12 Pengertian, Elemen, Manfaat, dan Tujuan Penerapan Manajemen Pengetahuan Terlengkap

12 Pengertian, Elemen, Manfaat, dan Tujuan Penerapan Manajemen Pengetahuan Terlengkap - Knowledge Management atau Manajemen Pengetahuan adalah kumpulan perangkat, teknik dan strategi untuk mempertahankan, menganalisis, mengorganisasikan, meningkatkan dan membagikan pengertian dan pengalaman. Istilah Knowledge Management atau Manajemen Pengertahuan pertama kali pada tahun 1986 dalam konferensi manajemen Eropa. Selain pengertian tersebut, terdapat pengertian Knowledge Management menurut para ahli. Selain pengertian knowledge management, kita akan membahas tentang elemen, manfaat, tujuan, pengertian Knowledge Management System dan juga kategori /jenis-jenis Knowledge Management.

12 Pengertian, Elemen, Manfaat, dan Tujuan Penerapan Manajemen Pengetahuan Terlengkap


Pengertian Knowledge Management Menurut Para Ahli
Jann dan Lantu (2006)

Menurut Jann dan Lantu, Knowledge Management adalah proses sistematik untuk menemukan, memilih, mengorganisasikan, menyarikan dan menyajikan pengetahuan dengan cara tertentu, sehingga para pekerja mampu memanfaatkan dan meningkatkan penguasaan pengetahuan dalam suatu bidang kajian yang spesifik, untuk kemudian ada proses institusionalisasi agar pengetahuan yang diciptakan menjadi pengetahuan perusahaan.

Harvard College (1999)
Menurut Harvard College, Knowledge Management adalah suatu proses terhormat dan terarah dalam mencerna informasi yang telah dimiliki suatu perusahaan, dan mencari apa yang dibutuhkan oleh masing-masing individu di dalam perusahaan tersebut, untuk kemudian memfasilitasinya agar mudah diakses dan selalu tersedia bilamana dibutuhkan.

Nonaka & Takeuchi (1994)
Menurut Nonaka & Takeuchi, Knowledge Management adalah alat manajemen yang membenarkan keyakinan bahwa pengetahuan menjadi aset untuk meningkatkan kapasitas organisasi agar mampu bekerja lebih efektif.

Anderson dan APQC (1996)

Menurut Anderson dan APQC, Knowledge Management adalah sebuah proses pembelajaran orang dalam menggunakan informasi.

Karl Erik Sveiby (1997)
Menurut Karl Erik Sveiby, Knowledge Management adalah sebuah seni untuk menciptakan nilai organisasi dari aset intangible yang dimilikinya.

Delphi (1998)
Menurut Delphi, Knowledge Management adalah praktik dan teknologi untuk memfasilitasi proses penciptaan dan pembagian pengetahuan.

Bock (2001)
Menurut Bock, Knowledge Management adalah program manajemen untuk mengelola dan menyatukan sekumpulan aktivitas akuisisi, penciptaan, dan pembagian pengetahuan.

Davenport dan Prusak (1998)
Menurut Davenport dan Prusak, Knowledge Management adalah sebuah upaya untuk mencatat pengetahuan eksplisit faktual dan pengetahuan taksit yang ada di dalam perusahaan untuk mencapai objektif bisnis.

Newman dan Conrad (1999)
Menurut Newman dan Conrad, Knowledge Management adalah suatu disiplin yang mencari peningkatan kinerja individual dan organisasi dengan mengelola dan mengungkit nilai saat ini dan nilai yang akan datang dari aset pengetahuan.

UNDP
Menurut UNDP, Knowledge Management adalah program kerja untuk menjalankan proses penangkapan, penyimpanan dan berbagi pengetahuan, karenanya kita akan dapat melakukan proses belajar dari pengalaman kerjanya yang digunakan untuk menyongsong masa depannya.

Elemen Pokok Knowledge Management

Adapun elemen pokok dari knowledge management yaitu:

1. People
Hal ini berarti Knowledge Management berasal dari orang. People atau orang merupakan bentuk dasar untuk membentuk knowledge/pengetahuan baru. Tanpa orang tidak akan ada pengetahuan/knowledge.

2. Technology
Hal ini merupakan infrastruktur teknologi yang standar, konsisten, dan bisa diandalkan dalam mendukung alat perusahaan.

3. Processes
Hal ini terdiri atas menangkap, menyaring, mengesahkan, mentransformasikan, dan menyebarkan pengetahuan ke seluruh perusahaan dilengkapi dengan menjalankan prosedur dan proses tertentu.

Manfaat Knowledge Management
Menurut Chase International Survey, manfaat adanya knowledge management dalam perusahaan, yaitu:

1. Meningkatkan Pengambilan Keputusan
Ini berarti jelas bahwa setiap keputusan yang diambil atas dasar informasi dan pengalaman yang ditinjau dari berbagai aspek. Misalnya Knowledge sharing yang selalu membahas dinamika pasar dan tuntutan kebutuhan pelanggan, membuat perusahaan selalu berorientasi untuk menjual apa yang disukai dan di butuhkan pasar.

2. Meningkatkan Respon Terhadap Pelanggan
Orientasi dan respon terhadap pelanggan tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab pemasaran dan costumer service, namun juga menjadi bagian dari seluruh organisasi.

3. Meningkatkan Efisiensi Cara kerja dan Proses
Efisiensi cara kerja dan proses yang selalu dievaluasi akan membuat organisasi bisa bekerja dengan lebih cerdas untuk memanfaatkan sumber daya yang ada dari waktu ke waktu.

4. Meningkatkan Jumlah Produk/Jasa dan Kemampuan Berinovasi
Produk dan jasa yang melebihi harapan pelanggan bisa lebih mudah dan cepat untuk di ciptakan. Maka, akan timbul inovasi. Inovasi ini tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab penelitian dan pengembangan, namun semua anggota dalam organisasi.

Tujuan Penerapan Knowledge Management

Adapun tujuan dari penerapan manajemen pengetahuan atau knowledge management itu sendiri yaitu:

1. Untuk Menghematan Waktu dan Biaya
Dengan sumber pengetahuan yang terstruktur dengan baik, maka perusahaan akan lebih mudah menggunakan pengetahuan tersebut untuk konteks lain, sehingga perusahaan bisa menghemat waktu dan biaya.

2. Untuk Meningkatkan Aset Pengetahuan
Sumber pengetahuan akan memberikan kemudahan bagi setiap karyawan untuk memanfaatkannya, sehingga proses pemanfaatan pengetahuan di lingkungan perusahaan akan meningkat dan akhirnya proses kreatifitas dan inovasi akan terdorong lebih luas dan karyawan dapat meningkatkan kompetensi yang dimilikinya.

3. Meningkatkan Kemampuan Beradaptasi
Perusahaan akan mudah beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis yang terjadi baik itu dalam jangka panjang maupun jangka pendek.

4. Meningkatkan Produktifitas
Pengetahuan yang telah ada bisa dimanfaatkan kembali untuk prosesyang akan dikembangkan, sehingga produktifitas perusahaan akan meningkat.

Kategori Knowledge Management
Dalam Knowledge Management terdapat Knowledge Management System. Pengertian Knowledge Management System adalah sistem yang diciptakan untuk memfasilitasi penangkapan, penyimpanan, pencarian, pemindahan dan penggunaan kembali pengetahuan. Dalam sistem manajemen pengetahuan, ada 2 hal yang dibutuhkan untuk membangun sistem ini yaitu tacit knowledge dan explisit knowledge.

A. Tacit Knowledge
Pada dasarnya tacit knowledge bersifat personal, dikembangkan melalui pengalaman yang sulit diformulasikan dan dikomunikasikan. Tacit knowledge tidak dinyatakan dalam bentuk tulisan, melainkan sesuatu yang terdapat dalam pikiran orang yang bekerja dalam suatu organisasi.

Polanyi (1966), menjabarkan secara umun tacit knowledge sebagai:
  • Pemahaman dan aplikasi pikiran bawah sadar
  • Susah diucapkan
  • Berkembang dari kejadian langsung dan pengalaman
  • Berbagi pengetahuan melalui percakapan
  • Berdasarkan pengertiannya, maka tacit knowledge dikategorikan sebagai personal knowledge atau pengetahuan individu

B. Explicit Knowledge
Explicit knowledge bersifat formal dan sistematis yang mudah untuk dikomunikasikan dan dibagi . Menurut Polanyi (1966), pada saat tacit knowledge bisa dikontrol dalam pikiran seseorang, explicit knowledge justru harus bergantung pada pemahaman dan aplikasi secara tacit, jadi semua pengetahuan tersebut berakar pada tacit knowledge. Secara umum explicit knowledge dijabarkan sebagai:

Dapat diucapkan secara tepat dan resmi
Mudah disusun, didokumentasikan, dipindahkan, dibagi, dan dikomunikasikan
Penerapannya lebih mudah karena pengetahuan yang diperoleh dalam bentuk tulisan atau pernyataan yang didokumentasikan, sehingga setiap karyawan dapat mempelajarinya secara independent.

Demikianlah penjelasan tentang 12 Pengertian, Elemen, Manfaat, dan Tujuan Penerapan Manajemen Pengetahuan Terlengkap. semoga dapat bermanfaat.

Subscribe to receive free email updates: