PENGERTIAN, TUJUAN DAN JENIS TAX AMNESTY

1. Pengertian Tax Amnesty
      Tax amnesty atau pengampunan pajak ialah kebijakan pemerintah di dalam bidang perpajakan yang memberikan penghapusan pajak yang semestinya terhutang dengan membayar tebusan dalam jumlah tertentu yang bertujuan guna memberikan tambahan penerimaan pajak serta kesempatan bagi Wajib Pajak yang tidak patuh menjadi Wajib Pajak yang patuh. Penerapan tax amnesty kemudian diharapkan akan mendorong peningkatan kepatuhan sukarela Wajib Pajak di masa yang akan datang.

PENGERTIAN, TUJUAN DAN JENIS TAX AMNESTY


      Sawyer (2006) mengemukakan pendapatnya menegani arti pengampunan pajak ialah "a tax amnesty generally involves providing previously noncompliant taxpayers with the opportunity to pay back-taxes on undisclosed income, without fear of penalities or prosecution".

      Dari definisi tersebut bisa disimpulkan bahwa tax amnesty atau pengampunan pajak ialah suatu program kebijakan Pemerintah yang memberikan kesempatan kepada para wajib pajak untuk melunasi tunggakan pajaknya tanpa diberikannya sanksi administrasi untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak serta penerimaan negara.

2. Tujuan Tax Amnesty
      Tax Amnesty diharapkan dapat menghasilkan penerimaan pajak yang selama ini belum ataupun kurang dibayar, disamping meningkatkan kepatuhan membayar pajak. Meningkatnya kepatuhan itu pun merupakan dampak dari semakin efektifnya pengawasan, sebab semakin akuratnya informasi tentang daftar kekayaan Wajib Pajak.

Berikut ialah tujuan dari Tax Amnesty atau pengampunan pajak:

a. Meningkatkan penerimaan pajak dalam jangka pendek. Permasalahan penerimaan pajak yang stagnan ataupun cenderung menurun seringkali dapat menjadi alasan pembenar di berikannya tax amnesty. Hal tersebut akan berdampak pada keinginan pemerintah guna memberikan tax amnesty dengan harapan pajak yang dibayar si wajib pajak selama program tax amnesty kemudian akan meningkatkan penerimaan pajak.

b. Meningkatkan kepatuhan pajak di kemudian hari. Kepatuhan pajak ialah salah satu penyebab adanya pemberian tax amnesty. Para pendukung tax amnesty biasanya berpendapat bahwa kepatuhan sukarela akan meningkat setelah program pengampunan pajak dilakukan. Hal tersebut didasari pada harapan bahwa setelah program tax amnesty dilakukan, Wajib Pajak yang sebelum itu menjadi bagian dari sistem administrasi perpajakan, maka Wajib Pajak itu tidak akan bisa mengelak ataupun menghindar dari kewajiban perpajakannya.

c. Mendorong repatriasi modal dan aset. Kejujuran di dalam pelaporan sukarela atas data harta kekayaan setelah program tax amnesty ialah salah satu tujuan pemberian tax amnesty. Dalam konteks ini, data harta kekayaan tersebut, pemberian tax amnesty pun bertujuan guna mengembalikan modal yang parkir di luar negeri tanpa harus membayar pajak atas modal yang di parkir di luar negeri itu. Pemberian tax amnesty atas pengembalian modal dan aset yang di parkir di luar negeri ke bank di dalam negeri dipandang perlu sebab akan memudahkan otoritas pajak di dalam meminta informasi mengenai data kekayaan wajib pajak kepada bank dalam negeri.

d. Transisi ke sistem perpajakan yang baru. Tax amnesty bisa di justifikasi saat tax amnesty digunakan sebagai alat transisi ke sistem perpajakan yang baru.


3. Jenis-jenis Tax Amnesty
Sawyer (2006) mengemukakan beberapa tipe pengampunan pajak (Tax Amnesty), yakni:

a. Filling amnesty. Pengampunan yang diberikan dengan cara menghapuskan sanksi bagi Wajib    Pajak yang terdaftar tetapi tidak pernah mengisi SPT (non-filers), pengampunan diberikan bila  mereka mau memulai untuk mengisi SPT.
b. Record-keeping amnesty. Memberi penghapusan sanksi untuk kegagalan dalam memelihara    dokumen perpajakan pada masa lalu, pengampunan diberikan apabila Wajib Pajak untuk  selanjutnya bisa memelihara dokumen perpajakannya. 
c. Revision amnesty. Ialah suatu kesempatan untuk memperbaiki SPT pada masa lalu tanpa harus  dikenakan sanksi ataupun diberikan pengurangan sanksi. Pengampunan ini memungkinkan para  Wajib Pajak untuk memperbaiki SPT-nya yang terdahulu (yang mengakibatkan adanya pajak yang  masih mesti dibayar) serta membayar pajak yang tidak (missing) ataupun belum dibayar  (outstanding). Wajib Pajak tidak akan secara otomatis kebal terhadap tindakan pemeriksaan serta  penyidikan. 
d. Investigation amnesty. Pengampunan yang menjanjikan tidak akan adanya penyelidikan sumber    penghasilan yang dilaporkan pada tahun-tahun tertentu serta adanya sejumlah uang pengampunan  (amnesty fee) yang mesti dibayar. Pengampunan jenis ini pun menjanjikan untuk tidak akan  dilakukannya tindakan penyidikan bagi sumber penghasilan ataupun jumlah penghasilan yang  sebenarnya. Pengampunan tersebut sering dikenal dengan pengampunan yang berkaitan dengan  tindakan pencucian (laundering amnesty). 
e. Prosecution amnesty. Pengampunan yang memberikan penghapusan tindak pidana terhadap  Wajib Pajak yang melakukan pelanggaran undang-undang, sanksi dihapuskan dengan cara  membayarkan sejumlah kompensasi.

      Demikian penjelasan mengenai PENGERTIAN, TUJUAN DAN JENIS TAX AMNESTY, semoga dapat bermanfaat.

Subscribe to receive free email updates: