KEKEJAMAN KEBIJAKAN DALAM MASA PENJAJAHAN JEPANG



Masa pendudukan atau penjajahan Jepang di Indonesia dimulai pada tahun 1942 dan berakhir pada tanggal 17 Agustus 1945 sesuai dengan ditandainya peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang dilakukan oleh Soekarno dan Moh Hatta atas nama seluruh bangsa Indonesia. Penjajahan yang berlangsung sekitar 3,5 tahun itu dapat terbilang cukup singkat mengingat jika dibandingkan dengan penjajahan oleh Belanda yang berusia 350 tahun. 

KEKEJAMAN KEBIJAKAN DALAM MASA PENJAJAHAN JEPANG

Namun, penjajahan yang hanya berumur singkat tersebut ternyata sangat memberikan penderitaan bagi rakyat Indonesia. Kekejaman penjajahan Jepang salah satunya dengan berbagai kebijakan yang dikeluarkan yang umumnya sangat merugikan bangsa Indonesia. Berikut ialah contoh beberapa kebijakan masa penjajahan Jepang yang sangat kejam.

1.      Kebijakan ekonomi perang
Dalam menjalankan pemerintahannya, pemerintah Jepang berpegang pada tiga prinsip utama. Pertama, mengusahakan agar mendapat dukungan rakyat agar dapat memenangkan perang dan mempertahankan ketertiban umum. Kedua, memanfaatkan sebanyak mungkin struktur pemerintahan yang telah ada. Ketiga, meletakkan dasar supaya wilayah yang bersangkutan dapat memenuhi kebutuhannya sendiri bagi wilayah selatan.

Oleh sebab itu, pemerintah Jepang pada awalnya senantiasa berupaya mencapai mencapai serta berupaya mempertahankan keadaan yang stabil. Kebijaksanaan Jepang terhadap rakyat Indonesia juga memiliki 2 prioritas, yakni menghapus pengaruh barat di kalangan rakyat Indonesia dan memobilisasi rakyat Indonesia demi kemengan Jepang dalam perang Asia Timur Raya.

2.      Kebijakan dalam kegiatan pendidikan dan kebudayaan
Setelah Februari 1942 menyerang Sumatera Selatan, setelah itu Jepang menyerang Jawa dan akhirnya memaksa Belanda menyerah pada Maret 1942. Sejak itu Jepang lalu menerapkan beberapa kebijakan dalam segala bidang, termasuk dalam bidang pendidikan dan kebudayaan. Kebijakan Jepang memiliki implikasi luas terutama bagi sistem pendidikan dan kebudayaan di era kemerdekaan. Kebijakan tersebut antara lain:

a.       Dijadikannya Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi pengantar pendidikan dan menggantikan Bahasa Belanda.
b.      Adanya integrasi sistem pendidikan dengan dihapuskannya sistem pendidikan berdasarkan kelas sosial di era penjajahan Belanda. Setelah berhasil menguasai Indonesia, Jepang menginstruksikan ditutupnya sekolah-sekolah berbahasa belanda, pelanggaran materi tentang Belanda dan bahasa-bahasa Eropa lainnya. Kondisi ini antara lain memaksa para guru untuk mentranslasikan buku-buku berbahasa asing kedalam Bahasa Indonesia untuk kepentingan proses pembelajaran.

Kebijakan ini menyebabkan terjadinaya kemunduran yang luar biasa bagi dunia pendidikan dari aspek kelembagaan dan operasonalisasi pendidikan lainnya. Angka buta huruf menjadi sengat tinggi, walaupun telah ada usaha pemberantasan buta huruf

3.      Kebijakan Romusha
Romusha ialah panggilan bagi orang Indonesia yang dipekerjakan secara paksa pada masa penjajahan Jepang di Indonesia dari tahun 1942 hingga 1945. Kebanyakn romusha adalah petani, dan sejak bulan Oktober 1943 pihak Jepang mewajibkan para petani menjadi romusha. Jumlah orang yang menjadi romusha tidak diketahui pasti, diperkirakan beravariasi dari 4-10 juta orang.

Demikian penjelasan mengenai KEKEJAMAN KEBIJAKAN DALAM MASA PENJAJAHAN JEPANG, semoga dapat bermanfaat.

Subscribe to receive free email updates: