Pengertian Pungutan Liar Atau Pungli Beserta Penyebab Dan Tindak Pidana yang Harus Di Tanggung

Pengertian Pungutan Liar Atau Pungli Beserta Penyebab Dan Tindak Pidana yang Harus Di Tanggung - Pungutan liar yaitu suat perbuatan yang dilakukan oleh seorang atau pegawai Negeri atau pejabat Negara menggunakan cara meminta pembayaran sejumlah uang yang nir sinkron atau tidak berdasarkan peraturan yg berkaitan menggunakan pembayaran tersebut. Hal ini seringkali disamakan menggunakan perbuatan pemerasan, penipuan atau korupsi.

Pengertian Pungutan Liar Atau Pungli Beserta Penyebab Dan Tindak Pidana yang Harus Di Tanggung

Faktor Penyebab Pungutan Liar
Terdapat beberapa faktor yg menyebabkan seseorang melakukan pungutan liar yaitu:
  • Penyalahgunaan wewenang, jabatan atau wewenang seseorang bisa melakukan pelanggaran disiplin sang oknumnya yg melakukan pungutan liar.
  • Faktor mental,, karakter atau kelakuan menurut dalam seseorang dalam bertindak & mengontrol dirinya sendiri.
  • Faktor ekonomi,, penghasilan yg sanggup dikatakan tidak mencukupi kebutuhan hayati tidak sebanding menggunakan tugas/jabatan yang diemben membuat seorang terdorong buat melakukan pungli.
  • Faktor kultural & Budaya organisasi,, budaya yang terbentuk pada suatu forum yg berjalan terus menerus terhadap pungutan liar dan penyuapan bisa menyebabkan pungutan liar sebagai hal biasa.
  • Terbatasnya asal daya insan.
  • Lemahnya sistem kontrol & supervisi oleh atasan.
Tindak Pidana Pungutan Liar
Dalam perkara tindak pidana pungutan liar tidak masih ada secara niscaya dalam KUHP, namun demikian pungutan liar dapat disamakan menggunakan perbuatan pidana penipuan, pemerasan & korupsi yg diatur dalam kitab undang-undang hukum pidana sebagai berikut:

Pasal 368 kitab undang-undang hukum pidana
Barang siapa dengan maksud buat menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan aturan, memaksa orang lain dengan kekerasan atau ancaman kekerasan buat memberikan sesuatu barang, yg seluruhnya atau sebagian artinya milik orang lain atau agar memberikan hutang maupun menghapus piutang, diancam, lantaran pemerasan, menggunakan pidana penjara paling usang sembilan tahun.

Pasal 415 KUHP
Seorang pegawai negeri atau orang lain yang ditugaskan menjalankan suatu jabatan generik monoton atau buat sementara saat yang menggunakan sengaja menggelapkan udang atau surat-surat berharga yang disimpan lantaran jabatannya atau membiarkan uang atau surat berharga itu diambil atau digelapkan oleh orang lain atau menolong menjadi pembantu dalam melakukan perbuatan tadi, diancam menggunakan pidana penjara paling lama   tujuh tahun.

Pasal 418 KUHP
Seorang pegawai negeri yg menerima bantuan gratis atau janji padahal diketahui atau sepatutnya wajib  diduganya, bahwa hadiah atau janji itu diberikan karena kekuasaan atau kewenangan yg herbi jabatannya atau dari pikiran orang memberi hadiah atau janji itu ada interaksi menggunakan jabatannya diancam dengan pidana penjara paling lama   enam bulan atau pidana denda  paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Pasal 423 KUHP
Pegawai negeri yg dengan maksud mengutungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum menggunakan menyalahgunakan kekuasaannya memaksa orang lain buat menyerahkan sesutau melakukan suatu pembayaran, melakukan mutilasi terhadap suatu pembayaran atau melakukan suatu pekerjaan buat pribadi sendiri, dipidana menggunakan pidana penjara selama-lamanya enam tahun.

Berdasarkan ketentuan pidana tadi diatas, kejahatan pungutan liar dapat dijerat dengan tindak pidana di bawah ini:

Tindak Pidana Penipuan
Penipuan & pungutan liar ialah tindak pidana yg mana terdapat unsur-unsur yg sama dan saling berhubungan antara lain buat menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan aturan dengan rangkaian kebohongan buat atau supaya orang lain menyerahkan barang atau sesuatu kepadanya.

Tindak Pidana Pemerasan
Penipuan dan pungutan liar merupakan tindak pidana yg mana terdapat unsur-unsur yang sama & saling berhubungan diantaranya buat menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum menggunakan rangkaian kekerasan atau menggunakan ancaman supaya orang lain menyerahkan barang atau sesuatu kepadanya.

Tindak Pidana Korupsi
Tindak pidana korupsi yg sangat erat kaitannya dengan kejahatan jabatan ini, lantaran rumusan pada pasal 415 pasal penggelapan pada kitab undang-undang hukum pidana diadopsi sang UU No. 31 tahun 1999 yg lalu diperbaiki oleh UU No. 20 tahun 2001 yg dimuat dalam pasal 8.

Demikianlah penjelasan artikel yang berjudul tentang Pengertian Pungutan Liar Atau Pungli Beserta Penyebab Dan Tindak Pidana yang Harus Di Tanggung. Semoga dapat bermanfaat.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengertian Pungutan Liar Atau Pungli Beserta Penyebab Dan Tindak Pidana yang Harus Di Tanggung"

Posting Komentar