Pengertian Korupsi Menurut Para Ahli Beserta Bentuk, Faktor Penyebab, Ciri-Ciri, Dampak, Cara Mengatasi Korupsi

Pengertian Korupsi Menurut Para Ahli

Pengertian Korupsi Menurut Para Ahli Beserta Bentuk, Faktor Penyebab, Ciri-Ciri, Dampak, Cara Mengatasi Korupsi

Nurdjana (1990)
Pengertian Korupsi Menurut Nurdjana, korupsi berasal dari bahasa Yunani yaitu “corruptio” yang berarti perbuatan yang tidak baik, buruk, curang, dapat disuap, tidak bermoral, menyimpang dari kesucian, melanggar norma-norma agama materiil, mental dan hukum.

UU No. 20 Tahun 2001

Pengertian Korupsi Menurut UU No. 20 Tahun 2001 adalah tindakan melawan hukum dengan maksud memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korupsi yang berakibat merugikan negara atau perekonomian negara

UU No 24 Tahun 1960
Pengertian Korupsi Menurut UU No.24 Tahun 1960 adalah perbuatan seseorang, yang dengan atau karena melakukan suatu kejahatan atau dilakukan dengan menyalah gunakan jabatan atau kedudukan.

Kartono (1983)
Pengertian Korupsi Menurut Kartono adalah tingkat laku individu yang menggunakan wewenang dan jabatan guna mengeduk keuntungan pribadi, dan atau merugikan kepentingan umum dan negara.

Haryatmoko
Pengertian Korupsi Menurut Haryatmoko adalah upaya menggunakan kemampuan campur tangan karena posisinya untuk menyalahgunakan informasi, keputusan, pengaruh,uang atau kekayaan demi kepentingan keuntungan dirinya.

Black’s Law Dictionary
Pengertian Korupsi Menurut Black’s Law Dictionary adalah suatu perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk memberikan keuntungan yang tidak resmi dengan menggunakan hak-hak dari pihak lain, yang secara salah dalam menggunakan jabatannya atau karakternya di dalam memperoleh suatu keuntungan untuk dirinya sendiri atau orang lain, yang berlawanan dengan kewajibannya dan hak-hak dari pihak lain.

UU No.31 Tahun 1999

Pengertian Korupsi Menurut UU No.31 Tahun 1999 adalah setiap orang yang dengan sengaja dengan melawan hukum untuk melakukan perbuatan dengan tujuan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang mengakibatkan kerugian keuangan negara atau perekonomian negara.

Syeh Hussein Alatas
Pengertian Korupsi Menurut Syeh Hussein Alatas adalah subordinasi kepentingan umu dibawah kepentingan pribadi yang mencakup pelanggaran norma, tugas dan kesejahteraan umum, yang diakukan dengan kerahasiaan, penghianatan, penipuan dan kemasabodohan dengan akibat yang diderita oleh rakyat.

Mubyarto
Pengertian Korupsi Menurut Mubyarto adalah suatu masalah politik lebih dari pada ekonomi yang menyentuh keabsahan atau legitimasi pemerintah di mata generasi muda, kaum elite terdidik dan para pegawa pada umumnya. Akibat yang akan ditimbulkan dari korupsi ini yakni berkurangnya dukungan pada pemerintah dari kelompok elite di tingkat provinsi dan kabupaten.

Gunnar Myrdal
Pengertian Korupsi Menurut Gunnar Myrdal dalah suatu masalah dalam pemerintahan karena kebiasaan melakukan penyuapan dan ketidakjujuran membuka jalan membongkar korupsi dan tindakan-tindakan penghukuman terhadap pelanggar. Tindakan dalam pemberantasan korupsi umumnya dijadikan pembenar utama terhadap KUP Militer.

The Lexicon Webster Dictionary
Pengertian Korupsi Menurut The Lexicon Webster Dictionary adalah kebusukan, keburukan, kebejatan, ketidakjujuran, bisa disuap, tidak bermoral, penyimpangan dari kesucian, kata-kata atau ucapan yang menghina atau memfitnah.

Robert Klitgaard
Pengertian Korupsi Menurut Robert Klitgaard adalah suatu tingkah laku yang menyimpang dari tugas-tugas resmi jabatannya dalam negara, dimana untuk memperoleh keuntungan status atau uang yang menyangkut diri pribadi atau perorangan, keluarga dekat, kelompok sendiri, atau dengan melanggar aturan pelaksanaan yang menyangkut tingkah laku pribadi.

S.Hornby
Pengertian Korupsi Menurut S.Hornby adalah suatu pemberian atau penawaran dan penerimaah hadian berupa suap, serta kebusukan atau keburukan.

Henry Campbell Black
Pengertian Korupsi Menurut Henry Campbell Black adalah suatu perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk memberikan suatu keuntungan yang tidak sesuai dengan kewajiban resmi dan hak-hak dari pihak lain.

Brooks
Pengertian Korupsi Menurut Brooks adalah sengaja melakukan kesalahan atau melalaikan tugas yang diketahui sebagai kewajiban, atau tanpa keuntungan yang sedikit banyak bersifat pribadi.

Nathaniel H. Left
Pengertian Korupsi Menurut Nathaniel H. Left adalah suatu cara diluar hukum yang digunakan oleh perseorangan atau golongan-golongan untuk mempengaruhi tindakan-tindakan birokrasi.

Jose Veloso Abueva
Pengertian Korupsi Menurut Jose Veloso Abueva adalah mempergunakan kekayaan negara (biasanya uang, barang-barang milik negara atau kesempatan) untuk memperkaya diri.

Juniadi Suwartojo (1997)
Pengertian Korupsi Menurut Juniadi Suwartojo adalah tingkah laku atau tindakan seseorang atau lebih yang melanggar norma-norma yang berlaku dengan menggunakan dan/atau menyalahgunakan kekuasaan atau kesempatan melalui proses pengadaan, penetapan pungutan penerimaan atau pemberian fasilitas atau jasa lainnya yang dilakukan pada kegiatan penerimaan dan/atau pengeluaran uang atau kekayaan, penyimpanan uang atau kekayaan serta dalam perizinan dan/atau jasa lainnya dengan tujuan keuntungan pribadi atau golongannya sehing langsung atau tidak langsung merugikan kepentingan dan/atau keuangan negara/masyarakat.

Philip
Pengertian Korupsi Menurut Philip adalah tingkah laku dan tindakan seseorang pejabat publik yang menyimpang dari tugas-tugas publik formal untuk mendapatkan keuntungan pribadi, atau keuntungan bagi orang yang tertentu yang berkaitan erat dengan pelaku korupsi seperti keluarga koruptor, karib kerabat koruptor, dan teman koruptor.

Jeremy Pope (2002)
Pengertian Korupsi Menurut Jeremy Pope adalah penyalahgunaan kekuasaan dan kepercayaan untuuk kepentingan pribadi atau perilaku tidak mematuhi prinsip mempertahankan jarak (keeping disatance).

Johston
Pengertian Korupsi Menurut Johnston adalah sebagai tingkah laku yang menyimpang dari tugas tugas resmi dalam perang sebagai pegawai pemerintah (yang dipilih ataupun diangkat) karena kekayaan yang dianggap mliki sendiri (pribadi, keluarga dekat ataupun kelompok sendiri) atau perolehan status atau melanggar peraturan terhadap pelaksanaan jenis jenis tertentu dari pengaruh yang dianggap milik sendiri.

Anwar (2006:10)
Pengertian Korupsi Menurut Anwar adalah penyalahgunaan amanah untuk kepentingan pribadi.

Mohtar Mas’oed (1994)
Pengertian Korupsi Menurut Mohtar Mas’oed adalah perilaku yang menyimpang dari kewajiban formal suatu jabatan publik karena kehendak untuk memperoleh keuntungan ekonomis atau status bagi diri sendiri, keluarga dekat atau klik.

Alfiler (1986)

Pengertian Korupsi Menurut Alfiler yang disebut sebagai korupsi birokrasi adalah sebagai suatu perilaku yang dirancang yang sesungguhnya merupakan suatu perilaku yang menyimpang dari norma-norma yang diharapkan yang sengaja dilakukan untuk mendapatkan imbalan material atau penghargaan lainnya.

Prof R.Subekti, SH. dan Tjitrosudibio
Pengertian Korupsi Menurut Prof R.Subekti, SH. dan Tjitrosudibio adalah perbuatan curang tindakan pidana yang dapat membuat rugi keuangan negara dan perusahaan.

Prof. Subekti
Pengertian Korupsi Menurut Prof. Subekti adalah suatu tindakan perdana yang memperkaya diri yang secara langsung merugikan negara atau perekenomian negara.

Jacob Van Klaveren
Pengertian Korupsi Menurut adalah suatu hal apabila seorang abdi negara (pegawai negeri) yang berjiwa korup menganggap kantor/instansinya sebagai perusahaan dagang, sehingga dalam pekerjaanya diusahakan pendapatannya akan diusahakan semaksimal mungkin.

Huntington (1968)
Pengertian Korupsi Menurut Huntington adalah perilaku pejabat publik yang menyimpang dari norma-norma yang diterima oleh masyarakat, dan perilaku menyimpang ini ditujukan dalam rangka memenuhi kepentingan pribadi.

Dr. Kartini Kartono
Pengertian Korupsi Menurut Dr. Kartini Kartono adalah tingkah laku yang menggunakan jabawan dan wewenang guna mengeruk keuntungan pribadi, merugikan kepentingan umum.

Nye, J.S (1967)
Pengertian Korupsi Menurut Nye, J.S dalam Corruption and political development adalah sebagai perilaku yang menyimpang dari aturan etis formal yang menyangkut tindakan seseorang dalam posisi otoritas publik yang disebabkan oleh motif pertimbangan pribadi, seperti kekayaan, kekuasaan dan status.

Bentuk-Bentuk Korupsi
Korupsi mempunyai beberapa bentuk yaitu:

Penyuapan (bribery)
Adalah sebuah perilaku memberi dan menerima suap, baik itu berupa uang ataupun barang.
Embezzlement
Adalah perbuatan penipuan dan pencurian sumber daya yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu yang mengelola sumber daya tersebut, baik berupa dana publik atau sumber daya alam tertentu.
Fraud
Adalah perbuatan kejahatan ekonomi yang melibatkan penipuan. Yang didalamnya termasuk manipulasi atau mendistorsi informasi dan fakta dengan tujuan mengambil keuntungan-keuntungan tertentu.
Extortion
Adalah perbuatan memintan uang atau sumber daya lainnya secara paksa atau disertai dengan intimidasi-intimidasi tertentu oleh pihak yang mempunyai kekuasaan. Yang dilakukan oleh mafia lokal dan regional.
Favouritism
Adalah mekanisme kekuasaan yang disalah gunakan yang berimplikasi kepada tindakan privatisasi sumber daya, melanggar hukum yang ada dan merugikan negara. Yang sifatnya serba kerahasiaan, walaupun dilakukan secara kolektif atau korupsi berjamaah

Faktor Penyebab Korupsi
Ada dua faktor penyebab terjadinya korupsi, yaitu:
 
Faktor Internal
Sifat Tamak
Sifat tamak atau tidak puas dengan apa yang telah diraih, selalu merasa kurang sehingga melakukan perbuatan korupsi.
Moral Yang Kurang Kuat
Individu yang mempunyai moral tidak kuat akan muda tergoda/tertarik untuk melakukan korupsi.
Gaya Hidup Konsumtif
Perbuatan atau gaya hidup yang konsumtif jika tidak dibarengi dengan pendapatan yang cukup, hal ini akan menyebabkan terjadinya korupsi.

Faktor Eksternal
Faktor Ekonomi
Seorang pegawai atau karyawan yang kurang gaji/upah akan menyebabkan pegawai itu melakukan korupsi.
Faktor Politik
Instanbilitas politik juga akan menyebabkan korupsi
Faktor Organisasi
Kurangnya sikap keteladanan pimpinan terhadap bawahan juga bisa menyebabkan terjadinya korupsi.
Faktor Umum
Tidak berdayanya hukum atau lemah dan buruknya perundang-undangan juga akan bisa menyebabkan terjadinya korupsi

Ciri-Ciri Korupsi

Dalam setiap korupsi ada ciri-ciri yang muncul, Syed Hussein Alatas menyebutkan ciri-ciri korupsi sebagai berikut:

  • Selalu melibatkan lebih dari satu orang. Inilah bedanya antara korupsi dengan pencurian atau penggelapan.
  • Bersifat rahasia, tertutup, terutama motif yang melatarbelakangi perbuatan korupsi.
  • Melibatkan elemen kewajiban dan keuntungan timbal balik. Kewajiban dan keuntungan tidaklah selalu dalam bentuk uang.
  • Pelaku korupsi berusaha untuk berlindung dibalik pembenaran hukum.
  • Para pelaku korupsi adalah mereka yang mempunyai kekuasaan atau wewenang serta dapat mempengaruhi keputusan-keputusan itu.
  • Bentuknya melibatkan fungsi ganda yang kontradiktif dari mereka yang melakukan perbuatan tersebut.
  • Setiap perbuatan mengandung penipuan, biasanya pada badan publik atau pada masyarakat umum.
  • Berlandaskan dengan niat kesengajaan untuk menempatkan kepentingan umum dibawah kepentingan pribadi.
Dampak Korupsi
Apabila korupsi sudah terjadi makan akan berdampak pada negara ataupun kelompok lain diberbagai bidang. Berikut ini adalah dampak dari perbuatan korupsi
  • Lambat pertumbuhan ekonomi dan investasi
  • Produktifitas menurun
  • Kualitas barang dan jasa menjadi rendah
  • Pendapatan Negara sektor pajak menurun
  • Harga jasa dan pelayanan publik lebih mahal
  • Pengentasan kemiskinan rakyat menjadi lambat
  • Akses bagi masyarakat sangat terbatas
  • Kriminalitas bertambah
  • Akan timbul pemimpin yang korup
  • Berkurang atau hilangnya kepercayaan publik terhadap demokrasi
  • Kedaulatan rakyat hancur
  • Fungsi pemerintah tidak berjalan dengan baik
  • Kepercayaan masyarakat kepada pemerintah akan hilang
  • Garis batas negara menjadi lemah
  • Kekerasan didalam masyarakat meningkat
  • Kualitas lingkungan yang menurun
  • Kualitas hidup menjadi turun
Cara Mengatasi Korupsi
Cara yang bisa dilakukan dalam mengatasi korupsi adalah sebagai berikut:
  • Menciptakan supremasi hukum yang kuat
  • Menciptakan kondisifitas nyata disemua daerah
  • Menciptakan Pendidikan Anti Korupsi
  • Membangun Pendidikan moral sedini mungkin
  • Pembekalan pendidikan agama/religi secara intensif
Nah itulah penjelasan tentang  Pengertian Korupsi Menurut Para Ahli Beserta Bentuk, Faktor Penyebab, Ciri-Ciri, Dampak, Cara Mengatasi Korupsi . Semoga dapat bermanfaat :)

Subscribe to receive free email updates: