PROSES SINTESIS PROTEIN

PROSES SINTESIS PROTEIN - Protein merupakan senyawa organik yang penting dan hadir dalam organisme hidup. Mereka sangat penting di hampir setiap fungsi sel, meskipun hanya protein spesifik yang terlibat dalam fungsi tertentu.

PROSES SINTESIS PROTEIN

Protein sendiri terdiri dari rantai panjang asam amino, baik yang diatur dalam pola linear ataupun dilipat untuk membentuk struktur yang kompleks. Berdasarkan kompleksitas strukturalnya, struktur protein diklasifikasikan menjadi empat jenis yakni primer, sekunder, tersier dan kuaterner. Dan juga, jenis asam amino memainkan peran penting dalam menentukan ekspresi suatu gen.

Sintesis protein sendiri merupakan sebuah prosedur biologis yang dilakukan oleh sel-sel hidup dalam membuat protein dalam cara langkah-demi-langkah. Seringkali pula, digunakan dalam menunjukkan terjemahan, yang sebaliknya merupakan bagian utama dalam sebuah proses sintesis protein. Ketika dipelajari secara rinci, sintesis protein bersifat sangat kompleks. Proses itu sendiri pun dimulai dengan produksi asam amino yang berbeda, dan ada beberapa yang berasal dari sumber makanan. Mari kita perhatikan sekilas proses sintesis protein.

Sintesis protein terdiri atas dua bagian utama yakni transkripsi dan juga translasi. Proses ini melibatkan asam ribonukleat (RNA), asam deoksiribonukleat (DNA) dan sebuah set enzim. Semua jenis asam ribonukleat, yakni asam ribonukleat messenger (mRNA), asam ribonukleat ribosom (rRNA) dan juga transfer asam ribonukleat (tRNA) yang diperlukan untuk sintesis protein. Perhatikan informasi berikut untuk memahami dua bagian dalam proses sintesis protein.

1. Transkripsi
Transkripsi merupakan bagian pertama dalam proses sintesis protein. Ini terjadi di dalam inti sel, dimana asam deoksiribonukleat (DNA) yang ada di kromosom. Seperti kita semua tahu, DNA merupakan struktur heliks ganda. Dari dua untai paralel, satu bertindak sebagai template dalam menghasilkan mRNA. Sebagai langkah inisiasi transkripsi, RNA polimerase mengikat dirinya ke sebuah situs tertentu (daerah promoter) di salah satu untai DNA yang kemudian akan bertindak sebagai template.

Setelah keterikatannya dengan untai cetakan DNA, lalu enzim polimerase mensintesis polimer mRNA di bawah arahan template DNA. MRNA untai akan terus memanjang sampai polimerase mencapai ‘wilayah terminator’ dalam template DNA. Dengan demikian itu, transkripsi DNA mencakup tiga langkah yakni inisiasi, elongasi dan terminasi. mRNA Yang baru akan ditranskripsi dilepaskan oleh enzim polimerase, yang kemudian bermigrasi ke sitoplasma untuk menyelesaikan proses sintesis protein.

2. Translasi

Bagian utama kedua dari proses ini adalah translasi atau terjemahan. Bertentangan dengan transkripsi yang terjadi dalam inti, translasi berlangsung dalam sitoplasma sel. Bagian ini dimulai segera setelah mRNA ditranskripsi dan memasuki sitoplasma. Ribosom hadir dalam sitoplasma dan segera melekat pada mRNA pada situs tertentu, yang disebut kodon start. Asil tRNA amino juga mengikat pada untai mRNA. Fase ini disebut juga sebagai inisiasi.

Ketika ribosom bergerak sepanjang untai mRNA, amino hasil tRNA akan membawa asam amino satu per satu. Tahap ini juga disebut elongasi. Pada tahap terminasi, ribosom membaca kodon terakhir dari untai mRNA. Dengan ini, berakhir bagian translasi dan rantai polipeptida akan dilepaskan. Tepatnya bicara, dalam terjemahan, ribosom dan tRNA menempel pada mRNA, yang membaca informasi ini kode dalam rantai tersebut. Dengan demikian sintesis protein dari urutan asam amino tertentu terjadi.

Demikian penjelasan mengenai PROSES SINTESIS PROTEIN, semoga dapat bermanfaat.

Subscribe to receive free email updates: