Pengertian Narkoba Menurut Para Ahli Beserta, Jenis, Efek, Golongan, Dampak, Dan Upaya Pencegahannya Terlengkap

Pengertian Narkoba Menurut Para Ahli Beserta, Jenis, Efek, Golongan, Dampak, Dan Upaya Pencegahannya Terlengkap - Sumber segala musibah ini adalah ketidaktahuan rakyat tentang narkoba di tengah kegetiran  hidup yang menghimpit. Sebenarnya narkotika merupakan obat yang dibutuhkan di bidang kesehatan tetapi penggunaannya dengan anjuran dan pengawasan dokter.

Pengertian Narkoba Menurut Para Ahli Beserta, Jenis, Efek, Golongan, Dampak, Dan Upaya Pencegahannya Terlengkap

Tetapi saat ini sepertinya narkoba telah menjadi life style, dikalangan pelajar pun sudah sedemikian maraknya. Narkoba sering kali disalahgunakan sehingga mengakibatkan gangguan fisik, mental, sosial, keamanan, dan ketertiban masnyarakat dan akhirnya dapat mengganggu stabilitas ketahanan nasional suatu bangsa. Untuk lebih jelasnya mengenai narkoba bacalah uraian berikut ini.

Pengertian Narkoba Menurut Para Ahli

Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Departemen Kesehatan Republik Indonesia juga mengenal istilah narkoba dengan istilah lain yaitu  Napza ( Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif ). Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilang rasa, mengurangi hingga menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Berikut adalah pengertian narkoba menurut para ahli
Kurniawan (2008), Narkoba adalah zat kimia yang dapat mengubah keadaan psikologi seperti perasaan, pikiran, suasana hati serta perilaku jika masuk ke dalam tubuh manusia baik dengan cara dimakan, diminum, dihirup, suntik, intravena, dan sebagainya.
Jackobus (2005), Narkoba adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.
Ghoodse (2002), Narkoba adalah zat kimia yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan, ketika zat tersebut masuk kedalam organ tubuh maka terjadi satu atau lebih perubahan fungsi di dalam tubuh. Lalu dilanjutkan lagi ketergantungan secara fisik dan psikis pada tubuh, sehingga bila zat tersebut dihentikan konsumsinya maka akan terjadi gangguan secara fisik dan psikis.
 Wresniwiro (1999, Narkoba adalah zat atau obat yang dapat mengakibatkan ketidak sadaran atau pembiusan, karena zat-zat tersebut bekerja mempengaruhi saraf sentral.
Wartono (1999), Narkoba adalah dampak yang ditimbulkan antara lain dapat berupa gangguan konsentrasi dan penurunan daya ingat bagi pemakai, sedangkan dampak sosialnya dapat menimbulkan kerusuhan di lingkungan keluarga yang menyebabkan hubungan pemakai dengan orangtua menjadi renggang, serta menimbulkan perilaku yang tidak diinginkan seperti pencurian atau penodongan.
Ikin A.Ghani , Narkoba adalah berasal dari kata narkon yang berasal dari bahasaYunani, yang artinya beku dan kaku. Dalam ilmu kedokteran juga dikenal istilah Narcoseatau Narcicis yang berarti membiuskan.
Soerdjono Dirjosisworo, Narkoba adalah bahwa zat yang bisa menimbulkan pengaruh tertentu bagi yang menggunakannya dengan memasukkan kedalam tubuh. Pengaruh tersebut bisa berupa pembiusan, hilangnya rasa sakit, rangsangan semangat dan halusinasi atau timbulnya khayalan-khayalan. Sifat-sifat tersebut yang diketahui dan ditemukan dalam dunia medis bertujuan dimanfaatkan bagi pengobatan dan kepentingan manusia di bidang pembedahan, menghilangkan rasa sakit dan lain-lain.
Smith Kline dan French Clinical (1968), Narkoba adalah zat-zat (obat) yang dapat mengakibatkan ketidaksadaran atau pembiusan dikarenakan zat-zat tersebut bekerja mempengaruhi susunan saraf sentral. Dalam definisi ini sudah termasuk jenis candu dan turunan candu (morphine, codein, heroine) dan candu sintesis (meperidinedan metadone).
B. Simanjuntak, Narkoba berasal dari kata “narcissus”, sejenis tumbuh-tumbuhan yang mempunyai bunga yang dapat membuat orang menjadi tak sadar.
Menurut pakar kesehatan adalah psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioparasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini presepsi itu disalah gunakan akibat pemakaian yang telah diluar batas dosis.

Home » Kimia » Pengertian Menurut Para Ahli, Jenis & Efek, Golongan - Golongan, Dampak Negatif Dan Upaya Pencegahan Narkoba Lengkap
Pengertian Menurut Para Ahli, Jenis & Efek, Golongan - Golongan, Dampak Negatif Dan Upaya Pencegahan Narkoba Lengkap
safwa salsabila Add Comment Kimia Monday, November 13, 2017




Pengertian Menurut Para Ahli, Jenis & Efek, Golongan - Golongan, Dampak Negatif Dan Upaya Pencegahan Narkoba Lengkap-. Sumber segala musibah ini adalah ketidaktahuan rakyat tentang narkoba di tengah kegetiran  hidup yang menghimpit. Sebenarnya narkotika merupakan obat yang dibutuhkan di bidang kesehatan tetapi penggunaannya dengan anjuran dan pengawasan dokter. Tetapi saat ini sepertinya narkoba telah menjadi life style, dikalangan pelajar pun sudah sedemikian maraknya. Narkoba sering kali disalahgunakan sehingga mengakibatkan gangguan fisik, mental, sosial, keamanan, dan ketertiban masnyarakat dan akhirnya dapat mengganggu stabilitas ketahanan nasional suatu bangsa. Untuk lebih jelasnya mengenai narkoba bacalah uraian berikut ini.


Pengertian Narkoba Menurut Para Ahli

Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Departemen Kesehatan Republik Indonesia juga mengenal istilah narkoba dengan istilah lain yaitu  Napza ( Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif ). Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilang rasa, mengurangi hingga menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Berikut adalah pengertian narkoba menurut para ahli
Kurniawan (2008), Narkoba adalah zat kimia yang dapat mengubah keadaan psikologi seperti perasaan, pikiran, suasana hati serta perilaku jika masuk ke dalam tubuh manusia baik dengan cara dimakan, diminum, dihirup, suntik, intravena, dan sebagainya.
Jackobus (2005), Narkoba adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.
Ghoodse (2002), Narkoba adalah zat kimia yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan, ketika zat tersebut masuk kedalam organ tubuh maka terjadi satu atau lebih perubahan fungsi di dalam tubuh. Lalu dilanjutkan lagi ketergantungan secara fisik dan psikis pada tubuh, sehingga bila zat tersebut dihentikan konsumsinya maka akan terjadi gangguan secara fisik dan psikis.
 Wresniwiro (1999, Narkoba adalah zat atau obat yang dapat mengakibatkan ketidak sadaran atau pembiusan, karena zat-zat tersebut bekerja mempengaruhi saraf sentral.
Wartono (1999), Narkoba adalah dampak yang ditimbulkan antara lain dapat berupa gangguan konsentrasi dan penurunan daya ingat bagi pemakai, sedangkan dampak sosialnya dapat menimbulkan kerusuhan di lingkungan keluarga yang menyebabkan hubungan pemakai dengan orangtua menjadi renggang, serta menimbulkan perilaku yang tidak diinginkan seperti pencurian atau penodongan.
Ikin A.Ghani , Narkoba adalah berasal dari kata narkon yang berasal dari bahasaYunani, yang artinya beku dan kaku. Dalam ilmu kedokteran juga dikenal istilah Narcoseatau Narcicis yang berarti membiuskan.
Soerdjono Dirjosisworo, Narkoba adalah bahwa zat yang bisa menimbulkan pengaruh tertentu bagi yang menggunakannya dengan memasukkan kedalam tubuh. Pengaruh tersebut bisa berupa pembiusan, hilangnya rasa sakit, rangsangan semangat dan halusinasi atau timbulnya khayalan-khayalan. Sifat-sifat tersebut yang diketahui dan ditemukan dalam dunia medis bertujuan dimanfaatkan bagi pengobatan dan kepentingan manusia di bidang pembedahan, menghilangkan rasa sakit dan lain-lain.
Smith Kline dan French Clinical (1968), Narkoba adalah zat-zat (obat) yang dapat mengakibatkan ketidaksadaran atau pembiusan dikarenakan zat-zat tersebut bekerja mempengaruhi susunan saraf sentral. Dalam definisi ini sudah termasuk jenis candu dan turunan candu (morphine, codein, heroine) dan candu sintesis (meperidinedan metadone).
B. Simanjuntak, Narkoba berasal dari kata “narcissus”, sejenis tumbuh-tumbuhan yang mempunyai bunga yang dapat membuat orang menjadi tak sadar.
Menurut pakar kesehatan adalah psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioparasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini presepsi itu disalah gunakan akibat pemakaian yang telah diluar batas dosis.

Jenis - Jenis Narkoba Dan Efek Penggunaannya

Narkoba dibagi menjadi 3 jenis yaitu Narkotika, Psikotropika dan bahan adiktif lainnya. Tiap jenis dibagi - bagi lagi ke dalam beberapa kelompok.

1. Narkotika

Zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.
Narkotika memiliki daya adiksi (ketagihan) yang sangat berat. Narkotika juga memiliki daya toleran (penyesuaian) dan daya habitual (kebiasaan) yang sangat tinggi.

Jenis - jenis narkoba dan efek penggunaannya :
Opium atau Opioid atau Opiat atau Candu
Zat berbentuk bubuk yang dihasilkan oleh tanaman yang bernama papaver somniferum. Kandungan morfin dalam bubuk ini  biasa digunakan untuk menghilangkan rasa sakit. Penggunaannya dengan cara dihisap.
Adapun efek / gejala yang timbul dari narkotika jenis ini yaitu :
    Memiliki semangat yang tinggi
    Sering merasa waktu berjalan begitu lambat
    Merasa pusing / mabuk
    Birahi meningkat
    Timbul masalah kulit di bagian mulut dan leher
    Sering merasa sibuk sendiri
Codein atau Kodein
Sejenis obat batuk yang biasa digunakan / diresepkan oleh dokter, namun obat ini memiliki efek ketergantungan bagi si pengguna. Karena kodein merupakan hasil proses dari metilasi morfin, penggunaannya dengan cara dihisap.
Efek / gejalanya yaitu :
    Mengalami euforia
    Sering mengalami gatal-gatal
    Mengalami mual dan muntah
    Mudah mengantuk
    Mulut terasa kering
    Mengalami hipotensi
    Mengalami depresi
    Sering sembelit
    Mengalami depresi saluran pernafasan
Methadone (MTD)
Saat ini Methadone banyak digunakan orang dalam pengobatan ketergantungan opioid.
Adapun efek / gejalanya yaitu  :
    Mengalami sembelit
    Sering mengantuk tetapi tidak bisa tidur
    Pada wanita hamil dapat mengalami keguguran / bayi premature
    Mengalami koma
LSD atau Lysergic Acid atau Acid atau Trips atau Tabs
Jenis narkotika yang tergolong halusinogen. Biasanya berbentuk lembaran kertas kecil, kapsul, atau pil. Cara pemakaiannya adalah diletakkan di lidah. Narkotika ini akan bereaksi setelah 30 - 60 menit kemudian dan akan berakhir efeknya setelah 8 hingga 12 jam.
Efek / gejala yang ditimbulkan yaitu :
    Sering berhalusinasi mengenai berbagai kejadian, tempat, warna, dan waktu
    Sering terobsesi dengan apa yang ada dalam halusinasinya
    Sering juga mengalami paranoid akibat hal-hal yang dihalusinasikannya
    Denyut jantung dan tekanan darahnya meningkat
    Diafragma mata melebar
    Mengalami demam
    Sering depresi dan merasa pusing
    Memiliki rasa panik dan takut yang berlebihan
    Mengalami gangguan persepsi.
PCP atau Angel Dust
Angel Dust atau Phencyclidine (PCP) sebetulnya digunakan untuk anestesi atau pembiusan dalam bidang kedokteran. Namun disalahgunakan penggunaannya oleh produsen ilegal yang memproduksi obai ini dalam bentuk bubuk dan cair. Secara umum PCP yang memiliki nama lain Rocket Fuel, Ozone, Hog, Wet, Sherm, Wack, Ashy Larry dan Halk Hogan ini digunakan dengan cara disemprotkan kebahan- bahan berdaun seperti, ganja, rokok, mint, oregano, mind dan sebagainya.
Efek penggunaannya yaitu :
    Halusinasi
    Delusi
    Gangguan fungsi motorik
    Gangguan regulasi saraf seperti jantuk yang berdetak cepat dan suhu tubuh berubah drastis
Morfin
Morfin berasal dari kata morpheus (dewa mimpi) adalah alkaloid analgesik yang sangat kuat yang ditemukan pada opium. Zat ini bekerja langsung pada sistem saraf pusat sebagai penghilang rasa sakit. Cara pemakaiannya dengan disuntikkan ke otot atau pembuluh darah.
Gejala fisik pengguna :
    Pupil mata menyempit
    Melambatnya denyut nadi
    Tekanan darah menurun
    Suhu badan menurun
    Mengalami kelemahan pada otot, akan tetapi jika sudah kecanduan akan   
    mengalami kejang otot.
Efek samping pemakaian :
    Menurunnya kesadaran pengguna
    Menimbulkan euforia
    Kebingungan
    Berkeringat
    Dapat menyebabkan pingsan, dan jantung berdebar-debar
    Menimbulkan gelisah, dan perubahan suasana hati
    Mulut kering dan warna muka berubah
    Mengalami kejang lambung
    Produksi air seni berkurang
    Mengakibatkan gangguan menstruasi dan impotensi
Heroin / Putaw
Heroin dihasilkan dari pengolahan morfin secara kimiawi. Akan tetapi, reaksi yang ditimbulkan heroin menjadi lebih kuat dari pada morfin itu sendiri, sehingga mengakibatkan zat ini sangat mudah menembus ke otak. Cara penggunaannya yaitu dengan disuntikkan ke anggota tubuh ataupun bisa juga dengan cara dihisap.
Gejala /efek yang ditemukan pada pengguna hampir sama dengan pengguna morfin yaitu :
    Melambatnya denyut nadi
    Tekanan darah menurun
    Otot menjadi lemas
    Pupil mengecil
    Hilang kepercayaan diri
    Suka menyendiri
    Seringkali berdampak kriminal, misalnya berbohong, menipu
    Kesulitan saat buang air besar
    Sering tidur
    Kemerahan dan rasa gatal pada hidung
    Gangguan bicara (cadel)
Barbiturat
Biasa digunakan sebagai obat tidur. Cara kerjanya mempengaruhi sistem syaraf.  Efek dari mengkonsumsi barbiturat dapat terlihat 3 hingga 6 jam.
Efek dan gejalanya yaitu  :
    Sering sembrono
    Euforia
    Sering merasa kebingungan
    Mengalami pingsan
    Mengalami masalah pernafasan
Demerol atau Petidin atau Pethidina
Demerol (meperidin) termasuk dalam kelompok obat penghilang rasa sakit yang disebut narkotika. Demerol digunakan untuk mengobati nyeri sedang hingga berat.
Ganja / Kanabis / Mariyuana
Ganja (Cannabis sativa syn. Cannabis indica) adalah tumbuhan budidaya yang menghasilkan serat, kandungan zat narkotika terdapat pada bijinya.  Narkotika ini dapat membuat si pemakai mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab). Tumbuhan ini telah dikenal manusia sejak lama, seratnya digunakan sebagai bahan pembuat kantung, dan bijinya digunakan sebagai bahan dasar pembuatan minyak. Awalnya, tanaman ini hanya ditemukan di negara-negara beriklim tropis. Namun belakangan ini, di negara-negara beriklim dingin pun telah banyak membudidayakan tanaman ini, yaitu dengan cara dikembangkan di rumah kaca. Cara penggunaan narkotika jenis ini adalah dengan cara dipadatkan menyerupai rokok lalu dihisap.
Efek / gejala yang terlihat dari pecandu ganja yaitu :
    Denyut nadi dan jantung lebih cepat
    Mulut dan tenggorokan terasa kering
    Sulit dalam mengingat
    Sulit diajak berkomunikasi
    Kadang-kadang terlihat agresif
    Mengalami gangguan tidur
    Sering merasa gelisah
    Berkeringat
    Nafsu makan bertambah
    Sering berfantasi
    Euforia
Kokain
Kokain merupakan berasal dari tanaman Erythroxylon coca di Amerika Selatan. Biasanya daun tanaman ini dimanfaatkan untuk mendapatkan efek stimulan, yaitu dengan cara dikunyah. Kokain dapat memicu metabolisme sel menjadi sangat cepat.
Kokain mempunyai 2 bentuk yaitu Kokain hidroklorida, berupa kristal berwarna putih, rasanya sedikit pahit, serta bersifat mudah larut dan Kokain free base ia tidak berbau dan rasanya pahit. Cara pemakaian kokain adalah dengan cara dihirup atau sebagai bahan campuran rokok.
Efek / gejala yang timbul dari pemakaian kokain yaitu :
    Dapat memberikan efek kegembiraan yang berlebihan bagi si pengguna
    Sering merasa gelisah
    Menurunnya berat badan
    Timbul masalah pada kulit
    Mengalami gangguan pernafasan
    Sering kejang-kejang
    Sering mengeluarkan dahak
    Mengalami emfisema ( kerusakan pada paru-paru)
    Turunnya selera makan
    Mengalami paranoid
    Mengalami gangguan penglihatan
    Sering merasa kebingungan
Hashish
Berbentuk tepung dan warnanya hitam. Ia dinikmati dengan cara diisap atau dimakan. Narkotika jenis yang kedua ini dikatakan agak tidak berbahaya hanya karena jarang membawa kematian
Mescalin
Dektropropoksiven

2. Psikotropika

Psikotropika adalah bahan lain yang tidak mengandung narkotika, merupakan zat buatan atau hasil rekayasa yang dibuat dengan mengatur struktur kimia. Mempengaruhi atau mengubah keadaan mental dan tingkah laku pemakainya.

Jenis - jenis psikotropika dan efek penggunaannya :
 Ekstasi
Adalah senyawa kimia  yang sering digunakan sebagai obat yang dapat mengakibatkan penggunanya menjadi sangat aktif. Ekstasi dapat berbentuk tablet, pil, serta serbuk. Nama lain dari psikontropika jenis ini adalah inex, Metamphetamines. Efek yang timbul dari penggunanya adalah :
    Timbulnya euforia
    Mengalami mual
    Dehidrasi
    Timbul percaya diri yang berlebih
    Sering merasa kebingungan
    Meningkatnya denyut jantung, suhu tubuh, dan tekanan darah
    Mengalami pusing, bahkan pingsan
    Terganggunya daya ingat dan jika dipakai dalam jangka panjang dapat merusak otak
    Mengalami gangguan mental
Sabu - sabu
Merupakan zat yang biasanya digunakan untuk mengobati penyakit yang parah seperti gangguan hiperaktivitas kekurangan perhatian atau narkolepsi. Cara penggunaan sabu-sabu adalah dengan jalan dihisap.
Efek yang ditimbulkan adalah :
    Jantung berdebar-debar
    Naiknya suhu tubuh
    Mengalami insomnia
    Timbul euforia
    Nafsu makan menghilang
    Kekurangan kalsium
    Mengalami depresi yang berkepanjangan
 Sedatif-Hipnotik(Benzodiazepin/BDZ), BK, Lexo, MG, Rohip, Dum
Sedatif (obat penenang) dan hipnotikum (obat tidur). Nama lain BDZ antara lain BK, Lexo, MG, Rohip, Dum. Cara pemakaian BDZ dapat diminum, disuntik intravena, dan melalui dubur. Ada yang minum BDZ mencapai lebih dari 30 tablet sekaligus. Dosis mematikan/letal tidak diketahui dengan pasti. Bila BDZ dicampur dengan zat lain seperti alkohol, putauw bisa berakibat fatal karena menekan sistem pusat pernafasan. Umumnya dokter memberi obat ini untuk mengatasi kecemasan atau panik serta pengaruh tidur sebagai efek utamanya, misalnya aprazolam/Xanax/Alviz.
Efek penggunaannya adalah :
    Sulit mengendalikan diri
    Menjadi acuh
    Mengalami gangguan konsentrasi
    Mengalami kebingungan
    Euforia
    Kalau berjalan menjadi sempoyongan
    Mengalami slurred speech (berbicara sambil menelan)
Nipam
Adalah sejenis pil koplo yang dikonsumsi untuk mengurangi anseitas. Biasanya digunakan secara bersamaan dengan minuman beralkohol yang sebenarnya dapat beresiko bahaya bagi penggunanya.
Efek pengguna pil ini adalah :
    Mengalami cadel saat berbicara
    Jalan sempoyongan
    Wajah menjadi kemerahan
    Menjadi banyak bicara
    Kurang fokus
    Turunnya kesadaran
Demerol
Adalah sejenis narkoba yang digunakan sebagai penghilang rasa sakit dan nyeri. Jika over dosis, obat ini dapat berakibat kematian bagi penggunanya. Bagi penderita asma dilarang keras mengkonsumsinya. Obat ini juga memberikan efek kecanduan.
Efek yang ditimbulkan jika kecanduan obat ini adalah :
    Melambatnya sistem pernafasan dan detak jantung
    Mengantuk
    Kelemahan pada otot
    Berkeringat
    Gangguan pada pupil
    Pingsan
Speed
Speed atau biasa disebut methamphetamine merupakan stimulan sistem saraf pusat yang kuat dan adiktif. Obat ini berbentuk bubuk dan berwarna putih, tidak berbau, dan berasa pahit. Cara kerja obat ini adalah dengan merangsang sel-sel otak, meningkatkan mood dan gerakan tubuh. Methamphetamine merupakan stimulan yang kuat dan tahan lama karena mampu menembus sistem saraf pusat lebih mudah daripada amfetamin. Cara pemakaiannya bisa dicampurkan pada rokok, dihisap ataupun disuntikkan.
Efek dari pemakaian adalah :
    Menjadi hiperaktif
    Banyak bicara
    Nafsu makan menurun
    Libido meningkat
    Meningkatnya denyut jantung, suhu tubuh dan tekanan darah
    Pupil mata melebar
    Insomnia
    Tangan gemetar (tremor)
    Sering gugu
    Cepat marah
    Sering mengalami kebingungan dan cemas
    Sering berhalusinasi
Angel Dust
Angel dust termasuk halusinogen. Zat ini dikonsumsi sebagai sampingan oleh pengguna narkoba terutama di Amerika Serikat. Obat ini diproduksi dalam bentuk bubuk dan bentuk cair , biasanya disemprotkan ke bahan berdaun seperti ganja, mint, oregano, peterseli atau jahe daun dan rokok.
Efek yang ditimbulkan adalah :
    Sering berhalusinasi
    Gangguan fungsi motorik
    Meningkatnya detak jantung
    Suhu tubuh meningkat


3. Zat adiktif

Zat adiktif adalah zat-zat yang bisa membuat ketagihan jika dikonsumsi secara rutin.

Jenis - jenis zat adiktif dan efek penggunaannya :
Alkohol / Etanol
Alkohol adalah senyawa organik yang memiliki gugus hidroksil yang terikat pada atom karbon. Alkohol biasanya digunakan sebagai bahan dasar pembuatan obat. Ia juga bisa berfungsi sebagai zat pengawet. Dalam dunia otomotif, alkohol / etanol digunakan sebagai bahan bakar kendaraan, dimana Alkohol dapat digunakan sebagai antibeku pada radiator. Alkohol mengandung ethyl etanol, inhalen/sniffing berupa karbon yang menghasilkan efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman yang beralkohol atau obat anaestetik yang dihisap. Alkohol dapat diperoleh dengan dua cara yaitu Sistem fermentasi dapat memanfaatkan glukosa yang diproduksi dari gula dari hidrolisis amilum yang dibantu dengan khamir yang diproses dengan suhu dibawah 37 °C dan dengan hidrasi langsung yaitu  menggunakan etilena (Hidrasi etilena) atau alkana lain dari proses cracking dari minyak bumi yang didistilasi.
Efek / gejala bagi pemakai :
    Teler / mabuk
    Menyebabkan kegagalan pernapasan akut seperti yang terjadi pada bahaya formalin
    Menghilangkan kesadaran
    Dapat mengakibatkan kematian
Nikotin
Nikotin adalah senyawa kimia yang dihasilkan secara alami oleh tumbuh-tumbuhan sejenis suku terung-terungan  seperti tembakau dan tomat. Nikotin merupakan salah satu racun saraf. Jenis zat ini biasanya digunakan untuk bahan baku pembuatan insektisida. Pada seorang perokok, proses kerja nikotin adalah masuk ke dalam paru paru untuk selanjutnya diserap oleh aliran darah, dan dalam waktu kurang lebih 8 detik, zat ini akan sampai ke otak untuk selanjutnya merubah kerja otak. Proses penyebaran racun ini berlangsung cepat dikarenakan bentuknya mirip dengan acetylcholine yang normal terdapat di dalam otak.
Efek dari penggunaan nikotin antara lain :
    Meningkatkan denyut jantung
    Meningkatnya kadar gula dalam darah seperti bahaya mengkonsumsi gorengan secara rutin
    Menimbulkan efek segar setelah memakainya
    Menimbulkan euforia
    Nafas terasa berat
    Dapat mengakibatkan kanker dan stroke seperti bahaya makan mie instan terlalu sering
Kafein
Kafein adalah zat adiktif yang bekerja untuk mempengaruhi sistem metabolisme dan saraf pusat. Kafein digunakan sebagai pengurang rasa lelah serta untuk mencegah / mengurangi rasa kantuk. Bagi para atlet, kafein biasanya dapat meningkatkan daya tahan agar kuat dalam berlari. Namun zat ini adalah penyebab asma dan makanan untuk penderita asam lambung yang harus di hindari. Kafein dapat menyebabkan efek kecanduan bagi penggunanya. Biasanya zat ini terdapat pada kopi dan teh.
Efek yang ditimbulkan zat ini adalah :
    Saat pengguna mulai menghentikan pemakaian zat ini maka akan menimbulkan pusing, ngantuk, pemarah
    Timbul kecemasan.
    Gangguan mood
    Meningkatnya stress
    Mempercepat rusaknya tulang
    Meningkatkan gula darah
    Meningkatnya tekanan darah
    Meningkatnya detak jantung
    Insomia
    Meningkatkan kadar asam dalam perut
    Mempercepat penuaan dini
    Gangguan prostat
Zat Desainer
Merupakan zat yang dibuat secara ilegal. Zat ini sangat dilarang pemerintah untuk dikonsumsi.  Zat-zat ini sudah banyak beredar dengan nama speed ball, Peace pills, crystal, angel dust rocket fuel.
Adapun efek penggunaan zat ini hampir sama dengan efek yang ditimbulkan oleh penggunaan narkoba jenis yang lainnya. Kebanyakan jenis jenis narkoba yang beredar di pasaran internasional adalah berbentuk seperti sagu. Serbuk putih, kuning, atau kecoklat-coklatan.


Golongan - Golongan Narkoba

Narkotika digolongkan menjadi 3 kelompok yaitu :
    1. Narkotika golongan I adalah narkotika yang paling berbahaya. Daya adiktifnya sangat tinggi. Golongan ini digunakan untuk penelitian dan ilmu pengetahuan. Contoh : ganja, heroin, kokain, morfin, dan opium.
    2. Narkotika golongan II adalah narkotika yang memiliki daya adiktif kuat, tetapi bermanfaat untuk pengobatan dan penelitian. Contoh : petidin, benzetidin, dan betametadol.
    3. Narkotika golongan III adalah narkotika yang memiliki daya adiktif ringan, tetapi bermanfaat untuk pengobatan dan penelitian. Contoh : kodein dan turunannya.

Psikotropika digolongkan menjadi 4 kelompok yaitu :
    1.Psikotropika golongan I adalah dengan daya adiktif yang sangat kuat, belum diketahui manfaatnya untuk pengobatan dan sedang diteliti khasiatnya. Contoh: MDMA, LSD, STP, dan ekstasi.
    2. Psikotropika golongan II adalah psikotropika dengan daya adiktif kuat serta berguna untuk pengobatan dan penelitian. Contoh : amfetamin, metamfetamin, dan metakualon.
    3. Psikotropika golongan III adalah psikotropika dengan daya adiksi sedang serta berguna untuk pengobatan dan penelitian. Contoh : lumibal, buprenorsina, dan fleenitrazepam.
    4. Psikotropika golongan IV adalah psikotropika yang memiliki daya adiktif ringan serta berguna untuk pengobatan dan penelitian. Contoh : nitrazepam (BK, mogadon, dumolid ) dan diazepam.

Zat adiktif lainnya :
Zat – zat selain narkotika dan psikotropika yang dapat menimbulkan ketergantungan pada pemakainya, diantaranya adalah :
    1. Rokok
    2. Kelompok alkohol dan minuman lain yang memabukkan dan menimbulkan ketagihan.
    3. Thiner dan zat lainnya, seperti lem kayu, penghapus cair dan aseton, cat, bensin yang bila dihirup akan dapat memabukkan.


Dampak Negatif Penyalahgunaan Narkoba

    Perubahan dalam sikap, perangai dan kepribadian
    Menjadi mudah tersinggung dan cepat marah
    Sering menguap, mengantuk, dan malas
    Tidak memedulikan kesehatan diri
    Suka mencuri untuk membeli narkoba
    Menyebabkan Kegilaan, Pranoid bahkan Kematian

Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba

Upaya pencegahan terhadap penyebaran narkoba di kalangan pelajar, sudah seyogianya menjadi tanggung jawab kita bersama. Dalam hal ini semua pihak termasuk orang tua, guru, dan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mewaspadai ancaman narkoba terhadap anak-anak kita.

Ada tiga hal yang harus diperhatikan ketika melakukan program anti narkoba di sekolah. Yang pertama adalah dengan mengikutsertakan keluarga. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa sikap orangtua memegang peranan penting dalam membentuk keyakinan akan penggunaan narkoba pada anak-anak. Strategi untuk mengubah sikap keluarga terhadap penggunaan narkoba termasuk memperbaiki pola asuh orangtua dalam rangka menciptakan komunikasi dan lingkungan yang lebih baik di rumah. Kelompok dukungan dari orangtua merupakan model intervensi yang sering digunakan.
Kedua, dengan menekankan secara jelas kebijakan tidak pada narkoba. Mengirimkan pesan yang jelas tidak menggunakan membutuhkan konsistensi sekolah-sekolah untuk menjelaskan bahwa narkoba itu salah dan mendorong kegiatan-kegiatan anti narkoba di sekolah. Untuk anak sekolah harus diberikan penjelasan yang terus-menerus diulang bahwa narkoba tidak hanya membahayakan kesehatan fisik dan emosi namun juga kesempatan mereka untuk bisa terus belajar, mengoptimalkan potensi akademik dan kehidupan yang layak.
Terakhir, meningkatkan kepercayaan antara orang dewasa dan anak-anak. Pendekatan ini mempromosikan kesempatan yang lebih besar bagi interaksi personal antara orang dewasa dan remaja, dengan demikian mendorong orang dewasa menjadi model yang lebih berpengaruh.

Demikianlah penjelasan artikel yang berjudul tentang Pengertian Narkoba Menurut Para Ahli Beserta, Jenis, Efek, Golongan, Dampak, Dan Upaya Pencegahannya Terlengkap. Semoga dapat bermanfaat.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengertian Narkoba Menurut Para Ahli Beserta, Jenis, Efek, Golongan, Dampak, Dan Upaya Pencegahannya Terlengkap"

Posting Komentar