tanah air akan menjadikan kita tetap berusaha yang paling baik demi Indonesia. Kecintaan terhitung yang mengajarkan kita untuk memelihara pertahanan dan keamanan negara supaya kedaulatan negara tetap terjaga dari ancaman luar negeri maupun dari ancaman di dalam negeri.

4. Memajukan Pergaulan yang Ber-Bhinneka Tunggal Ika


Pada jaman lalu, ketika masih terkandung banyak kerajaan yang menggerakkan pemerintahan di seantero wilayah Indonesia, pergaulan antar kerajaan ini masih terkotakkan. Kini, sesudah Indonesia merdeka dan menjadi bangsa yang satu, maka pergaulan di pada suku-suku maupun tradisi istiadat di Indonesia bisa menjadi lebih maju bersama tetap mengedepankan persatuan dan kesatuan yang bercirikan Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tapi tetap satu jua.

5. Meliputi Nilai-Nilai terhadap Sila Keempat dan Kelima


Nilai-nilai yang terkandung terhadap sila ketiga merupakan penjabaran pokok dari sila pertama dan sila kedua. Di sisi lain, nilai-nilai sila persatuan Indonesia nantinya akan menjadi dasar bagi sila keempat dan sila kelima.

Pengamalan nilai-nilai persatuan dan kesatuan di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan keliru satu usaha memelihara keutuhan NKRI yang perlu tetap kita lakukan

Nilai –Nilai terhadap Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan di dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Sila keempat merupakan suatu cerminan dari ada demokrasi di negara ini. Trauma jaman lantas akan penjajahan menjadikan para pendiri negara memilih wujud pemerintahan yang dirasa paling sesuai bersama corak kerakyatan di negeri ini. Berikut ini merupakan penjabaran lebih lanjut mengenai nilai-nilai yang terkadung di dalam Pancasila sila keempat:

1. Kedaulatan Berada di Tangan Rakyat
Kata kerakyatan di di dalam  rumusan sila keempat ini membuktikan bahwa yang punyai kekuasaan di Indonesia tak lain dan tak bukan adalah rakyat Indonesia. Oleh gara-gara itu, setiap keperluan rakyat yang mempunyai tujuan memajukan kesejahteraan umum rakyat haruslah dijalankan sepenuhnya.

2. Adanya Perwakilan Rakyat

Sebagai pencerminan dari demokrasi, sila keempat mengamanatkan terhadap kita untuk menjadikan wakil-wakil rakyat yang berjuang di dalam menjaring aspirasi, memberikan aspirasi terhadap pemerintah, dan menegaskan aspirasi rakyat dipenuhi oleh pihak yang berwenang.

3. Mengutamakan Musyawarah di dalam Pengambilan Keputusan


Secara eksplisit sila ini menghendaki kita untuk tetap mengedepankan musyawarah mufakat untuk pengambilan ketentuan berkaitan beberapa hal. Musyawarah untuk raih mufakat ini perlu diliputi bersama semangat kekeluargaan dan akal sehat sesuai hati nurani.

4. Meliputi Nilai terhadap Sila Kelima


Bentuk penjabaran lebih lanjut dari sila keempat terkandung terhadap sila kelima. Adanya sila kelima terhitung berdasar dari semangat pelaksanaan pokok dari sila keempat. Kerakyatan dan keadilan sosial merupakan dua hal yang saling bertautan dan tidak bisa dipisahkan.

Nilai-Nilai terhadap Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Sila kelima ini mengajarkan kita bahwa keadilan sosial udah semestinya menjadi milik semua rakyat Indonesia. Tidak boleh tersedia diskriminasi di Indonesia. Di bawah ini merupakan penjabaran lebih lanjut mengenai nilai yang terkandung terhadap sila kelima Pancasila:

1. Mengembangkan Perbuatan yang Luhur


Sila kelima lebih mengedepankan terhadap praktek individu di dalam bergaul bersama sesama. Sila ini menghendaki kita untuk tetap mengembangkan tingkah laku yang luhur yang mana tingkah laku ini mencerminkan sikap kekeluargaan dan kegotongroyongan

2. Menjaga Keseimbangan Hak dan Kewajiban


Keadilan sosial terlalu berkaitan erat bersama keseimbangan hak dan kewajiban di tengah masyarakat. Hak dan kewajiban yang seimbang membuktikan bahwa terkandung keadilan sosial yang merata bagi rakyat Indonesia.

3. Mewujudkan Kemajuan yang Merata


Sebagai individu yang idamkan berdaya guna, sila ini mengajarkan kita untuk tetap laksanakan aktivitas yang dijalankan di dalam rangka mewujudkan ratanya kemajuan dan berkeadilan sosial.

Demikianlah penjelasan artikel yang berjudul tentang Nilai-Nilai yang Terkandung dalam Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-hari. Yang dikutip dari blog guruppkn.com. Semoga dapat bermanfaat.

0 Response to "Nilai-Nilai yang Terkandung dalam Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-hari"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Loading...