Pengertian dan Fase Pembelahan Biner Pada Bakteri Terlengkap

Pengertian dan Fase Pembelahan Biner Pada Bakteri Terlengkap - Pembelahan biner pada bakteri merupakan proses reproduksi ataupun perkembangbiakan dengan cara aseksual atau sering disebut dengan vegetatif (tak kawin) yaitu dengan melakukan pembelahan diri secara langsung.

Proses pembelahan biner dapat terjadi pada organisme-organisme yang memiliki sel tunggal. Pembelahan biner pada bakteri, lazim terjadi pada bakteri dan juga protozoa seperti halnya amoeba yang memiliki jumlah satu sel indukan akan membelah menjadi dua bagian sel turunan yang mempunyai sifat identik. Pada setiap bagian dari sel anakan akan melakukan proses membentuk menjadi dua bagian sel anakan lagi, dan itu terjadi seterusnya.

Pengertian dan Fase Pembelahan Biner Pada Bakteri Terlengkap


Biasanya proses pembelahan biner diawali dengan suatu proses replikasi atau penggandaan pada DNA menjadi dua bagian kopi DNA yang mempunyai sifat identik dan kemudian akan disusul dengan proses pembelahan pada sitoplasma dan akhirnya akan terbentuk suatu dinding pemisah yang membatasi antara kedua bagian sel anakan dengan indukan bakteri. Tujuan pembelahan biner yaitu untuk bisa menghasilkan keturunan atau anakan agar kelangsungan hidupnya terjaga.

Pembelahan biner merupakan suatu metode utama dalam proses reproduksi pada organisme prokariotik. Apabila pada protista, proses pembelahan biner seringkali terbagi menjadi dua jenis, yaitu melintang ataupun longitudinal, itu semua tergantung pada bagian sumbu pemisahan pada sel. Pada umumnya pembelahan secara melintang pada beberapa jenis organisme, seperti contohnya cacing pita dan polip scyphostome, biasanya disebut dengan strobilasi.

Dalam keadaan normal, biasanya bakteri akan dapat melakukan proses pembelahan biner dalam kurun waktu setiap 20 menit sekali. Jika proses pembelahan bisa berlangsung dalam kurun waktu satu jam, maka proses tersebut akan menghasilkan sebanyak delapan sel baru.

Fase Pembelahan Biner
Biasanya proses pembelahan biner pada bakteri terjadi dalah 3 fase yaitu:
  • Fase pertama, yaitu bagian-bagian sitoplasma akan terbelah oleh bagian-bagian sekat yang mengalami pertumbuhan secara tegak lurus.
  • Fase kedua, yaitu proses pertumbuhan bagian-bagian dari sekat akan diikuti oleh bagian-bagian dinding yang melintang.
  • Fase ketiga, yaitu akan terbentuk dua bagian sel baru yang memiliki sifat identik dengan indukannya.
  • Bakteri memiliki bagian permukaan yang cukup luas disesuaikan dengan perbandingan jumlah volume tubuh. Oleh sebab itu, bakteri mudah mendapatkan makanan dari lingkungan sekitarnya. Hal ini terjadi baik secara difusi maupun melalui proses mekanisme seperti transpor aktif. Hal tersebutlah yang menjadi penyebab bahwa keadaan yang cocok dan tepat bakteri akan mengalami pertumbuhan dengan sangat cepat. Di samping itu, ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi proses pertumbuhan bakteri.

Selain itu, faktor yang mempengaruhi proses pertumbuhan bakteri yaitu seperti kelembapan atau suhu, ketersediaan makanan, pH, konsentrasi ionik dan oksigen. Faktor tersebut juga diperlukan oleh bakteri anaerob obligat.

Pembelahan akan terjadi dengan sangat cepat dan akan terus berlipat ganda, namun sebuah koloni akan mengalami perlambatan dalam membelah diri karena hal tertentu seperti kehabisan nutrisi atau terjadinya penumpukan sisa proses metabolisme yang nantinya akan menjadi racun bagi bakteri tersebut.

Dilihat dari kurva tersebut menunjukan bahwa pertumbuhan terbagi dalam empat fase yaitu fase lag atau fase permulaan, fase logaritma atau fase pembiakan cepat, fase stasioner atau fase diperlambat dan fase penurunan atau kematian. Fase-fase tersebut akan terus berlangsung dan terjadi dalam proses pertumbuhan bakteri karena proses tersebut merupakan fase yang harus dijalani oleh bakteri pada proses pertumbuhannya. Berikut penjelasan pada setiap fase tersebut:

Fase Lag (Fase Permulaan)
Fase lag merupakan fase dimana bakteri akan melakukan adaptasi atau penyesuaian terhadap lingkungan baru disekitarnya. Pada fase ini, bakteri biasanya belum mencapai tahap pertumbuhan dan tidak terjadi proses penggandaan pada kecepatan pertumbuhan maksimum. Sel akan mulai mensintesis protein dan metabolit yang penting.

Fase Logaritma (Fase Pembiakan Cepat)
Fase logaritma ini merupakan fase dimana proses terjadinya pertumbuhan bakteri pada saat mencapai pertumbuhan maksimum. Pada fase ini, biasanya terjadi suatu peningkatan jumlah yang pesat dan cepat. Fase logaritma disebut juga dengan fase eksponensial. Pada fase ini pertumbuhannya logaritmik, dan sangat memerlukan faktor lingkungan di sekitar yang sesuai sehingga bisa membantu dan memudahkan dalam proses tersebut.

Fase Stasioner (Fase Diperlambat)
Fase ini merupakan fase dimana proses pertumbuhan bakteri mencapai titik nol. Pada fase ini biasanya sudah tidak terjadi peningkatan dan penambahan jumlah sel pada bakteri.Penyebab utama fase ini terjadi yaitu apabila terdapat ketidaktersediaan nutrient, terjadi penumpukan metabolit penghambat dan produk akhir, terjadi kekurangan ruang gerak. Bakteri tersebut akan bertahan dengan sisa-sisa nutrisi yang porsinya sudah sangat minimum, dan hasil sekresinya bisa berfungsi dalam proses menghambat pertumbuhan. Jumlah sel-sel yang akan berhenti melakukan proses pembelahan dan yang terus membelah sama banyak.

Fase Penurunan (Fase Kematian)
Pada fase ini, sel-sel berhenti melakukan proses memperbanyak dirinya sendiri dan biasanya rata-rata akan mengalami proses peningkatan pada angka kematian. Oleh karena itu Fase penurunan disebut juga dengan fase kematian. Kebanyakan dari sel akan mulai mengalami proses kematian secara eksponensial karena disebabkan ketersediaan nutrisi yang sedikit demi sedikit mulai habis. Bahan kemostat atau sering disebut dengan kemostatik bisa melakukan perannya sebagai penyuplai nutrisi-nutrisi tambahan sehingga dalam hal ini beberapa sel masih belum mengalami kematian.

Hal yang memepengaruhi dan sangat penting salam proses pembelahan biner yaitu waktu, karena setiap organisme yang melakukan hal tersebut pada waktu yang tepat. Melakukan proses penentuan waktu untuk melakukan pembelahan biner ini biasanya dilakukan di bagian cincin spektrum. Pada bagian cincin protein kemudian akan membentuk di sekitar pertengahan sel, berikutnya yang akan mendorong untuk dibagikan secara adil dan merata tanpa harus merusak bagian DNA atau bagian dinding sel.

Dalam suatu pembelahan, seringkali terjadi kesalahan yang akan sangat mempengaruhi proses pembentukan anakan dengan bagian DNA yang lengkap maupun salinan tambahan yang diperoleh dari bagian gen tertentu. Untuk itu, bagian dari cincin septum biasanya dirancang untuk membantu mencegah terjadinya kesalah tersebut.

Kesalahan seringkali terjadi selama proses tersebut berlangsung dan akan mengakibatkan masalah pada sel anakan yang akan dihasilkan. Kesalahan tersebut juga dapat menyebabkan kematian pada sel karena sel yang baru tidak dapat mempertahankan hidupnya maupun hal yang dapat terjadi karena kesalahan proses pembelahan sehingga menyebabkan kondisi seperti kanker.Keuntungan proses pembelahan biner ini pada bakteri dapat dilihat dari perspektif bakteri yaitu hal tersebut berlangsung cepat dan sederhana. Sedangkan apabila dilihat dari perspektif yang berperan dalam pengendalian dan pencegahan penyakit, maka pembelahan biner ini sangatlah menguntungkan karena membantu menyederhanakan produksi obat-obatan.

Biasanya hanya diperlukan satu obat saja untuk melakukan pengobatan karena semua bakteri identik dan akan melakukan respon dengan cara yang sama. Namun beberapa bakteri yang biasa mengalami proses resistensi akan melalui proses mutasi yang nantinya akan membuatnya menjadi sulit untuk mengobatinya atau bersifat kebal obat.

Demikianlah penjelasan artikel yang berjudul tentang Pengertian dan Fase Pembelahan Biner Pada Bakteri Terlengkap. Semoga dapat bermanfaat.

Subscribe to receive free email updates: