Definisi Bakteri Staphylococcus Aureus dan Bahayanya

Bakteri Staphylococcus Aureus dan Bahayanya - Bakteri Staphylococcus Aureus dan Bahayanya – Sahabat Pendidikan kembali lagi bersama kami. Kali ini kita akan membahas tentang Bakteri Staphylococcus Aureus dan Bahayanya, untuk lebih jelasnya silahkan simak ulasan singkatnya berikut ini.

Definisi Bakteri Staphylococcus Aureus dan Bahayanya
Definisi Staphylococcus aureus
Bakteri Staphylococcus aureus sendiri ialah bakteri yang berbentuk bulat dan terdapat dalam bentuk baik itu tunggal, berpasangan, tetrad ataupun berkelompok seperti buah anggur, jenis ini tidak bergerak, tidak berspora, dengan diameter 0.8 – 1.0 µm, merupakan famili micrococcaceae dan termasuk gram positif.

Adapun pembentukan kelompok pada staphylococcus karena pembelahan sel terjadi dalam 3 (tiga) bidang, dan sel–sel anaknya cenderung tetap berada di dekat sel induknya. Dan penyakit yang diakibatkan infeksi Staphylococcus mulai dari penyakit yang ringan dan tidak memerlukan pengobatan, sampai parah dan berpotensi sangat fatal.

Bahaya Staphylococcus aureus

Sekitar lebih dari 30 (tiga puluh) jenis Staphylococcus dapat menginfeksi manusia, namun kebanyakan dari infeksi tersebut disebabkan oleh Staphylococcus aureus. Bakteri ini biasanya ditemukan di hidung dan dikulit (bisa juga daerah lain namun sangat jarang sekali dijumpai).

Sebenarnya sebagian besar dari kasus-kasus yang terjadi, Bakteri Staphylococcus Aureus ini tidak menyebabkan penyakit dalam kata lain tidaklah berbahaya. Akan tetapi, kerusakan pada kulit atau luka lainnyalah yang memungkinkan bakteri untuk merusak mekanisme antibodi pada tubuh, sehingga terjadi infeksi. dan itulah yang membuat Bakteri Staphylococcus Aureus jadi lebih berbahaya dari sebelumnya.

Dan siapapun dapat terkena infeksi dari bakteri ini, Bahaya dari Bakteri Staphylococcus Aureus yang lebih besar ialah dapat terjadi pada bayi yang baru lahir, wanita menyusui serta orang-orang dengan kondisi kronis semacam pengidap penyakit diabetes, kanker, pembuluh darah, paru-paru, orang-orang dengan luka kulit, kateter intravena, sayatan bedah, dan orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Akibat infeksi dari bakteri ini misalnya bernanah dapat menyebabkan demam tinggi, menggigil, dan tekanan darah rendah, Infeksi kulit merupakan jenis yang paling umum terjadi dari penyakit yang dihasilkan oleh Staphylococcus. Infeksi kulit ini sendiri dapat berkembang menjadi impetigo (pengerasan kulit) atau cellulitis (peradangan pada lapisan yang lebih dalam dari kulit dan jaringan ikat di bawah kulit, yang dapat menyebabkan pembengkakan dan kemerahan).

Adapun pada wanita menyusui, bakteri ini dapat juga menyebabkan mastitis (radang payudara), dan perlu diketahui bahwasannya di saat terjadi mastitis ini dapat melepaskan bakteri ke dalam air susu ibu. Dan ketika bakteri memasuki aliran darah dan selanjutnya menyebar ke organ lain, maka sejumlah infeksi serius dapat terjadi.

Dan penyebaran organisme ke aliran darah yang dikenal sebgai bakteremia atau sepsis ini. Pada Penyakit Pneumonia dapat menyebabkan pembentukan abses dalam paru-paru. Infeksi pada katup jantung (endokarditis) dapat mengakibatkan gagal jantung. Penyebaran staphylococcus ke tulang juga dapat mengakibatkan peradangan parah dari tulang yang juga dikenal sebagai osteomyelitis. Terjadi pula Tromboflebitis yakni ketika bakteri menginfeksi pembuluh darah. Tromboflebitis ini paling sering terjadi pada pasien rawat inap. Pada orang yang terkena luka bakar parah di daerah yang luas dari tubuh. Dan ketika tidak diobati, S. aureus akan menyebabkan kematian.

Keracunan makanan juga merupakan penyakit dari dalam perut yang mengakibatkan mual, muntah, diare, bahkan dehidrasi. Hal ini juga disebabkan oleh makanan yang terkontaminasi dengan racun yang dihasilkan oleh Staphylococcus aureus. Gejala ini biasanya berkembang dalam waktu satu hingga 6 (enam) jam setelah memakan makanan yang terkontaminasi. Penyakit ini biasanya akan berlangsung selama satu sampai 3 (tiga) hari dan sembuh dengan sendirinya.

Pasien dengan penyakit ini tidaklah menular karena racunnya tidak ditularkan dari satu orang ke orang lainnya. Dan terjadi pula Toxic shock syndrome yang ditandai dengan demam mendadak tinggi, muntah, diare, serta nyeri otot, yang diikuti oleh tekanan darah rendah (hipotensi), yang bisa menyebabkan shock dan kematian.

Itulah sekilas penjelasan tentang Bakteri Staphylococcus Aureus dan Bahayanya, terima kasih telah berkunjung dan menyempatkan membaca, semoga artikel yang anda baca ini bermanfaat, dan sampai jumpa di artikel bermanfaat lainnya.

Subscribe to receive free email updates: