Cara Reproduksi Bakteri Secara Seksual dan Aseksual

Cara Reproduksi Bakteri Secara Seksual dan Aseksual – Sahabat Pendidikan kembali lagi bersama kami. Kali ini kita akan membahas tentang Cara Reproduksi Bakteri, dan bagaimana caranya ? untuk lebih jelasnya silahkan simak ulasan singkatnya berikut ini.

Cara Reproduksi Bakteri Secara Seksual dan Aseksual

Definisi Bakteri
Bakteri ialah mikroorganisme yang sudah ditemukan berjuta-juta tahun yang lalu yang ditemukan pada tiap lapisan bumi. Menurut sejarah, bakteri ialah organisme pertama yang ditemukan di bumi dan hingga saat ini banyak ditemukan spesies baru bakteri dan beberapa jenis spesies yang hidup pada zaman purba. Kemampuannya dalam berkembang biak dengan cepat, itu sangat mengunungkan bagi bakteri untuk selalu mempertahankan kelestarian jenisnya. Tubuh dari bakteri tersusun dari satu sel atau uniseluler, karenanya bakteri sangat sensitif dengan lingkungan. Lingkungan yang baik akan membuat laju dari perkembangan bakteri akan melesat cepat, sedangkan jika lingkungan buruk maka bakteri akan cenderung mempertahankan kelangsungan hidupnya.

Reproduksi Bakteri Dengan Cara Seksual

Bakteri yang berkembang biak degan cara ini mempunyai ciri, yakni terjadinya penggabungan gen dari antar bekteri, ini akan meningkatkan keaneka ragaman jenis bakteri karena muncul variasi baru dari menyatunya kedua gen dari bakteri itu. Mutasi merupakan akibta dari reproduksi, bakteri akan mengalami perubahan genetik. Banyak kasus dari mutasi yang menyebabkan bakteri mengalami kekebalan pada antibiotik.

Perkembang biakan dnegan cara seksual memakan waktu lebih lama akan tetapi hasil dari reproduksi jenis ini akan menghasilkan jenis baru yang lebih kuat dibanding induknya. Berikut ialah penyatuan genetik pada reproduksi seksual yang dapat diperoleh degan cara:

1. Transformasi
Dengan metode ini bakteri akan mengambil fragment DNA bakteri lain dari lingkungan lalu merekontruksi dengan DNA ia dia miliki. Bakteri rekombinan yang terbentuk selanjutnya akan melakukan reproduksi dengan cara saeksual utnuk mengahsilkan spesies bakteri yang sejenis.

2. Transduksi

Rekomendasi genetik yang diperantai oelh bakteriofage virus, virus bakteriofage ialah kelompok virus yang menyerang baktero. virus jenis ini meminjam tubuh bkateri untuk melakukan perkembang biakan. Virus ini membawa DNA dari bakteri yang sebelumnya sudah diinfeksi kedalam tubuh bakteri lain. Fragmen DNA antar bakteri selanjutnya akan menyatu sehingga akan membentuk bakteri rekombinan.

3. Konjugasi
Konjugasi melibatkan dua sel bakteri yang dengan langsung akan melakukan tranfer genetik. Teknik jenis ini pertama kali dikenalkan oleh Lederberg dan Tatum pada bakteri E.COli Plasmid merupakan DNA ekstra yang dimiliki oleh beberapa jenis bakteri. Pertukaran akan melalui jembatan konjungan yang dibentuk oleh bakteri konjungna yang menembus sel bakteri penerima atau F-. Pili akan ditarik kembali setelah plasmid sudah selesai ditransfer. Sebelum itu terjadi, bakteri donor atau F+ akan menggandakan plasmid sehingga terbentuk dua plasmid yakni asli dan replika. Plasmid replika akan ditransfer pada bakteri recipient atau F- sehingga bakteri penerima sekarang bermutasi mempunyai kombinasi gen dari bakteri F+.

Reproduksi Bakteri Dengan Cara Aseksual
Reproduksi jenis ini tidak terjadi penyatuan gen, perkembang biakan jenis ini akan berlangsung sangat cepat, dalam hitungan satu jam maka akan dihasilkan jutaan bakteri. Berikut jenis-jenis reproduksi aseksual:

1. Membelah Diri atau Pembelahan Biner

Pada umumnya bakteri akan melakukan teknik jenis ini, membelah diri akan berjalan dengan cepat karena tidak melalui tahapan pembelahan seperti pada sel hewan atau pada tumbuhan. Dengan teknik ini bakteri akan menggandakan DNA-nya dengan menyematkan di membran sel. Setelah terbentuknya DNA replika maka bakteri akan membagi tubuhnya menjadi dua sel dan akan terbentuk dua sel anakan yang mempunyai DNA identik dnegan induknya. Setiap anakn sel akan melakukan pembelahan lagi dalam waktu 20 sampai 30 menit, sehingga dnegan begitu akan dapat dihasilkan jutaan bakteri dalam waktu 10 jam, tentu saja dengan lingkungan yang mendukung.

2. Fragmentasi
Dilingkungan yang tidak baik bakteri akan membentuk tubuh gonidia yang isinya ialah fragmen atau potongan DNA dan protoplasma sel bakteri. Setelah lingkungannya kembali normal maka masing-masing gonidia akan tumbuh menjadi sel bakteri yang utuh kembali dengan mereplikasi ulang DNA untuk melengkpai fragmen DNA-nya.

3. Budding atau Tunas
Dalam beberapa kasus, bakteri dapat membuat tonjolan dari dirinya yang disebut tunas. Sel induk yang ada pada bakteri akan membuat replika DNA yang akan diberikan pada tunas. Replika DNA akan ditransfer ke dalam tubuh tunas yang msih menempel pada tubuh induk. Sel anak dari pertunasan mempunyai DNA yang sama persis dengan induknya dan akan mengalami perkembangan yang sama.

4. Endospora

Dengan teknik ini, bakteri akan meng-copy DAN lalu membungkusnya dengan dinding yang amat kuat. Endospora akan tetap di dalam tubuh induk sel bakteri. Hanya beberapa bakteri yang dapat bereproduksi dengan endospora. Teknik ini dilakukan jika terjadi perubahan lingkungan yang buruk untuk pertumbuhan bakteri, Jiak cuaca buruk maka induk bakteri akan mati dan endospora akan terlepas lalu keluar. DInding dari endospora tahan dengan panas sehingga ia tahan akan kondisi yang ekstrim. Hingga lingkungan akan kembali normal, endospora akan menetas dan membentuk bakteri yang baru.

Demikianlah penjelasan artikel tentang Cara Reproduksi Bakteri Secara Seksual dan Aseksual. semoga dapat bermanfaat

Subscribe to receive free email updates: