PENGERTIAN DAN KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP MNURUT AHLI

PENGERTIAN DAN KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP MNURUT AHLI - Sistem Klasifikasi
Proses pengelompokan makhluk hidup telah lama dilakukan oleh  para ahli. Pada tahun 1753, Carolus Linnaeus (Karl von Linne)  membuat ldasifikasi untuk tumbuhan, disusul pada tahun 1758 dengan  membuat klasifikasi hewan. Selain itu, ia juga mengusulkan sistem tata nama makhluk hidup dengan menggunakan sistem tata nama ganda (binomial nomenklatur).

PENGERTIAN DAN KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP MNURUT AHLI

Dalam klasifikasinya, Linnaeus mengelompokkan tumbuhan dan hewan dan kelompok besar sampai kelompok kecil. Untuk  membedakannya, Linnaeus membeni nama yang berbeda untuk masing-masing urutan kelompok tersebut. Urutan kelompok (takson) pada klasifikasi hewan dan tumbuhan dan urutan kelompok paling besar ke urutan kelompok paling kecil.

Tingkatan dan yang paling besar ke paling kecil tersusun berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri makhluk hidup dan yang paling umum ke yang paling khusus. Dengan demikian, spesies atau jenis sebagai urutan paling kecil merupakan kelompok yang paling banyak persamaannya dan paling sedikit perbedaannya. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa spesies atau jenis merupakan kelompok yang paling sedikit anggotanya.

Semakin banyak persamaan ciri-cini makhluk hidup, semakin dekat hubungan kekerabarannya. Sebagai contoh, dalam satu keluarga besar terdapat kakek, nenek, paman, bibi, keponakan, ayah, ibu, anak, dan cucu. Dan satu keluarga besar tersebut, persamaan antara ayah, ibu, dan anak akan lebih banyak bila dibandingkan dengan persamaan antara ayah dan keponakan. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak persamaan ciri yang dimiliki makhluk hidup, maka hubungan kekerabatannya semakin dekat.

Sistem klasifikasi makhluk hidup berkembang sejalan dengan penemuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada awalnya, klasifikasi makhluk hidup hanya terbagi atas dua kelompok, yaitu hewan (Animalia) dan tumbuhan (Plantae).

Dengan ditemukannya mikroskop, para ahli dapat melihat makhluk hidup yang berukuran mikroskopis. Makhluk hidup ini dikelompokkan menjadi kingdom tersendiri, yaitu kingdom Protista. Dengan demikian, makhluk hidup dikelompokkan menjadi tiga kingdom, yaitu Protista, Plantae, dan Animalia.

Dengan penemuan struktur sel, terutama membran inti sel, para ahli mengetahui ada makhluk hidup yang memiliki membran inti seI yang disebut eukariot dan makhluk hidup yang tidak memiliki membran inti sel yang disebutprokariot. Protista, Plantae, dan Animalia termasuk eukariot. Makhluk hidup yang termasuk prokariot adalah bakteri dan ganggang hijau biru. Makhluk hidup mi dimasukkan ke dalam kelompok tersendiri, yaitu kingdom Monera. Dengan demikian, klasifikasi makhluk hidup menjadi empat kingdom, yaitu Monena, Protista, Plantae, dan Animalia.

Pada tahun 1969, R.H. Whitttaker memisahkan jamur dan kingdom Plantae karena tidak memiliki idorofil sehingga tidak mampu melakukan fotosintesis. Dengan demikian, terdapat lima kingdom, yaitu kingdom Monera, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia Sistem klasifikasi lima kingdom inilah yang banyak digunakan saat ini.

Pemberian nama makhluk hidup diatur dengan aturan tertentu yang berlaku secara internasional. Pemberian nama mi diatur oleh Kode Internasional Tata Nama Hewan dan Tumbuhan dengan menggunakan sistem tata nama ganda (binomial nomenklatur) dengan aturan-aturan sebagai berikut.
  • Nama ilmiah terdiri atas dua kata, kata pertama merupakan nama marga (genus) yang diawali dengan huruf besar dan kata kedua merupakan penunjuk jenis (spesies) yang diawali dengan huruf kecil.
  • Bila ditulis dengan huruf tegak, maka dua kata tersebut harus digaris bawahi. Bila tidak digarisbawahi, maka dtia kata tersebut harus dicetak miring.
Contoh:
  • Gnetum gnemon atau Gnetum gnemon (melinjo)
  • Chelonia mydas atau Chelonia mydas (penyu hijau)
Dalam penulisan nama makhluk hidup, di belakang nama jenis juga dapat ditambahkan huruf pertama pemberinya, misalnya Rosa hybrida, L. (L = Linnaeus).

Di samping terdapat kesepakatan pemberian nama jenis, terdapat juga kesepakatan penamaan untuk tingkat takson yang lain, misalnya nama suku tumbuhan diakhiri oleh akhiran _ceae, contohnya Papilionaceae. Sebagian nama jenis juga menggunakan tiga kata (trinomial). Bahkan, ada beberapa jenis yang diberi nama dengan kata yang berulang, contohnya Homo sapiens sapiens (manusia).

Kunci Determinasi
Untuk mempermudah pengenalan makhluk hidup yang begitu banyak jumlahnya, para ahli biologi menyusun suatu cara untuk mempermudah pengenalan tersebut, yaitu dengan menggunakan kunci determinasi. Kunci determinasi adalah daftar yang memuat sejumlah keterangan dan suatu makhluk hidup yang digunakan untuk mengidentifikasi dan menentukan kelompok makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang dimilikinya.

Kunci determinasi sederhana yang sering digunakan dalam klasifikasi makhluk hidup adalah kunci dikotomi. Dalam kunci dikotomi, dibuat daftar yang tersusun secara berpasangan, masing-masing pasangan menunjukkan ciri yang saling berlawanan.

Bagaimana cara menggunakan kunci determinasi tersebut? Pertama-tama cocokkan ciri-ciri yang terdapat pada tumbuhan dengan kunci determinasi. Bila ciri-ciri yang terdapat dalam kunci determinasi sesuai dengan ciri tumbuhan yang kamu amati, maka catatlah nomornya. Lanjutkan dengan membaca kunci pada nomor yang sesuai dengan nomor yang tertulis di belakang setiap pernyataan pada kunci. Bila pernyataan pada kunci determinasi tidak sesuai dengan ciri tumbuhan yang diamati, maka lanjutkan pada pernyataan di bawahnya. Identifikasi tumbuhan akan berakhir dengan nama jenis atau kelompok tumbuhan yang sesuai.

Demikianlah penjelasan artikel yang berjudul tentang PENGERTIAN DAN KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP MNURUT AHLI. Semoga dapat bermanfaat.

Subscribe to receive free email updates: