PENGERTIAN PAJAK, UNSUR, PRINSIP DAN JENIS-JENISNYA

1.      Pengertian Pajak
Pajak adalah iuran dari masyarakat ke kas negara yang dapat dipaksakan berdasarkan undang-undang dengan tanpa mendapat jasa timbal balik langsung.

PENGERTIAN PAJAK, UNSUR, PRINSIP DAN JENIS-JENISNYA


Menurut Undang-Undang No. 6 Tahun 1983 mengenai Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan Indonesia, yang telah disempurnakan dengan Undang-Undang No. 16 Tahun 2000, pajak ialah iuran wajib yang dibayar oleh wajib pajak berdasarkan norma-norma hukum guna membiayai pengeluaran-pengeluaran kolektif guna meningkatkan kesejahteraan umum yang balas jasanya tidak diterima secara langsung.

2.      Unsur-unsur Pajak
Unsur-unsur pajak terdiri dari:

a.       Wajib pajak, yakni orang ataupun badan usaha yang diwajibkan untuk membayar sejumlah besar pajak dengan syarat-syarat tertentu.
b.      Objek pajak, yakni setiap tambahan kemampuan ekonomi yang diterima ataupun yang diperoleh wajib pajak baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar negeri yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan wajib pajak yang bersangkutan.
c.       Tarif pajak
Tarif pajak ialah tarif yang besarnya ditetapkan berdasarkan UU RI No. 10 Tahun 1994 Pasal 17.
Macam-macam tarif pajak, yakni:
1)      Tarif tetap ialah yang tetap dan tidak bergantung besar kecilnya objek pajak.
2)      Tarif proporsional ialah tarif yang menggunakan presentase yang jumlahnya tetap.
3)      Tarif progresif ialah tarif yang apabila nilai objek tinggi, maka tarif pajaknya juga tinggi.
4)      Tarif degresif ialah tarif pajak yang makin menurun jika objek pajak dikenakan pajak makin besar.


3.      Prinsip-prinsip Pemungutan Pajak
Agar pemungutan pajak benar-benar efektif, terdapat lima prinsip yang harus dijalankan dalam pelaksanaan pemungutan pajak, yakni:
a.       Prinsip keadilan (equity)
Keadilan dalam pemungutan pajak, artinya pajak dikenakan secara umum serta sesuai dengan kemampuan wajib pajak atau sebanding dengan tingkat penghasilannya.

b.      Prinsip kepastian (certainty)
Pemungutan pajak harus dilakukan dengan tegas, jelas, dan ada kepastian hukum. Hal tersebut dimaksudkan agar mudah dimengerti oleh wajib pajak dan memudahkan administrasi.

c.       Prinsip kecocokan atau kelayakan (convience)
Pajak yang dipungut hendaknya tidak memberatkan wajib pajak. Artinya, pemerintah mesti memerhatikan layak atau tidaknya seseorang dikenakan pajak sehingga orang yang dikenai pajak akan senang hati membayar.

d.      Prinsip ekonomi (economy)
Pada saat menetapkan dan memungut pajak harus mempertimbangkan biaya pemungutan pajak. Jangan sampai biaya pemungutan lebih tinggi dari pajak yang dikenakan.

4.      Jenis-jenis Pajak
Jenis-jenis pajak di Indonesia dapat digolongkan berdasarkan pemungut dan penanggung beban.

a.       Berdasarkan pemungutnya, pajak dapat dibedakan menjadi dua sebagai berikut:
1)      Pajak negara (pajak pusat)
Pajak negara (pajak pusat) ialah pajak yang dipungut dan dilakukan oleh pemerintah pusat. Yang termasuk pajak negara ialah Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) , Pajak Ekspor, Bea Materai (BM), dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
2)      Pajak Daerah
Pajak daerah ialah pajak yang dikelola oleh pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota. Hasil pemungutan pajak tersebut digunakan untuk membiayai pembangunan daerah dan pengeluaran rutin daerah yang bersangkutan.

b.      Berdasarkan penanggung beban, pajak dibedakan menjadi dua sebagai berikut:
1)      Pajak langsung
Pajak langsung ialah pajak yang harus dipikul oleh wajib pajak dan tidak dapat dilimpahkan atau dibebankan kepada orang lain. Yang termasuk pajak langsung ialah pajak pendapatan dan Pajak Bumi dan Bangunan.
2)      Pajak tidak langsung
Pajak tidak langsung ialah pajak yang dipungut dari pihak tertentu, namun dapat dilimpahkan pihak lain.


Demikian penjelasan mengenai PENGERTIAN PAJAK, UNSUR, PRINSIP DAN JENIS-JENISNYA, semoga dapat bermanfaat.

Subscribe to receive free email updates: