HORIZON TANAH DAN JENIS-JENIS TANAH YANG ADA DI INDONESIA

Menurut Suryatna Rafi’i, tanah diartikan sebagai benda yang berwujud yang berwujud padat, cair dan gas yang tersusun dari bahan organik dan anorganik yang terdapat dalam suatu lahan. Adapun ilmu yang mempelajari tanah disebut pedologi. Semua lapisan tanah ataupun batuan yang paling atas disebut dengan pedosfer.

HORIZON TANAH DAN JENIS-JENIS TANAH YANG ADA DI INDONESIA


Tanah terbentuk dari hasil pelapukan batuan. Adapun faktor yang memengaruhi pembentukan tanah yakni iklim, organisme, bahan induk, topografi dan waktu. Tanah terdiri atas lapisan yang disebut horizon. Sifat-sifat tanah tidak akan terlepas dari horizon-horizonnya.

Adapun masing-masing horizon tanah sebagai berikut:
1.      Horizon O, yakni lapisan tanah yang paling atas, tersusun dari bahan organik dan lempung dengan tekstur yang halus. Bagian ini umumnya berwarna hitam atau kehitaman.
2.      Horizon A, yakni lapisan tanah yang terdiri atas berbagai jenis mineral, letaknya berada di bawah horizon O. Berdasarkan urutannya horizon A terdiri atas:
-          Horizon A1, horizon mineral yang terdapat di lapisan yang paling atas dan terlihat percampuran mineral dengan bahan organik.
-          Horizon A2, disebut juga horizon eluviasi sebab beberapa mineral utama mengalami pencucian maksimal, yang tertinggal mineral resisten saja.
-          Horizon A3, merupakan peralihan ke horizon B atau langsung ke horizon C.
3.      Horizon B, yakni horizon yang paling banyak mengandung mineral besi dan aluminium yang tersusun dari horizon A, warnanya lebih gelap dengan tekstur yang lebih halus.
4.      Horizon C, horizon yang masih menampakkan sifat bahan induk namun sudah banyak mengalami pelapukan.
5.      Horizon D atau R, batuan induk yang masih dengan tekstur yang masih keras.


Beberapa jenis tanah di Indonesia antara lain:
1.      Latosol, tersebar luas di Indonesia, batuan pembentukannya berasal dari batuan beku, sedimen dan metamorf. Penggunaan lahan umumnya persawahan dan lahan kering, tergantung pada ketersediaan airnya. Cocok untuk padi, palawija dan perkebunan.
2.      Tanah organik, disebut juga tanah gambut dan tanah organosol atau histosol. Banyak terdapat di Sumatra, Kalimantan dan Papua. Penggunaan tanah ini umumnya digunakan untuk perkebunan.
3.      Andosol, kebanyakan terdapat di Sumatra dan Jawa, yakni pada daerah vulkanik aktif, yaitu pada lereng vulkan atas dengan bahan abu vulkanik dan tuff. Penggunaan lahannya untuk pertanian sayuran serta perkebunan.
4.      Podsol, tekstur tanah berupa pasir, kandungan bahan organik sedang, tanah podsol banyak dijumpai di sepanjang sungai-sungai besar Sumatra, Kalimantan, dan Irian.
5.      Grumusol, tanah berasal dari batuan induk batu kapur dan tuffa vulkanik, kandungan organiknya rendah. Ada di Jawa bagian Timur, Madura, Nusa tenggara dan Maluku. Cocok untuk palawija dan perkebunan.
6.      Alluvial, berasal dari endapan lumpur halus cocok untuk padi, palawija, dan perkebunan. Tanah alluvial tergantung pada asal endapannya, vulkanis atau batu gamping.


Demikian penjelasan mengenai HORIZON TANAH DAN JENIS-JENIS TANAH YANG ADA DI INDONESIA, semoga dapat bermanfaat.

Subscribe to receive free email updates: