PENGGUNAAN LAHAN DI PEDESAAN DAN PERKOTAAN

Penggunaan lahan oleh manusia bisa diartikan sebagai campur tangan manusia terhadap lahan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya, baik berupa kebutuhan material maupun non material ( spiritual ).

PENGGUNAAN LAHAN DI PEDESAAN DAN PERKOTAAN


Lahan ialah lingkungan fisik serta biotik yang berkaitan dengan daya dukungnya terhadap kehidupan dan kesehateraan hidup manusia. Lingkungan fisik berupa relief atau topografi, iklim, tanah dan air. Sedangkan lingkungan biotik ialah manusia, hewan dan tumbuhan.

Lahan yang tersedia di permukaan bumi selayaknya digunakan dengan arif dan bijaksana agar dapat lestari sehingga dapat mengeluarkan hasil guna memenuhi kebutuhan manusia. Lahan dimanfaatkan dengan sehingga menghasilkan dan akhirnya bisa digunakan guna memenuhi kebutuhan.

Potensi lahan di setiap daerah biasanya berbeda-beda tergantung pada kondisi fisik dan bentang alam yang ada di daerah tersebut. Perbedaan potensi lahan yang ada di setiap daerah tersebut akan menyebabkan perbedaan dalam pemanfaatan lahan tersebut.

1.      Penggunaan lahan di pedesaan
Desa merupakan suatu kawasan yang dihuni oleh penduduk yang biasanya memiliki ciri tradisional. Penduduk yang menempati kawasan pedesaan umumnya memiliki mata pencaharian yang berhubungan dengan pemanfaatan alam, seperti perkebunan, perikanan, kehutanan, pertanian dan peternakan.

Pemanfaatan lahan yang paling utama, tentu saja untuk perumahan sebagai tempat tinggal penduduk desa serta lahan pertanian. Perumahan di kawasan pedesaan biasanya memiliki jarak antar rumah yang agak renggang.

Ciri-ciri lahan pedesaan ialah sebagai berikut:
a.       Arealnya cukup luas dan masih bersifat alami.
b.      Lahan yang digunakan sebagai permukiman penduduk masih sedikit dengan jarak antar permukiman berjauhan.
c.       Lahannya kebanyakan untuk kegiatan pertanian.
d.      Pemanfaatannya masih sederhana, belum banyak dikemas dengan teknologi modern.

Penggunaan lahan di pedesaan dpaat dibedakan menjadi berikut:
a.       Dalam bentuk kegiatan ekonomi, digunakan untuk:
1)      Pertanian produktif.
2)      Perkebunan, seperti di daerah pegunungan dan dataran tinggi.
3)      Peternakan, di daerah yang banyak padang rumput sangat cocok untuk daerah ternak sapi.
4)      Perikanan, baik untuk perikanan air tawar dan tambak.
5)      Penebangan kayu di hutan yang dilakukan di luar perkampungan.

b.      Dalam bentuk kegiatan sosial, digunakan untuk:
1)      Permukiman.
2)      Prasarana lembaga pendidikan walaupun belum sampai tingkat tinggi.
3)      Prasarana ibadah.
4)      Objek wisata ataupun tempat rekreasi.
5)      Prasarana olahraga yang dilakukan di perkampungan.


2.      Penggunaan lahan di perkotaan
Kota merupakan suatu  kawasan yang dihuni oleh penduduk yang biasanya memiliki ciri modern. Pemanfaatan lahan di perkotaan lebih komleks daripada di pedesaan karena struktur dan kondisi masyarakatnya pun lebih beragam.

Ciri-ciri lahan perkotaan ialah sebagai berikut:
a.       Arealnya relatif sempit dan sudah banyak diubah.
b.      Lahannya banyak digunakan sebagai permukiman penduduk serta perkantoran.
c.       Pemanfaatannya sudah dikemas dengan kemajuan teknologi.

Penggunaan lahan di perkotaan dpat dibedakan menjadi berikut:
a.       Dalam bentuk kegiatan ekonomi, digunakan untuk:
1)      Sentra perindustrian besar.
2)      Pusat perdagangan atau perniagaan.
3)      Berbagai aktivitas jasa (terminal, stasiun dan bandara)
4)      Pusat pemerintahan.
5)      Objek wisata bersifat rekreasi.

b.      Dalam bentuk kegiatan sosial, digunakan untuk:
1)      Permukiman penduduk yang padat dan sebagian rumahnya bertingkat dengan tujuan memaksimalkan lahan.
2)      Prasarana lembaga pendidikan, seperti pendidikan sekolah-sekolah sampai perguruan tinggi.
3)      Prasarana ibadah yang bangunannya cukup besar.
4)      Taman kota untuk bermain.
5)      Prasarana olahraga bertaraf nasional



Demikian penjelasan mengenai PENGGUNAAN LAHAN DI PEDESAAN DAN PERKOTAAN, semoga dapat bermanfaat.

Subscribe to receive free email updates: